RAKYATKU.COM, WAJO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo mendorong masyarakat mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah. Upaya itu dilakukan melalui Sosialisasi Penggerak Cinta Lingkungan (PCL) dan Gerakan Pilah Sampah, Olah Sampah, Tanami Pekaranganta (PISOTA).
Kegiatan tersebut digelar di Hotel Grand Puspa, Jalan Beringin, Sengkang, Kabupaten Wajo, Selasa (22/9/2026). Sosialisasi diikuti unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI, Polri, penggerak lingkungan serta sejumlah pihak terkait.
Kepala DLH Wajo Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin mengatakan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan maupun DLH.
Baca Juga : Panen Raya di Tengah Kemarau, Bupati Wajo Apresiasi Para “Pejuang Pertanian” Desa Sappa
"Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup. Persoalan sampah adalah tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha," kata Andi Fakhrul dalam sambutannya.
Dia mengatakan Pemkab Wajo ingin mendukung arah kebijakan nasional dalam mewujudkan Indonesia yang bersih, sehat dan berkelanjutan, termasuk upaya menuju Indonesia Zero Sampah 2029 serta Gerakan Indonesia Asri.
Menurutnya, pengelolaan sampah harus dilakukan sejak dari sumbernya. Mulai dari rumah tangga, sekolah, pasar, perkantoran, tempat usaha hingga fasilitas umum.
Baca Juga : Andi Rosman Paparkan Strategi Penguatan PAD dan Pembenahan Wajo Energi Jaya
"Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Sampah harus diselesaikan mulai dari sumbernya," ujarnya.
Andi Fakhrul juga menyoroti pembenahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cempalagi. Menurutnya, upaya menuju pelepasan sanksi terhadap TPA tersebut membutuhkan kerja bersama seluruh pihak.
"Kunci utamanya adalah mengurangi sampah yang masuk ke TPA dari sumbernya," katanya.
Baca Juga : Gerakan Ember Biopori di Wajo Dimulai dari Rumah Aparatur, Menyasar Kecamatan hingga Desa
Dia mengajak masyarakat mengolah sampah makanan dan sampah organik. Sementara sampah plastik dan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dipilah untuk dimanfaatkan kembali atau disalurkan melalui bank sampah.
"Sampah yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan kemudian menjadi residu untuk diproses di TPA," jelasnya.
DLH Wajo juga menargetkan peningkatan kinerja daerah dalam program Adipura. Namun, Andi Fakhrul menegaskan Adipura tidak semata-mata soal penghargaan.
Baca Juga : Bupati Wajo Ungkap 4.785 Paket Infrastruktur Senilai Rp 155 Miliar
"Adipura bukan hanya persoalan memperoleh piala. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun budaya hidup bersih dan lingkungan sehat secara berkelanjutan," katanya.
Untuk mendukung pengelolaan sampah dari sumbernya, DLH Wajo memperkenalkan Gerakan PISOTA atau Pilah Sampah, Olah Sampah, Tanami Pekarangan.
Andi Fakhrul menjelaskan gerakan tersebut dirancang sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat setiap hari.
Baca Juga : Bupati Wajo Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tancung dan SMA 3 Wajo
"Pertama, pilah sampah, mulai dari rumah kita masing-masing. Pisahkan sampah organik seperti sisa makanan dan sampah dapur dari sampah nonorganik seperti botol plastik dan sampah bernilai ekonomi," ujarnya.
Sampah organik selanjutnya dapat diolah menjadi kompos menggunakan sistem biopori maupun metode pengomposan lainnya. Sementara botol plastik dapat dikumpulkan, dipilah, dimanfaatkan kembali atau disalurkan melalui bank sampah.
Tahap berikutnya yakni menanami pekarangan dengan memanfaatkan hasil pengolahan sampah organik untuk menyuburkan tanah sekaligus mendukung penghijauan.
Baca Juga : Bupati Wajo Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tancung dan SMA 3 Wajo
"Jadi PISOTA bukan sekadar slogan. PISOTA adalah perubahan perilaku, dimulai dari rumah, lingkungan, desa atau kelurahan hingga tingkat komunitas warga," tegasnya.
Dia juga berharap Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat menjadi contoh sekaligus penggerak masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Mari kita dorong masyarakat untuk satu rumah memilah sampah, satu rumah mengolah sampah organik, satu lingkungan menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan," katanya.
Baca Juga : Bupati Wajo Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tancung dan SMA 3 Wajo
"Yang paling penting, jangan biarkan sampah dari rumah kita menjadi beban TPA," sambungnya.
Andi Fakhrul mengajak masyarakat memulai gerakan tersebut dari lingkungan masing-masing.
"Kalau kita ingin Wajo bersih, jangan hanya mendukung petugas kebersihan. Kalau kita ingin TPA semakin baik, mari kita kurangi sampah dari sumbernya," pungkasnya.
Baca Juga : Bupati Wajo Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Tancung dan SMA 3 Wajo
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembukaan resmi Sosialisasi Penggerak Cinta Lingkungan (PCL) dan Gerakan PISOTA oleh Kepala DLH Kabupaten Wajo.
