Kamis, 17 September 2026 23:45

Pegadaian Latih Warga Makassar Jadi Barber, Peluang Usaha Jasa Makin Terbuka

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui Program Pemberdayaan UMKM melalui Pelatihan Barbershop yang dilaksanakan di Mall Nipah, Makassar.
PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui Program Pemberdayaan UMKM melalui Pelatihan Barbershop yang dilaksanakan di Mall Nipah, Makassar.

Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku menggelar pelatihan barbershop di Makassar untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha baru.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Peluang usaha di sektor jasa terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Salah satu bidang yang dinilai memiliki ruang pertumbuhan adalah bisnis barbershop. Melihat peluang tersebut, PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui Program Pemberdayaan UMKM melalui Pelatihan Barbershop yang dilaksanakan di Mall Nipah, Makassar.

Pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan kemampuan teknis memotong rambut, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas masyarakat agar keterampilan dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi produktif.

Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pengenalan peralatan barber, teknik dasar pemotongan rambut, perawatan dan kebersihan peralatan, hingga pelayanan kepada pelanggan. Selain kemampuan teknis, peserta juga memperoleh wawasan mengenai bagaimana keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha.

Baca Juga : Jajal Performa Honda CUV e: dan ICON e:, Komunitas Otomotif Makassar Puji Akselerasi Halus Motor Listrik Honda

Bagi masyarakat yang ingin masuk ke sektor usaha jasa, keterampilan merupakan salah satu modal awal yang penting. Dengan memiliki kemampuan yang dapat dijual kepada konsumen, seseorang memiliki peluang untuk membangun sumber pendapatan, baik dengan bekerja sebagai barber maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku, Pratikno, mengatakan pemberdayaan UMKM yang dilakukan Pegadaian tidak semata-mata berorientasi pada pemberian bantuan.

“Kami ingin program pemberdayaan yang dilakukan Pegadaian dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Melalui pelatihan barbershop ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi,” ujar Pratikno.

Baca Juga : Bisnis Pegadaian Tumbuh, Program UMKM di Makassar Didorong Naik Kelas

Pendekatan tersebut sejalan dengan peran Pegadaian dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan dan pengembangan usaha. Pegadaian menyebut sebanyak 586.468 nasabah telah memperoleh akses modal melalui program pembiayaan usaha mikro. Data tersebut menunjukkan besarnya perhatian perusahaan terhadap penguatan kapasitas pelaku usaha mikro.

Di sisi lain, skala bisnis Pegadaian juga terus berkembang. Per 30 April 2026, total aset perusahaan mencapai Rp183,8 triliun, sementara outstanding loan (OSL) gross mencapai Rp153,6 triliun, tumbuh 58,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, Pegadaian membukukan laba bersih Rp4,38 triliun.

Angka tersebut merupakan kinerja perusahaan secara nasional dan bukan merupakan angka khusus program pelatihan barbershop di Makassar. Namun, data itu memberikan gambaran mengenai skala bisnis Pegadaian sekaligus kapasitas perusahaan dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga : Pegadaian Ubah Pola TJSL: Dari Bantuan Sesaat ke Penguatan Skill dan Kemandirian UMKM

Pegadaian sendiri dalam berbagai program pemberdayaan UMKM menempatkan peningkatan kapasitas sebagai bagian penting dari pengembangan usaha. Pada Juni 2026, perusahaan menyebut program GadePreneur sebagai salah satu wadah pemberdayaan mitra binaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha.

Dalam konteks pelatihan barbershop di Makassar, pendekatan peningkatan keterampilan menjadi relevan karena peserta tidak hanya diberikan pengetahuan secara teoritis. Mereka juga mendapatkan pengalaman praktik yang dapat menjadi dasar untuk memasuki dunia kerja atau membangun usaha sendiri.

Bisnis barbershop juga memiliki karakter yang berbeda dibandingkan usaha perdagangan produk. Dalam usaha jasa, kualitas layanan dan keterampilan menjadi bagian penting dalam menentukan kepuasan pelanggan. Karena itu, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan kebersihan, komunikasi, pelayanan, serta kemampuan membaca kebutuhan konsumen.

Baca Juga : Gebrakan Promo Asmo Sulsel: Beli Motor Listrik Honda Diskon Puluhan Juta, DP Mulai Rp200 Ribuan

Pelatihan yang dilakukan di Mall Nipah juga memberikan konteks berbeda bagi peserta. Mall merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat perkotaan sehingga peserta dapat melihat secara langsung bagaimana bisnis jasa dapat dikembangkan dengan memperhatikan lokasi, pelayanan, kenyamanan, dan pengalaman pelanggan.

Dari sisi pengembangan UMKM, kemampuan tersebut dapat menjadi modal sosial sekaligus ekonomi. Seorang peserta yang sebelumnya belum memiliki keahlian khusus dapat memiliki pilihan baru setelah mengikuti pelatihan. Ia dapat mencari pekerjaan sebagai barber, menawarkan jasa secara mandiri, membuka layanan dari rumah, atau mengembangkan usaha barbershop apabila memiliki modal dan pasar yang memadai.

Namun, keterampilan tetap membutuhkan proses lanjutan. Penguasaan teknik harus terus diasah melalui praktik, sementara aspek pengelolaan usaha membutuhkan pemahaman mengenai biaya operasional, harga layanan, pemasaran, kebersihan, hingga pelayanan pelanggan.

Baca Juga : Bebas Antrean SPBU, Honda EV Jadi Alternatif Mobilitas Praktis dan Hemat di Tengah Kelangkaan BBM Sulawesi

Karena itu, keberlanjutan program menjadi faktor penting. Pelatihan satu kali dapat menjadi pintu masuk, tetapi penguatan kapasitas secara berkelanjutan akan memberikan ruang lebih besar bagi peserta untuk mengembangkan usaha.

Pegadaian berharap program pemberdayaan tersebut dapat melahirkan pelaku usaha baru yang memiliki keterampilan, kreativitas, serta kemampuan mengelola usaha secara profesional.

Dengan demikian, pelatihan barbershop bukan hanya tentang mengajarkan teknik potong rambut. Lebih jauh, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membuka akses terhadap peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Baca Juga : Bebas Antrean SPBU, Honda EV Jadi Alternatif Mobilitas Praktis dan Hemat di Tengah Kelangkaan BBM Sulawesi

Di tengah berkembangnya sektor jasa dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan personal care, kemampuan barber dapat menjadi salah satu keterampilan yang memiliki nilai ekonomi. Tantangannya adalah bagaimana keterampilan tersebut dikembangkan secara konsisten hingga mampu menghasilkan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pelatihan, pendampingan, dukungan keluarga, akses pembiayaan, dan kemampuan membaca pasar, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti sebagai sertifikat atau pengalaman pelatihan.

Target akhirnya adalah munculnya individu-individu yang mampu berdiri secara ekonomi melalui keahlian yang dimiliki.

Baca Juga : Bebas Antrean SPBU, Honda EV Jadi Alternatif Mobilitas Praktis dan Hemat di Tengah Kelangkaan BBM Sulawesi

Bagi Pegadaian, pendekatan tersebut memperluas makna pemberdayaan UMKM. Bukan hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar memiliki kapasitas untuk memanfaatkan peluang usaha.

Pelatihan barbershop di Makassar pun menjadi salah satu contoh bagaimana program pemberdayaan dapat diarahkan pada pengembangan keterampilan praktis yang memiliki potensi untuk diterapkan langsung dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

#pegadaian #makassar #umkm #Barbershop #pelatihan usaha #pemberdayaan #Pratikno