Jumat, 18 September 2026 09:12

Wanny Dewa Sebut Karakter Motor Listrik Berbeda: Pengendara Wajib Extra Waspada dan Pahami Teknik Berkendara

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Motor listrik itu sangat senyap dan tidak menghasilkan getaran atau suara mesin seperti motor konvensional. Kondisi ini membuat pejalan kaki, pesepeda, atau pengendara lain di sekitar kita sering kali tidak menyadari keberadaan kendaraan kita. Oleh karena itu, pengendara EV harus extra antisipatif, sering mengecek spion, serta tidak ragu membunyikan klakson secara terukur saat hendak mendahului atau berada di titik buta (blind spot) kendaraan lain
Motor listrik itu sangat senyap dan tidak menghasilkan getaran atau suara mesin seperti motor konvensional. Kondisi ini membuat pejalan kaki, pesepeda, atau pengendara lain di sekitar kita sering kali tidak menyadari keberadaan kendaraan kita. Oleh karena itu, pengendara EV harus extra antisipatif, sering mengecek spion, serta tidak ragu membunyikan klakson secara terukur saat hendak mendahului atau berada di titik buta (blind spot) kendaraan lain

Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel Wanny Dewa membagikan panduan keselamatan berkendara motor listrik Honda (EM1 e:, ICON e:, CUV e:) yang senyap dan berakselerasi instan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Antusiasme masyarakat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat untuk beralih menggunakan sepeda motor listrik (Electric Vehicle/EV) sebagai moda transportasi harian kian meningkat. Namun, fenomena transisi dari motor bermesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) ke kendaraan listrik membawa perubahan signifikan pada karakter dan sensasi berkendara.

Menanggapi hal tersebut, Astra Motor (Asmo) Sulsel menggelar sesi edukasi keselamatan berkendara (Safety Riding) khusus untuk pengguna dan calon pemilik motor listrik Honda. Edukasi ini dinilai sangat krusial mengingat dua karakter utama motor listrik—yakni tidak adanya suara mesin (near-silent operation) serta penyaluran torsi yang terjadi secara instan sejak putaran gas pertama.

Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny Dewa, menegaskan bahwa setiap pengendara wajib melakukan penyesuaian gaya berkendara dan meningkatkan kewaspadaan ekstra saat mengendarai EV di jalan raya.

Baca Juga : Perbandingan Perawatan Honda EV vs Motor Matic Konvensional: Mana Yang Lebih Praktis dan Hemat Biaya?

"Motor listrik itu sangat senyap dan tidak menghasilkan getaran atau suara mesin seperti motor konvensional. Kondisi ini membuat pejalan kaki, pesepeda, atau pengendara lain di sekitar kita sering kali tidak menyadari keberadaan kendaraan kita. Oleh karena itu, pengendara EV harus extra antisipatif, sering mengecek spion, serta tidak ragu membunyikan klakson secara terukur saat hendak mendahului atau berada di titik buta (blind spot) kendaraan lain," imbau Wanny Dewa.

Poin-Poin Penting Keselamatan Berkendara EV

Dalam sesi edukasi tersebut, Wanny Dewa merinci beberapa panduan teknis yang harus diperhatikan oleh pengendara sepeda motor listrik Honda, baik untuk tipe Honda EM1 e:, Honda ICON e:, maupun Honda CUV e::

Baca Juga : Gebrakan Promo Asmo Sulsel: Beli Motor Listrik Honda Diskon Puluhan Juta, DP Mulai Rp200 Ribuan

Kontrol Bukaan Gas (Throttle Control) yang Halus

Motor listrik tidak membutuhkan waktu untuk membangun putaran mesin (RPM). Begitu tuas gas diputar, torsi puncak—seperti 85 Nm pada Honda ICON e: atau 22 Nm pada Honda CUV e:—akan langsung disalurkan ke roda belakang. Pengendara diimbau untuk membiasakan diri memutar tuas gas secara halus (smooth acceleration) agar kendaraan tidak melompat secara tiba-tiba, terutama saat mulai berjalan dari posisi berhenti di lampu merah atau persimpangan.

Penggunaan Fitur On/Off & Indikator Ready

Baca Juga : Bebas Antrean SPBU, Honda EV Jadi Alternatif Mobilitas Praktis dan Hemat di Tengah Kelangkaan BBM Sulawesi

Berbeda dengan motor biasa yang suaranya terdengar saat mesin menyala, motor listrik yang sudah "ON" tidak mengeluarkan suara sama sekali. Wanny mengimbau pengendara untuk selalu memperhatikan indikator "Ready" di panel meter. Sebelum indikator tersebut aktif, hindari memutar tuas gas. Sebaliknya, saat berhenti sejenak atau memarkir kendaraan, pastikan tombol Power/Ready atau kunci kontak segera dimatikan untuk mencegah risiko gas terputar secara tidak sengaja oleh pengendara atau anak-anak.

Pemanfaatan Fitur Pengereman Komprehensif

Dengan bobot baterai yang terdistribusi di bagian bawah sasis, kestabilan motor listrik Honda sangat baik. Namun, pengendara tetap diminta menguasai kombinasi pengereman rem depan dan belakang secara seimbang untuk mengimbangi inersia kendaraan saat melakukan pengereman mendadak.

Baca Juga : Dua Skutik Ini Jadi Mesin Penjualan Honda di Sulselbartrabon Sepanjang Semester I 2026

Kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) Standar

Senyapnya motor listrik bukan alasan untuk menurunkan standar keselamatan. Pengendara tetap diwajibkan menggunakan helm berstandar SNI, jaket pelindung, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu tertutup.

Wanny Dewa menambahkan bahwa Asmo Sulsel berkomitmen untuk terus menyebarkan budaya #Cari_Aman kepada seluruh lapisan masyarakat. Dengan memahami karakteristik kendaraan listrik serta menerapkan teknik berkendara yang benar, transisi menuju mobilitas ramah lingkungan di Makassar dapat berjalan selaras dengan upaya pencapaian zero accident di jalan raya.

#Safety Riding #Wanny Dewa #Tips Berkendara #Motor Listrik #asmo sulsel #Keselamatan Jalan