RAKYATKU.COM, BATAM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perluasan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK). Langkah ini diwujudkan dalam Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 di Batam, Kepulauan Riau.
Meskipun ekonomi Kepulauan Riau tumbuh 6,99 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026, penyaluran kredit di wilayah kepulauan ini masih didominasi oleh korporasi besar, sehingga pembiayaan UMKM masih membutuhkan dorongan kuat.
Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan pentingnya peranan teknologi untuk menjangkau pelaku usaha yang selama ini kesulitan mengakses perbankan formal.
Baca Juga : OJK, Bank Sulselbar dan LPS Bersinergi Cetak Generasi Muda Melek Keuangan
"Teknologi keuangan kita dapat membuka akses pembiayaan yang sebelumnya belum terjangkau oleh sektor keuangan," ujar Adi Budiarso.
Staf Ahli Gubernur Kepri Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kondisi geografis Kepulauan Riau memerlukan solusi digital agar pelaku usaha di pulau terluar tidak tertinggal.
"Pulau yang jauh tidak boleh berarti jauh dari layanan keuangan. Masyarakat di wilayah perbatasan tidak boleh tertinggal dalam mengakses teknologi. UMKM di daerah tidak boleh kalah hanya karena keterbatasan akses terhadap pasar dan pembiayaan," kata Andri.
Baca Juga : Modus Kripto Ilegal Kembali Marak: Satgas PASTI Hentikan YWWSDC dan RTHAE
Guna merealisasikan hal ini, OJK mendorong pemanfaatan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK). Pembukuan usaha dan data transaksi digital dapat diolah menjadi credit scoring alternatif untuk membantu BPR/BPRS dan lembaga keuangan memverifikasi kelayakan kredit UMKM secara lebih cepat dan akurat.