RAKYATKU.COM, BEKASI — Di tengah maraknya arus konsumerisme dan godaan tren finansial digital, generasi muda dituntut untuk makin bijak mengelola keuangan. Dalam Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti pentingnya pembentukan karakter finansial sejak dini untuk membentengi pelajar dari perilaku konsumtif.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa kebiasaan menabung bukan sekadar persoalan menumpuk uang, melainkan sarana melatih kontrol diri.
"Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO (Fear of Missing Out) dan FOPO (Fear of Other People's Opinions) di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital," papar Dicky Kartikoyono.
Baca Juga : 22,93 Juta Akun Aset Keuangan Digital di Indonesia, Transaksi Kripto Tembus Rp20,52 Triliun
Menyisihkan vs Menyisakan Uang
Dicky menekankan pentingnya pergeseran pola pikir di kalangan anak muda. Selama ini, menabung sering diartikan sebagai tindakan menyisakan uang di akhir bulan. Padahal, pendekatan yang sehat adalah menyisihkan dana sejak awal untuk tujuan jangka panjang.
Prinsip tersebut turut diamini oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. Di depan lebih dari 1.100 peserta pelajar dan mahasiswa, ia mengedukasi bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada nominal.
Baca Juga : OJK, Bank Sulselbar dan LPS Bersinergi Cetak Generasi Muda Melek Keuangan
"Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini," pesan Friderica.
Lewat perluasan akses seperti Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), OJK berharap disiplin finansial ini menjadi gaya hidup baru generasi muda agar terhindar dari krisis keuangan di masa depan.
