Sabtu, 29 Agustus 2026 18:55

Puncak Hari Indonesia Menabung 2026: OJK Sasar Sekolah Rakyat Demi Target Inklusi Keuangan 98 Persen

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

OJK kejar target inklusi keuangan 98% di 2045 lewat Hari Indonesia Menabung 2026 di Sekolah Rakyat Bekasi.

RAKYATKU.COM, BEKASI — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, dan Industri Jasa Keuangan (IJK) memperkuat budaya menabung sejak dini. Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada Jumat (28/8/2026) dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”.

Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk mengejar target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada tahun 2045, sebagaimana amanat Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Salah satu strategi utamanya dilakukan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa indeks literasi dan inklusi keuangan nasional secara umum telah menembus angka masing-masing 69,57 persen dan 93,61 persen. Meski sudah melampaui target nasional, indeks pada segmen pelajar dan mahasiswa tercatat masih di bawah capaian rata-rata nasional.

Baca Juga : OJK, Bank Sulselbar dan LPS Bersinergi Cetak Generasi Muda Melek Keuangan

"Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Kebiasaan ini yang harus kita bangun," ujar Friderica Widyasari Dewi di hadapan lebih dari 1.100 peserta pelajar dan mahasiswa.

Cegah FOMO dan FOPO Melalui Disiplin Finansial

Dalam sesi Leaders’ Insight, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa aktivitas menabung melatih pengendalian diri.

Baca Juga : Modus Kripto Ilegal Kembali Marak: Satgas PASTI Hentikan YWWSDC dan RTHAE

"Tujuan literasi dan inklusi keuangan OJK adalah membentuk pribadi yang disiplin, sabar, dan mampu mengelola keuangan. Ini benteng utama agar generasi muda terhindar dari fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dan FOPO (Fear of Other People's Opinions) di era ekonomi digital," jelas Dicky Kartikoyono.

Dicky menambahkan bahwa masyarakat perlu mengubah pola pikir dari sekadar menyisakan uang menjadi menyisihkan uang untuk masa depan.

Capaian Program KEJAR dan Inklusi Sekolah Rakyat

Baca Juga : OJK Jatuhkan 1.277 Sanksi Sektor Pasar Modal, Denda Tembus Rp327 Miliar per Agustus 2026

Sepanjang periode September 2025 hingga Juni 2026, Program KEJAR mencatatkan pembukaan 679.000 rekening pelajar baru. Selain itu, program Bank Goes to School telah menjangkau lebih dari 122 ribu sekolah lewat 270.000 kegiatan sosialisasi.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan HIM 2026 memberi perhatian khusus pada peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera. Langkah ini diambil agar perluasan akses dan edukasi keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata tanpa terkecuali.

Sebagai wujud apresiasi, OJK juga menganugerahkan KEJAR Award dan Financial Literacy Award kepada pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pelaku usaha jasa keuangan (seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.) yang dinilai paling aktif mendorong inklusi keuangan.

#OJK #Hari Indonesia Menabung #Inklusi keuangan #literasi keuangan #Program KEJAR #RPJPN 2045