RAKYATKU.COM, GOWA — Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, dan Ambon, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan berkendara (safety riding).
Melalui kampanye ikonis #Cari_Aman, Asmo Sulsel menggandeng Polsek Somba Opu untuk menggelar edukasi keselamatan lalu lintas yang diikuti oleh sekitar 50 siswa SMKN 14 Gowa pada Jumat (28/8/2026).
Langkah edukasi proaktif ini krusial mengingat pelajar merupakan salah satu kelompok usia paling aktif menggunakan sepeda motor untuk mobilitas harian ke sekolah. Dalam perspektif sosial dan ekonomi bisnis, kecelakaan lalu lintas di usia muda tidak hanya berdampak pada keselamatan jiwa, tetapi juga berpotensi mengganggu masa depan produktivitas generasi muda yang menjadi tulang punggung pembangunan daerah.
Baca Juga : Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding Sejak Dini, Sasar Pelajar SMP di Gowa
Edukasi Berbasis Sebaya: Mengubah Persepsi 'Jarak Dekat' Pengendara Muda
Edukasi yang berlangsung interaktif ini dipandu langsung oleh Wanny, instruktur safety riding profesional Asmo Sulsel, dengan mengikutsertakan Duta Cari Aman dari SMK Nasional—salah satu sekolah binaan safety riding Asmo Sulsel. Keterlibatan Duta Cari Aman dari kalangan pelajar menjadi pendekatan taktis agar pesan keselamatan lebih mudah diterima oleh sesama generasi muda tanpa terkesan menggurui.
Salah satu poin kritis yang ditekankan dalam sesi edukasi ini adalah pengikisan stigma berkendara jarak dekat. Para siswa ditanamkan kesadaran untuk selalu memakai helm standar SNI dan perlengkapan berkendara lengkap, terlepas dari seberapa dekat jarak tujuan mereka.
Baca Juga : Hasil Pemeriksaan Propam Terkait Pungli Anggota Polsek Somba Opu, Tak Hanya Uang Jutaan Cip Juga Diembat
“Kami ingin para siswa memahami bahwa keselamatan harus menjadi prioritas setiap kali menggunakan sepeda motor. Menggunakan helm dan perlengkapan berkendara secara lengkap tetap penting meskipun jarak yang ditempuh dekat. Begitu juga dengan mematuhi aturan lalu lintas, karena setiap aturan dibuat dengan tujuan menjaga keselamatan kita bersama,” tegas Wanny.
Kepatuhan Konsisten: Menjadikan Kesadaran Lalu Lintas Sebagai Budaya
Selain perlengkapan fisik, Asmo Sulsel dan Polsek Somba Opu memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menaati rambu-rambu lalu lintas secara mandiri. Penegakan aturan berkendara idealnya lahir dari kesadaran pribadi untuk melindungi diri dan pengguna jalan lain, bukan sekadar dipicu oleh rasa takut saat ada petugas kepolisian di lapangan.
Baca Juga : Hasil Pemeriksaan Propam Terkait Pungli Anggota Polsek Somba Opu, Tak Hanya Uang Jutaan Cip Juga Diembat
Melalui sinergi dengan Polsek Somba Opu, materi yang disampaikan mencakup edukasi etika berkendara, tata cara memotong jalur yang aman, serta tata tertib berlalu lintas di jalan raya perkotaan maupun pedesaan.
Komitmen Berkelanjutan Menuju Ekosistem Jalan Raya yang Aman
Astra Motor Sulsel meyakini bahwa pembentukan karakter berkendara yang aman harus dimulai sejak dini melalui edukasi yang konsisten dan kolaboratif.
Baca Juga : Hasil Pemeriksaan Propam Terkait Pungli Anggota Polsek Somba Opu, Tak Hanya Uang Jutaan Cip Juga Diembat
Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, menegaskan bahwa program edukasi ke sekolah-sekolah merupakan bagian dari pilar tanggung jawab sosial korporasi (Corporate Social Responsibility) Honda dalam merawat keselamatan masyarakat.
“Pelajar merupakan salah satu kelompok pengguna jalan yang perlu mendapatkan edukasi keselamatan secara konsisten. Karena itu, kami terus memperluas jangkauan edukasi ke berbagai sekolah dan berkolaborasi dengan pihak terkait, termasuk kepolisian. Kami berharap pesan #Cari_Aman tidak hanya dipahami saat kegiatan berlangsung, tetapi benar-benar diterapkan menjadi kebiasaan dalam aktivitas berkendara sehari-hari,” papar Yusticia.
Dengan memperluas jangkauan ke sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Gowa dan sekitarnya, kolaborasi antara Asmo Sulsel, aparat kepolisian, dan Duta Cari Aman ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan remaja sekaligus menciptakan iklim berkendara yang aman, tertib, dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
