Rabu, 26 Agustus 2026 22:36

Hanafi Pelu Raih Gelar Magister Ketiga, Teliti Kapasitas Transformasi Widyaiswara di Balai Diklat Keagamaan Makassar

PaUs
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Hanafi Pelu Raih Gelar Magister Ketiga, Teliti Kapasitas Transformasi Widyaiswara di Balai Diklat Keagamaan Makassar

Hanafi Pelu menjelaskan bahwa sejumlah Widyaiswara di Balai Diklat Keagamaan Makassar telah menunjukkan kemampuan beradaptasi melalui berbagai perubahan dan inovasi dalam proses pembelajaran.

RAKYATKU.COM -- Hanafi Pelu berhasil menyelesaikan ujian hasil penelitian dan dinyatakan lulus dalam sidang tesis yang digelar di Politeknik STIA LAN Makassar. Dalam penelitian tersebut, Hanafi mengangkat judul “Kapasitas Transformasi Widyaiswara dalam Pembelajaran Berbasis Manajerial Agility pada Pelatihan di Balai Diklat Keagamaan Makassar.”

Ujian tesis tersebut dibimbing oleh Prof. Amir Imbaruddin, M.DA., Ph.D. selaku Pembimbing I dan Dr. Wahyu Ningsi, M.Si. selaku Pembimbing II. Sementara itu, tim penguji diketuai oleh Dr. Muh. Ahmad Syarif, M.Pd., dengan Dr. Andi Rasdiyanti, M.Pd. sebagai Sekretaris Penguji.

Dalam pemaparannya, Hanafi Pelu menjelaskan bahwa sejumlah Widyaiswara di Balai Diklat Keagamaan Makassar telah menunjukkan kemampuan beradaptasi melalui berbagai perubahan dan inovasi dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah pengembangan aplikasi pembelajaran yang dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung untuk mempermudah sekaligus memperkaya proses pelatihan.

Baca Juga : Hanafi Pelu Kembali Selesaikan Seminar Proposal Tesis tentang Peran Widyaiswara Berbasis Managerial Agility

Menurut Hanafi, perkembangan teknologi dan tuntutan terhadap kualitas pelatihan mengharuskan Widyaiswara memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat serta mampu mengambil keputusan secara efektif dalam menghadapi berbagai perubahan. Dalam konteks tersebut, manajerial agility menjadi salah satu kapasitas penting untuk mendorong lahirnya inovasi dan transformasi dalam pembelajaran.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengembangan kapasitas Widyaiswara, khususnya dalam menghadapi perubahan lingkungan pembelajaran yang semakin dinamis. Inovasi pembelajaran yang adaptif juga dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas pelatihan di lingkungan Balai Diklat Keagamaan Makassar.

Kelulusan tersebut menjadi pencapaian akademik tersendiri bagi Hanafi Pelu. Gelar yang diraihnya melalui program studi di Politeknik STIA LAN Makassar merupakan gelar Magister ketiga yang berhasil diperolehnya.

Baca Juga : Hanafi Pelu Kembali Selesaikan Seminar Proposal Tesis tentang Peran Widyaiswara Berbasis Managerial Agility

Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan secara akademik, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kualitas pembelajaran, peningkatan kompetensi, serta penguatan kapasitas Widyaiswara dalam mendukung penyelenggaraan pelatihan yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tuntutan zaman.

#Balai Diklat Keagamaan Makassar #Hanafi Pelu #Widyaiswara