Sabtu, 29 Agustus 2026 01:45

Dua Skutik Ini Jadi Mesin Penjualan Honda di Sulselbartrabon Sepanjang Semester I 2026

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Honda Beat Street & Scoopy
Honda Beat Street & Scoopy

Honda BeAT Street dan Scoopy menjadi produk terlaris Honda di Sulselbartrabon Semester I 2026, masing-masing menyumbang 10 persen penjualan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Pasar sepeda motor di kawasan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Ambon (Sulselbartrabon) masih menunjukkan daya tahan positif sepanjang Semester I 2026. Di tengah dinamika daya beli masyarakat dan persaingan industri otomotif, segmen skuter matik (skutik) tetap menjadi penopang utama penjualan Honda di kawasan tersebut.

Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), sebagai main dealer Honda untuk wilayah Sulselbartrabon, mencatat Honda BeAT Street dan Honda Scoopy sebagai dua model dengan kontribusi penjualan terbesar sepanjang paruh pertama 2026.

Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan masing-masing model memberikan kontribusi sekitar 10 persen dari total penjualan sepeda motor Honda di wilayah operasional Sulselbartrabon.

Baca Juga : SSAO Series 4 Siap Digelar, 90 Pegolf dari 13 Negara Bakal Bertanding

“Sepanjang Semester I, Honda BeAT Street dan Honda Scoopy menjadi lini produk dengan tingkat penjualan nomor satu di area Sulselbartrabon. Kedua model ini masing-masing berhasil memberikan kontribusi sebesar 10 persen terhadap total akumulasi penjualan sepeda motor Honda di seluruh wilayah operasional kami,” ujar Antofany.

Artinya, secara gabungan, kedua model tersebut menyumbang sekitar 20 persen dari total penjualan Honda di wilayah operasional Asmo Sulsel berdasarkan data internal perusahaan.

Pasar Motor Nasional Tembus 3,12 Juta Unit hingga Juni

Baca Juga : 70 Persen Kursi Umrah Garuda Sudah Terisi, Makassar Jadi Pasar Strategis Indonesia Timur

Kinerja regional tersebut berlangsung ketika pasar sepeda motor nasional masih berada pada level jutaan unit.

Data Asosiasi Industri sepeda motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan domestik sepeda motor sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai 3.129.587 unit. Angka tersebut naik tipis sekitar 0,8 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai 3.104.629 unit.

Angka tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap sepeda motor masih relatif terjaga meskipun konsumen menghadapi berbagai pertimbangan ekonomi.

Baca Juga : Kampanye #Cari_Aman di Sekolah, Asmo Sulsel Edukasi Pelajar SMKN 3 Takalar Pentingnya Safety Riding

Sebelumnya, AISI mencatat pasar sepeda motor domestik 2025 ditutup pada 6.412.769 unit, tumbuh 1,3 persen dibandingkan 2024. AISI menilai sepeda motor tetap menjadi sarana transportasi penting karena efisien dan efektif untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Bagi wilayah seperti Sulselbartrabon, karakter tersebut menjadi penting. Sepeda motor bukan hanya kendaraan untuk mobilitas pribadi, tetapi juga menopang aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari pekerja, pelaku UMKM, pedagang, hingga masyarakat di wilayah dengan akses transportasi publik yang terbatas.

Mengapa BeAT Street dan Scoopy Kuat?

Baca Juga : City Ride Santai di Pinrang: Kolaborasi Seru Jajaran Honda dan Mitra Pembiayaan

Dominasi BeAT Street dan Scoopy memperlihatkan bahwa konsumen tidak semata-mata mempertimbangkan kapasitas mesin.

Faktor harga, efisiensi, desain, kemudahan penggunaan, fitur dan karakter gaya hidup semakin menentukan keputusan pembelian.

Honda Scoopy bermain pada ceruk konsumen yang menginginkan kombinasi antara fungsi dan gaya. Desain fashionable-retro, Smart Key System serta fitur pengisian daya gawai menjadi bagian dari daya tariknya.

Baca Juga : Jajal Kenyamanan Vario Evo 160 hingga PCX160, Rombongan Honda Jajahi Jalanan Pinrang

Sementara Honda BeAT Street menawarkan karakter yang lebih kasual dan street melalui desain naked handlebar, posisi berkendara yang lincah dan karakter kendaraan yang cocok untuk mobilitas perkotaan.

Kedua produk tersebut pada akhirnya memiliki karakter konsumen yang berbeda, tetapi bertemu pada satu kebutuhan yang sama: sepeda motor yang praktis untuk mobilitas harian.

Bukan Hanya Makassar, Pasar Sulselbartrabon Punya Karakter Beragam

Baca Juga : Jajal Kenyamanan Vario Evo 160 hingga PCX160, Rombongan Honda Jajahi Jalanan Pinrang

Keunggulan Asmo Sulsel juga berada pada luasnya wilayah operasional yang mencakup empat kawasan, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Ambon.

Karakter konsumennya tidak seragam.

Makassar dan kota-kota besar di Sulsel memiliki kebutuhan mobilitas perkotaan yang tinggi. Sementara di wilayah Sulbar dan Sultra, sepeda motor juga berperan penting untuk mobilitas antarkawasan serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga : Jajal Kenyamanan Vario Evo 160 hingga PCX160, Rombongan Honda Jajahi Jalanan Pinrang

Ambon dan wilayah Maluku memiliki karakter geografis dan pola mobilitas tersendiri.

Karena itu, capaian BeAT Street dan Scoopy di seluruh area Sulselbartrabon menunjukkan bahwa permintaan terhadap skutik bukan hanya fenomena konsumen perkotaan, tetapi telah menjadi bagian dari pola mobilitas masyarakat yang lebih luas.

Asmo Sulsel sendiri terus memperluas pendekatan pemasaran dengan membawa produk langsung lebih dekat ke konsumen. Pada Juni lalu, misalnya, Asmo Sulsel menggelar pameran di sejumlah kafe di wilayah operasionalnya dengan konsep yang lebih santai dan interaktif.

Baca Juga : Jajal Kenyamanan Vario Evo 160 hingga PCX160, Rombongan Honda Jajahi Jalanan Pinrang

Strategi Tidak Berhenti pada Penjualan

Mempertahankan posisi pasar tidak cukup hanya dengan mengandalkan produk.

Jaringan penjualan, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang serta pengalaman konsumen menjadi bagian penting dari persaingan industri sepeda motor.

Baca Juga : Jajal Kenyamanan Vario Evo 160 hingga PCX160, Rombongan Honda Jajahi Jalanan Pinrang

Asmo Sulsel juga memperkuat sisi pelayanan. Pada 2026, perusahaan menyiapkan tim untuk mengikuti Kontes Layanan Honda Nasional (KLHN) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan standar pelayanan kepada konsumen di wilayah Sulselbartrabon.

Di sisi keselamatan berkendara, edukasi #Cari_Aman juga terus dilakukan. Pada Juli 2026, Asmo Sulsel menggelar Safety Riding Competition tingkat regional yang mempertemukan peserta untuk menguji pengetahuan dan keterampilan berkendara aman.

Langkah tersebut penting karena pertumbuhanpenjualan kendaraan roda dua idealnya berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan kesadaran keselamatan berkendara.

Baca Juga : Jajal Kenyamanan Vario Evo 160 hingga PCX160, Rombongan Honda Jajahi Jalanan Pinrang

Semester II Jadi Ujian Berikutnya

Memasuki Semester II 2026, persaingan pasar diperkirakan semakin ketat. Bukan hanya karena persaingan antarproduk konvensional, tetapi juga munculnya pilihan kendaraan listrik dan perubahan preferensi konsumen.

Asmo Sulsel memilih memperkuat pendekatan melalui ketersediaan unit, program pembiayaan, promosi, experience center dan aktivitas komunitas.

Baca Juga : Jajal Kenyamanan Vario Evo 160 hingga PCX160, Rombongan Honda Jajahi Jalanan Pinrang

Strategi promosi juga terus berjalan. Pada Agustus 2026, misalnya, Asmo Sulsel menghadirkan program Honda Merdeka di seluruh wilayah operasionalnya, termasuk penawaran DP mulai Rp700 ribuan dan berbagai keuntungan pembelian untuk sejumlah model seperti BeAT, BeAT Street, Scoopy, Genio dan PCX160.

Di saat bersamaan, perusahaan juga tengah memperluas eksposur produk baru. Pada Juli lalu, New Honda Vario Evo 160 diperkenalkan melalui rangkaian pameran di wilayah Sulsel hingga Ambon.

Dengan demikian, semester kedua tidak hanya akan menjadi arena mempertahankan penjualan BeAT Street dan Scoopy, tetapi juga menjadi momentum bagi Honda untuk mendorong produk-produk lain agar dapat mengambil porsi pasar yang lebih besar.

Baca Juga : Jajal Kenyamanan Vario Evo 160 hingga PCX160, Rombongan Honda Jajahi Jalanan Pinrang

Skutik Tetap Jadi Pertarungan Utama

Data Semester I memberikan satu pesan yang cukup jelas: skutik masih menjadi jantung pasar sepeda motor di wilayah operasional Asmo Sulselbartrabon.

BeAT Street dan Scoopy yang masing-masing menyumbang sekitar 10 persen dari total penjualan Honda menunjukkan kuatnya permintaan terhadap produk yang mampu menggabungkan fungsi, efisiensi dan gaya hidup.

Baca Juga : Jajal Kenyamanan Vario Evo 160 hingga PCX160, Rombongan Honda Jajahi Jalanan Pinrang

Namun, mempertahankan pertumbuhan hingga akhir 2026 akan sangat bergantung pada akhir 2026 akan sangat bergantung pada kemampuan industri membaca perubahan daya beli, menawarkan pembiayaan yang kompetitif, menjaga ketersediaan unit dan memberikan pengalaman purnajual yang semakin baik.

Bagi Asmo Sulselbartrabon, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar, tetapi mengubah besarnya basis konsumen menjadi loyalitas jangka panjang.

Sebab dalam industri sepeda motor yang semakin kompetitif, konsumen tidak hanya membeli kendaraan. Mereka membeli kemudahan, layanan, efisiensi dan rasa percaya terhadap merek.

#honda #Honda Beat Street #Honda scoopy #asmo sulsel #astra motor #Sulselbartrabon #Otomotif #sepeda motor #motor matik #skutik #makassar #Sulawesi Selatan #Sulawesi Barat #Sulawesi Tenggara #Ambon #Penjualan Motor #Semester I 2026