RAKYATKU.COM, KENDARI — Pondok Pesantren Ummul Qurra Kendari terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi kelembagaan melalui pengembangan berbagai unit usaha produktif. Keberhasilan ini dicapai setelah memperoleh suntikan bantuan modal usaha dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla pada tahun 2024 lalu.
Bantuan modal tersebut menjadi titik balik penting bagi pergerakan bisnis pesantren yang sebelumnya hanya berupa kios kecil dengan segala keterbatasan.
Lonjakan Omzet dan Transformasi Unit Usaha
Baca Juga : Kesempatan Terakhir! Pendaftaran Beasiswa Kalla Gelombang 2 Dibuka Hingga 31 Agustus
Dampak dari dukungan LAZ Hadji Kalla terlihat nyata pada peningkatan omzet usaha pesantren yang melonjak signifikan. Sebelum menerima bantuan pada tahun 2024, pendapatan usaha pesantren hanya berkisar Rp7 juta per bulan. Kini, omzet dari unit usaha minimarket dan bisnis pendukung lainnya melesat hingga mencapai sekitar Rp24 juta per bulan.
Penanggung Jawab Usaha Pondok Pesantren Ummul Qurra Kendari, Sitti Syahlal, mengungkapkan bahwa minimarket yang dikembangkan kini menjadi pusat pemenuhan kebutuhan para santri dan operasional pesantren.
“Alhamdulillah, minimarket yang kami jalankan berkembang sangat baik. Bantuan modal usaha dari Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla sangat membantu perkembangan usaha pondok. Kombinasi modal pesantren dan dukungan LAZ Hadji Kalla menjadi embrio sekaligus spirit semangat dalam membangun usaha yang mandiri,” jelas Sitti Syahlal.
Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Buka Beasiswa 2026 Gelombang II, Perkuat Investasi SDM Unggul di Kawasan Timur Indonesia
Diversifikasi Usaha Menuju Ekosistem Mandiri
Sukses mengelola minimarket, pihak pesantren bergerak cepat melebarkan sayap usahanya. Dana dari keuntungan dan penguatan modal difungsikan untuk membuka berbagai lini bisnis baru secara berkelanjutan:
Rumah Makan Sari Laut: Dibangun tidak lama setelah operasional minimarket berjalan stabil.
Layanan Aqiqah dan Pangkalan Gas: Mulai dikembangkan sejak akhir tahun 2024 untuk melayani kebutuhan masyarakat umum.
Unit Usaha Butik: Resmi dihadirkan pada awal tahun 2026 guna mendukung kebutuhan pakaian santri dan warga sekitar.
Program Spesialis Ekonomi LAZ Hadji Kalla, Andi Rifki, menjelaskan bahwa intervensi modal ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga memiliki potensi ekonomi besar yang dapat memberi dampak sosial luas.
Baca Juga : Pertamina Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra, Dorong Tata Kelola Energi yang Transparan dan Akuntabel
“Melalui dukungan tersebut, diharapkan pesantren dapat terus berkembang dan memberikan dampak sosial serta ekonomi yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Andi Rifki.
Kehadiran ragam unit bisnis ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi pesantren yang tangguh, berkelanjutan, serta mampu menopang operasional pendidikan santri secara mandiri.
