RAKYATKU.COM, MAROS - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat melalui pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kantor Wilayah V PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) sebagai bagian dari sinergi perusahaan dalam memperkuat kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat. Penanaman mangrove diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga kawasan pesisir dari abrasi, mendukung habitat berbagai biota, serta meningkatkan kualitas lingkungan.
Upaya menjaga keseimbangan ekosistem tersebut juga menjadi bagian dari perhatian terhadap keselamatan penerbangan, khususnya dalam pengelolaan potensi bahaya satwa (wildlife hazard) di sekitar kawasan operasional bandara. Melalui pengelolaan lingkungan yang tepat dan berkelanjutan, perusahaan berupaya menjaga agar keberadaan habitat dan populasi satwa tetap berada dalam kondisi yang terkelola sehingga tidak menimbulkan potensi gangguan terhadap operasional penerbangan.
Baca Juga : Sultan Hasanuddin Airport Gelar 3x3 Competition, Dukung Bandara Sebagai Destinasi Wisata
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Lingkungan, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Maros, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Maros, Direktur Hidup Institusi Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Camat Kecamatan Bontoa Kabupaten Marosserta seluruh karyawan dan karyawati PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Regional V dan Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kantor Region V melalui program InJourney Green melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove di kawasan Kabupaten Maros. Sejalan dengan kegiatan tersebut, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin turut berkontribusi melalui program InJourney Airports Alam Lestari dengan dukungan 60.000 bibit mangrove, serta program InJourney Airports Peduli Fasilitas melalui bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan ekowisata di Desa Ampekale, kabupaten Maros pada Kamis 20 Agustus 2026.
Di sisi lain, pengembangan kawasan melalui dukungan sarana dan prasarana diharapkan dapat memperkuat potensi ekowisata Kabupaten Maros sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat secara berkelanjutan.Regional CEO PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Region V, Handy Heryudhitiawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan InJourney Green merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan proses melalui pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Melalui InJourney Green, kami tidak hanya berbicara mengenai penanaman pohon, tetapi bagaimana sebuah kawasan dapat tumbuh menjadi ekosistem yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Kawasan sekitar 10 hektar ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bertahap, dengan sekitar 5 hektar yang saat ini telah mulai ditanami mangrove,” ujar Regional CEO V.General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, bahwa menyampaikan pengembangan kawasan mangrove perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak agar manfaatnya dapat terus berlanjut dalam jangka panjang.
“Kami berharap kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi ruang hijau yang berfungsi menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekowisata Kabupaten Maros. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan menjadi kunci agar upaya pelestarian lingkungan ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan,” tambahnya.
Ke depan, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan terus mendorong berbagai inisiatif yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, dan keinginan dengan tetap memperhatikan keselamatan penerbangan, sehingga keberadaan bandara dapat memberikan nilai tambah bagi dan lingkungan masyarakat di Kabupaten Maros
