Minggu, 02 Agustus 2026 19:27

Sinergi Kebijakan dan Akses Modal Mendorong UMKM Sulsel Naik Kelas melalui KKSS dan DigiFest 2026

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Gelaran Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKSS) dan South Sulawesi Digital Festival (DigiFest) 2026 yang berlangsung selama enam hari resmi ditutup.
Gelaran Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKSS) dan South Sulawesi Digital Festival (DigiFest) 2026 yang berlangsung selama enam hari resmi ditutup.

Penutupan KKSS dan DigiFest 2026 catatkan komitmen pembiayaan UMKM Sulsel Rp18,27 miliar dan transaksi Rp1,35 miliar lewat sinergi BI, Pemprov, dan perbankan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Gelaran Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKSS) dan South Sulawesi Digital Festival (DigiFest) 2026 yang berlangsung selama enam hari resmi ditutup. Lebih dari sekadar ajang seremonial tahunan, kolaborasi strategis antara Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Sulsel ini berhasil mencatatkan terobosan nyata dalam perluasan akses pembiayaan, akselerasi transaksi digital, hingga penguatan ekosistem UMKM berbasis budaya.

Hingga penutupan acara, perbankan mencatatkan komitmen penyaluran pembiayaan dan business matching senilai Rp18,27 miliar bagi pelaku UMKM potensial di Sulawesi Selatan. Komitmen terbesar disokong oleh Bank Mandiri sebesar Rp12,2 miliar dan Bank Sulselbar sebesar Rp6,1 miliar. Angka ini menjadi indikator kuat semakin terbukanya akses modal formal bagi usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu meningkatkan skala bisnis mereka.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Bayu Martanto, mengungkapkan bahwa ajang bertema Everyday Wastra Heritage Market ini berhasil menarik lebih dari 8.000 pengunjung dan melibatkan 1.000 UMKM.

Baca Juga : Peringati Hari Anak Nasional 2026, Pegadaian Dorong UMKM dan Edukasi Emas di Makassar

"Penyelenggaraan tahun ini menunjukkan perpaduan antara kemegahan budaya dan transformasi digital. Wastra sebagai identitas budaya tidak hanya dipertahankan nilai tradisinya, tetapi diperluas jangkauannya melalui teknologi digital agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar," ujar Bayu.

Pergerakan Ekonomi Rill dan Keuangan Sosial Digital

Dampak langsung terhadap perputaran ekonomi daerah terlihat dari capaian transaksi penjualan produk lokal yang menembus Rp1,35 miliar. Sebanyak 80 tenant—terdiri dari 48 tenant sektor wastra, fashion, kriya, dan perbankan, serta 32 tenant sektor kuliner khas daerah—menjadi bukti makin tingginya daya saing serta kreativitas produk lokal di mata masyarakat.

Baca Juga : Hadapi Tekanan Ekonomi Global, APINDO Gelar Rakerkonas ke-35 di Makassar untuk Rumuskan Solusi Dunia Usaha

Tak hanya mendorong sisi komersial, integrasi teknologi pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga memperluas jangkauan sektor keuangan sosial syariah. Melalui kerja sama dengan Dompet Dhuafa, terhimpun dana Wakaf Produktif sebesar Rp29 juta untuk pemberdayaan bibit rumput laut serta program pekarangan pangan terpadu komoditas cabai dan sayuran di Kabupaten Takalar. Selain itu, transaksi donasi digital dan edukasi via QRIS mencatatkan lebih dari 5.900 transaksi senilai belasan juta rupiah.

Komitmen Pemprov: Memperkuat Sinergi dan Akses Pasar Ekspor

Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Dr. Since Erna Lamba, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh menjadikan hasil dari KKSS dan DigiFest ini sebagai pijakan awal penguatan ekonomi daerah yang lebih masif.

Baca Juga : OJK Dorong Pengembangan UMKM Indonesia Timur Lewat Digitalisasi Keuangan dan Tokenisasi Aset Digital

"KKSS dan DigiFest adalah ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertumukan pemerintah, perbankan, dunia usaha, hingga akademisi. Tugas kita bersama bukan hanya melestarikan warisan budaya seperti wastra, melainkan menjadikannya sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui inovasi desain, penguatan merek, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan perluasan akses pasar berbasis digital," jelas Dr. Since.

Ia menambahkan, sinergi yang terbangun antara BI, Pemprov Sulsel, OJK, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memacu makin banyak UMKM lokal untuk "naik kelas", menembus pasar nasional hingga ekspor, serta membuka lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif. Langkah berkelanjutan ini sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai hub dan pusat pertumbuhan ekonomi utama di kawasan Indonesia Timur.

#KKSS 2026 #DigiFest 2026 #bank Indonesia #Pemprov Sulsel #umkm #Ekonomi Kreatif #QRIS #Wastra Sulsel #Bisnis Makassar #pembiayaan UMKM #Digitalisasi Ekonomi