Rabu, 22 Juli 2026 23:21

Jamsostek Award 2026 Jadi Panggung Inovasi Daerah, Tahap Wawancara Tingkat Provinsi Sulsel Resmi Ditutup

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Para tim penguji Jamsostek Award
Para tim penguji Jamsostek Award

Tahapan wawancara Jamsostek Award 2026 Sulawesi Selatan resmi ditutup setelah berlangsung tiga hari. Sepuluh pemerintah daerah memaparkan inovasi untuk mempercepat Universal Coverage Jamsostek dan memperluas perlindungan pekerja rentan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Tahapan wawancara Jamsostek Award Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 resmi ditutup di The Rinra Hotel Makassar, Rabu (22/7/2026), setelah berlangsung selama tiga hari sejak 20 Juli 2026. Selama rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pemerintah desa, hingga badan usaha memaparkan berbagai inovasi dan komitmen dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ).

Pada hari terakhir, sebanyak 10 pemerintah kabupaten/kota mengikuti sesi wawancara, yakni Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Enrekang, Luwu, Wajo, Luwu Timur, Bulukumba, Tana Toraja, Sidenreng Rappang (Sidrap), serta Pemerintah Kota Makassar dan Kota Palopo. Seluruh peserta mempresentasikan capaian, strategi, kebijakan, hingga inovasi daerah dalam meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Rahmat, mengatakan Jamsostek Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pemerintah desa, badan usaha, dan pelaku usaha yang menunjukkan komitmen, inovasi, serta kontribusi nyata dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baca Juga : Tekan Risiko Kemiskinan Ekstrem, Pemkot Makassar Sinergikan Inovasi 'Makassar Berjasa' Lewat 1.005 Agen Perisai

Ia menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan inisiatif bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah diselenggarakan sejak 2017. Memasuki penyelenggaraan tahun kesembilan, penghargaan ini resmi menggunakan nama Jamsostek Award, menggantikan nama sebelumnya, Paritrana Award.

"Jamsostek Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, badan usaha, dan pelaku usaha yang menunjukkan komitmen, inovasi, serta kontribusi nyata dalam mewujudkan Universal Coverage Jamsostek," ujarnya.

Menurut Suci, penghargaan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan peran aktif pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama bagi pekerja miskin, pekerja informal, dan kelompok rentan lainnya. Selain itu, penghargaan ini diharapkan mampu mendorong kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerjanya serta meningkatkan kepedulian dunia usaha terhadap pekerja rentan melalui berbagai program kolaboratif.

Baca Juga : Makassar Jadi Daerah Pertama di Indonesia Berikan Jaminan Hari Tua bagi Pekerja Rentan

"Harapan kami, manfaat program Jamsostek semakin luas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mencegah munculnya kemiskinan baru akibat risiko sosial ekonomi yang dialami pekerja," katanya.

Dalam sesi presentasi, masing-masing pemerintah daerah menyampaikan strategi percepatan Universal Coverage Jamsostek sesuai karakteristik wilayahnya.

Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, menyoroti masih dominannya pekerja sektor informal di daerahnya sehingga pemerintah terus memperkuat edukasi dan sosialisasi agar semakin banyak masyarakat memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga : Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan, ShopeeFood, dan Siloam Hospitals Perkuat Perlindungan Pengemudi Daring di Makassar

Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Nakertrans, Hasbar, memaparkan berbagai inovasi, seperti Program Aicing Care, pembentukan agen desa, integrasi kepesertaan melalui pelayanan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga pengalihan dana tali asih pensiunan PNS menjadi pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan yang telah melindungi lebih dari 25 ribu masyarakat.

Sementara itu, Bupati Luwu H. Patahudding menargetkan seluruh pekerja rentan di wilayahnya terlindungi BPJS Ketenagakerjaan pada 2028 melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan pemanfaatan program CSR. Bupati Wajo H. Andi Rosman memperkenalkan inovasi Satu ASN Satu Pekerja Rentan, sedangkan Bupati Luwu Timur Ir. H. Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Bulukumba H. Andi Edy Manaf menegaskan komitmen memperkuat perlindungan pekerja melalui penyusunan Peraturan Daerah.

Wali Kota Palopo Hj. Naili menyebut keikutsertaan Kota Palopo dalam Jamsostek Award untuk pertama kalinya menjadi momentum memperkuat komitmen daerah dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Serahkan Santunan Jaminan Kematian untuk Ahli Waris Jukir Perumda Parkir

"Target kami adalah mendorong kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terus meningkat hingga dapat menyamai keberhasilan Universal Health Coverage pada BPJS Kesehatan. Kami terus membangun kolaborasi dengan BAZNAS, Program ASN Care, hingga melibatkan perusahaan melalui pemanfaatan dana CSR agar semakin banyak pekerja rentan memperoleh perlindungan," ujarnya.

Selain daerah-daerah tersebut, Pemerintah Kota Makassar, Kabupaten Tana Toraja, dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) juga memaparkan berbagai kebijakan dan inovasi dalam mendukung perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Ketua APINDO Sulawesi Selatan sekaligus anggota dewan juri Jamsostek Award 2026, Suhardi, menilai kualitas presentasi para pemerintah daerah tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, berbagai inovasi yang dipaparkan tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan angka kepesertaan, tetapi juga mulai mengarah pada pembangunan sistem perlindungan yang berkelanjutan melalui regulasi daerah, kolaborasi dengan dunia usaha, serta penguatan perlindungan bagi pekerja rentan.

Baca Juga : Sidrap Diganjar Penghargaan Paritrana Award 2020

Ia juga mengapresiasi kehadiran langsung para kepala daerah dalam proses wawancara. Menurut Suhardi, hal tersebut menjadi indikator bahwa isu jaminan sosial ketenagakerjaan telah menjadi bagian dari agenda strategis pembangunan daerah. "Komitmen para pimpinan daerah ini menjadi modal penting untuk mempercepat terwujudnya Universal Coverage Jamsostek di Sulawesi Selatan. Tantangannya kini adalah memastikan seluruh komitmen tersebut diwujudkan secara konsisten melalui kebijakan yang berkelanjutan sehingga semakin banyak pekerja, khususnya pekerja rentan, yang memperoleh perlindungan jaminan sosial," katanya.

Dengan berakhirnya tahapan wawancara tingkat provinsi yang telah berlangsung selama tiga hari, BPJS Ketenagakerjaan berharap Jamsostek Award 2026 mampu melahirkan semakin banyak inovasi daerah dalam mempercepat terwujudnya Universal Coverage Jamsostek. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan.

#Jamsostek Award 2026 #Jamsostek Award Sulawesi Selatan #BPJS Ketenagakerjaan Sulsel #perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan #BPJS Ketenagakerjaan Makassar #Paritrana Award #pemerintah daerah Sulawesi Selatan #BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku #Jamsostek Award 2026 Makassar