Minggu, 05 Juli 2026 10:33

Komitmen Sosial Pegadaian Wilayah VI Gelar Khitanan Modern Tanpa Jahitan untuk 130 Anak

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Peserta Khitanan Massal PT Pegadaian wilayah VI Makassar, minggu (5/7)
Peserta Khitanan Massal PT Pegadaian wilayah VI Makassar, minggu (5/7)

Pimpinan Wilayah VI Pegadaian Pratikno & dr Yogama (Synaps) gelar khitanan massal modern tanpa jahitan di Makassar. Pemulihan cepat 1-2 hari

RAKYATKU. COM, MAKASSAR-- PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua (Sulselbar) merealisasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara masif melalui agenda khitanan massal. Mengangkat tema besar menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia, kegiatan ini menyasar 130 anak dari berbagai wilayah kerja kantor area.

Pimpinan wilayah VI Pegadaian Makassar, Pratikno mengungkapkan langkah ini menjadi bentuk kepedulian nyata Pegadaian di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang tertekan akibat fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas harian.

Eskalasi Kuota dan Perluasan Wilayah Operasional

Baca Juga : Investasi Masa Depan: Lewat Program ‘Gold Generation’, Pegadaian Sasar Sektor Pendidikan di Pesisir Luwu

Pratikno mengungkapkan berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya berfokus pada titik tertentu dengan kuota terbatas 100 anak, tahun ini Pegadaian menaikkan alokasi anggaran hingga 30 persen. Kebijakan ini berdampak pada perluasan wilayah pelaksanaan yang kini mencakup seluruh kantor area di bawah koordinasi Kanwil Sulselbar.

Pratikno menegaskan bahwa peningkatan ini didasari komitmen BUMN untuk memberikan kontribusi yang lebih luas dan merata bagi masyarakat yang membutuhkan. Untuk menjamin aspek higienitas dan keamanan prosedur, pihak penyelenggara menerjunkan 20 tenaga medis yang dibagi ke dalam 10 tim profesional. Seluruh proses khitanan dioperasikan menggunakan teknologi medis modern guna meminimalkan risiko pasca-tindakan.

Selain membuka pendaftaran secara daring untuk masyarakat umum di unit-unit kerja Kota Makassar, mayoritas peserta yang terjaring dalam program ini merupakan putra-putri dari nasabah setia Pegadaian.

Baca Juga : Pegadaian Makassar Sukses Daratkan Aplikasi ‘Tring!’ Lewat Event Tring It Up

Intervensi Finansial: Kurangi Beban Domestik dan Edukasi Investasi Emas

Pratikno menambahkan Khitanan massal ini dirancang secara terintegrasi untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi rumah tangga. Secara komersial, biaya khitan mandiri dengan penanganan dokter spesialis dan teknologi modern saat ini berada di atas Rp1 juta per anak. Melalui program ini, seluruh biaya tersebut digratiskan, dilengkapi dengan pemberian paket fasilitas penunjang berupa:

Tas sekolah baru

Baca Juga : Dominasi Regional: PT Pegadaian Sabet Gelar ‘Best Company to Work For in Asia’ untuk Kedelapan Kalinya

Buku dan alat tulis pelajaran

Dana stimulan tunai untuk kebutuhan tahun ajaran baru

Selain memberikan bantuan materiil, Pegadaian memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi para orang tua mengenai pentingnya persiapan dana pendidikan anak sejak dini. Berdasarkan data historis, inflasi biaya pendidikan di Indonesia mengalami kenaikan berkisar antara 10 persen hingga 15 persen setiap tahunnya.

Baca Juga : Hebat, Pegadaian Catat Laba Rp.1,4 T di Kuartal I/2024

Manajemen mengingatkan bahwa menyimpan dana masa depan dalam bentuk mata uang konvensional (fiat money) sangat rentan terhadap penurunan nilai tukar. Sebaliknya, instrumen berbasis emas dinilai menjadi solusi paling relevan untuk melakukan lindung nilai (hedging) terhadap tabungan pendidikan jangka panjang.

Integrasi Metode Modern Tanpa Jahitan dan Pemulihan Kilat

Untuk memastikan jalannya tindakan medis berskala besar ini aman dan profesional, Pegadaian berkolaborasi secara taktis dengan tim medis profesional. Perwakilan dari Synaps, dr. Yogama, menjelaskan bahwa standardisasi tindakan khitanan massal kali ini telah mengadopsi kemajuan teknologi kedokteran terbaru yang jauh berbeda dari metode konvensional masa lalu.

Baca Juga : PT Pegadaian Gandeng Perusahaan Sekuritas Ternama Luncurkan Obligasi dan Sukuk

"Sunatan ini tidak seperti dulu, sekarang lebih modern karena tanpa jahitan sehingga proses pemulihannya bisa berlangsung jauh lebih cepat, yakni sekitar satu hingga dua hari saja," urai dr. Yogama.

Sebelum tindakan inti dimulai, tim medis akan melakukan sterilisasi dengan membersihkan area yang akan disunat secara menyeluruh. Anak-anak kemudian akan diberikan tindakan pembiusan (anestesi) lokal yang terukur untuk meminimalkan dan mengurangi rasa sakit selama prosedur berlangsung.

Panduan Medis Pasca-Tindakan: Nutrisi dan Perawatan Luka

Baca Juga : PT Pegadaian Gandeng Perusahaan Sekuritas Ternama Luncurkan Obligasi dan Sukuk

Guna menjamin hasil pemulihan yang optimal bagi para peserta, dr. Yogama juga membagikan panduan klinis mengenai perawatan pasca-khitan yang harus diperhatikan oleh para orang tua di rumah:

Asupan Makanan: Secara medis sebenarnya tidak ada pantangan makanan tertentu pasca-sunat. Namun, pemberian jenis makanan tetap harus disesuaikan dengan kondisi riwayat alergi masing-masing anak.

Higienitas Luka: Untuk menjaga kebersihan luka dan mempercepat pengeringan, area bekas sunat dapat dioleskan cairan antiseptik seperti betadine.

Baca Juga : PT Pegadaian Gandeng Perusahaan Sekuritas Ternama Luncurkan Obligasi dan Sukuk

Cairan Pengganti Antiseptik: Apabila persediaan betadine habis, orang tua diinstruksikan untuk membersihkan area luka menggunakan air infus (saline solution).

Larangan Penggunaan Alkohol: Tim medis menegaskan bahwa luka bekas sunat sama sekali tidak boleh dibersihkan menggunakan alkohol karena dapat memicu iritasi berat dan memperlambat pemulihan jaringan jaringan sel kulit baru.

#PT Pegadaian #Pratikno Pegadaian #dr Yogama #Synaps Medis #Sunat Modern Tanpa Jahitan #Perawatan Luka Sunat #Investasi Emas Dana Pendidikan #CSR Pegadaian Wilayah VI #Berita Kesehatan Makassar #Khitanan Massal 2026