Selasa, 23 Juni 2026 20:03

Merawat Ingatan Sejarah, Bedah Buku Ajoeba Wartabone Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan bagi Generasi Muda

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kegiatan bedah buku yang mengulas perjalanan hidup, perjuangan, dan pemikiran Ajoeba Wartabone
Kegiatan bedah buku yang mengulas perjalanan hidup, perjuangan, dan pemikiran Ajoeba Wartabone

Bedah buku Ajoeba Wartabone di Makassar jadi ruang refleksi sejarah. Roeland Niode & Fadel Muhammad ajak generasi muda teladani nilai kepemimpinannya.

RAKYATKU. COM, MAKASSAR – Kegiatan bedah buku yang mengulas perjalanan hidup, perjuangan, dan pemikiran Ajoeba Wartabone sukses digelar di Kota Makassar. Forum ini menjadi ruang refleksi mendalam untuk mengenalkan kembali sosok salah satu putra terbaik bangsa yang telah menorehkan jejak pengabdian dan kontribusi besar, khususnya bagi masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh lintas generasi, akademisi, pegiat literasi, hingga kelompok pemuda yang antusias menggali nilai-nilai kepemimpinan dan keteladanan sang tokoh yang dinilai masih sangat relevan dengan tantangan Indonesia saat ini.

Tanggung Jawab Moral Meneruskan Warisan Pemikiran

Baca Juga : Peserta Jalan Sehat Milad Unismuh Tembus 3.000 Orang, Panitia Optimistis Capai 4.000 Peserta

Penyelenggara kegiatan sekaligus cucu tertua Ajoeba Wartabone, Roeland Niode, mengungkapkan bahwa inisiasi bedah buku ini lahir dari sebuah tanggung jawab moral untuk merawat serta mentransfer memori sejarah kepada generasi penerus agar tidak lekang oleh waktu.

“Sebagai cucu, saya tumbuh dengan cerita tentang pengabdian dan perjuangan Kakek Ajoeba Wartabone. Namun bagi saya, yang terpenting bukanlah hubungan keluarga kami, melainkan bagaimana nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan pengabdiannya dapat terus dikenal oleh generasi muda. Saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut merawat dan menyampaikan warisan pemikiran beliau kepada masyarakat luas,” tutur Roeland.

Ia menegaskan bahwa dimensi perjuangan Ajoeba Wartabone melampaui batas-batas sekat keluarga. “Beliau adalah kakek saya secara biologis, tetapi warisan perjuangan dan pengabdiannya adalah milik bangsa Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga : Menuju Kontribusi Hijau, Sekretariat DPRD Makassar Matangkan SK Pengelolaan Sampah Internal

Bangsa yang Besar Mampu Merawat Ingatan Tokohnya

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Lamahu, Fadel Muhammad, yang turut hadir dalam forum tersebut menekankan pentingnya mendokumentasikan rekam jejak para pejuang nasional sebagai bagian dari kekayaan sejarah kolektif bangsa.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu merawat ingatan terhadap para tokohnya. Sosok Ajoeba Wartabone menyimpan banyak pelajaran tentang keberanian, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, penting bagi kita untuk terus menggali, mendokumentasikan, dan memperkenalkan kembali jejak perjuangannya,” tegas Fadel.

Baca Juga : Komitmen Mutu Berkelanjutan, Kebidanan dan Profesi Bidan FKIK Unismuh Makassar Hadapi Asesmen Lapangan LAM-PTKes

Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya ruang diskusi publik berbasis literasi sejarah ini. Perwakilan Pemkot Makassar menilai forum seperti ini memegang esensi vital dalam membentuk karakter kebangsaan generasi muda. Semangat keteladanan yang diwariskan oleh Ajoeba Wartabone diharapkan dapat terus dihidupkan melalui ruang-ruang diskusi serupa guna menginspirasi generasi masa kini dan masa depan.

#Ajoeba Wartabone #bedah buku #Roeland Niode #Fadel Muhammad #Lamahu #Tokoh Indonesia Timur #Literasi Sejarah #Berita Makassar #Karakter Kebangsaan #Pemikiran Tokoh