Selasa, 09 Juni 2026 11:50

Perkuat Fondasi TLKM 30, RUPST Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Aksi Buyback Rp4 Triliun

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
 (Kiri-Kanan) Direktur Legal & Compliance Andy Kelana, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Seno Soemadji, Direktur Network Nanang Hendarno, Direktur Enterprise & Business Service Veranita Yosephine, Direktur Utama Dian Siswarini, Direktur Human Capital Management Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Arthur Angelo Syailendra, Direktur IT Digital Faizal R. Djoemadi, Direktur Wholesale & Internasional Service Budi Satria Dharma Purba usai agenda RUPS Tahunan tahun buku 2025 yang dilaksanakan secara daring di Jakarta, Senin (8/6).
(Kiri-Kanan) Direktur Legal & Compliance Andy Kelana, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Seno Soemadji, Direktur Network Nanang Hendarno, Direktur Enterprise & Business Service Veranita Yosephine, Direktur Utama Dian Siswarini, Direktur Human Capital Management Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Arthur Angelo Syailendra, Direktur IT Digital Faizal R. Djoemadi, Direktur Wholesale & Internasional Service Budi Satria Dharma Purba usai agenda RUPS Tahunan tahun buku 2025 yang dilaksanakan secara daring di Jakarta, Senin (8/6).

RUPST Telkom Indonesia setujui dividen tunai Rp21,9 triliun, aksi buyback saham Rp4 triliun, dan umumkan susunan dewan komisaris baru hasil buku 2025.

RAKYATKU.COM, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara daring pada Senin, 8 Juni 2026. Dalam forum tertinggi tersebut, para pemegang saham memberikan restu terhadap tiga agenda krusial Perseroan, yakni alokasi laba bersih untuk dividen, program pembelian kembali saham (buyback), serta perombakan susunan pengurus untuk mengawal kelanjutan transformasi TelkomGroup di tahun 2026.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa keputusan pembayaran dividen ini diambil dengan mempertimbangkan keseimbangan yang cermat antara tingkat pengembalian untuk pemegang saham dan kebutuhan investasi strategis jangka panjang korporasi.

"Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat. Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," ujar Dian Siswarini.

Alokasi Dividen dan Jadwal Pembayaran

Para pemegang saham menyetujui total pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun. Rasio penarikan dividen tersebut bersumber dari dua pos keuangan, yaitu:

Sekitar Rp17,8 triliun dialokasikan dari keseluruhan laba bersih yang diperoleh Perseroan sepanjang tahun buku 2025.

Sisanya, sekitar Rp4,2 triliun, diambil dari laba ditahan Perseroan dari tahun sebelumnya.

Manajemen menjadwalkan pembayaran dividen tunai ini akan dilakukan selambat-lambatnya pada 10 Juli 2026. Adapun pemegang saham yang berhak menerima adalah mereka yang namanya tercatat secara resmi dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 19 Juni 2026.

Strategi Buyback Saham Rp4 Triliun

Guna meningkatkan nilai pemegang saham serta menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah dinamika pasar yang fluktuatif, RUPST menyetujui program buyback saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun.

Aksi korporasi ini akan dieksekusi melalui bursa efek maupun di luar bursa, baik dilaksanakan secara bertahap atau sekaligus. Seluruh proses buyback ditargetkan rampung dalam periode 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan RUPST, yakni terhitung sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Penyegaran Struktur Pengurus Dewan Komisaris & Direksi

Untuk memperkuat fungsi pengawasan dan mengawal ketat agenda transformasi digital nasional yang kian kompleks, RUPST menyetujui perubahan susunan pengurus Dewan Komisaris. Berikut adalah formasi terbaru manajemen Telkom Indonesia hasil RUPST Buku 2025:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo

Komisaris Independen: Deswandhy Agusman

Komisaris Independen: Anthony Leong

Komisaris Independen: Ira Noviarti

Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim

Komisaris: Rizal Mallarangeng

Komisaris: Edwin Hidayat Abdullah

Komisaris: Ossy Dermawan

Jajaran Direksi

Direktur Utama: Dian Siswarini

Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine

Direktur Human Capital Management: Willy Saelan

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra

Direktur Network: Nanang Hendarno

Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji

Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba

Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi

Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana

Progres Masif Transformasi TLKM 30

Sepanjang 2025 hingga kuartal pertama 2026, Telkom mencatatkan kemajuan signifikan dalam eksekusi empat pilar strategi transformasi TLKM 30:

1. Kinerja Keuangan & Operational Excellence

Telkom berhasil mencatatkan pendapatan total sebesar Rp146,74 triliun, dengan capaian EBITDA Rp72,24 triliun dan laba bersih (net income) sebesar Rp17,81 triliun di tahun 2025. Perusahaan juga sukses memacu efisiensi biaya lewat skema TOTEX, penguatan tata kelola (Governance Reset), implementasi pensiun dini, serta perbaikan arus kas operasional.

Sebagai bagian dari komitmen total governance reset, Telkom mempercepat depresiasi aset yang memicu kontraksi pada angka laba bersih. Namun, manajemen menegaskan dampak tersebut murni bersifat non-tunai (non-cash), sehingga fundamental bisnis operasional dan likuiditas kas tetap kokoh.

2. Streamlining Portofolio Bisnis

Perseroan melakukan perampingan terhadap enam entitas anak usaha yang dinilai non-inti (non-core) guna fokus kembali ke bisnis inti telekomunikasi dan digital. Salah satu tonggak pentingnya adalah penyelesaian transaksi divestasi AdMedika Group pada 2 Juni 2026.

3. Unlocking Value Aset Infrastruktur

Telkom telah memulai monetisasi aset fiber melalui proses pemisahan (spin-off) bisnis wholesale fiber connectivity ke entitas InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026. Korporasi juga membuka kembali peluang kemitraan strategis untuk bisnis pusat data (data center).

4. Modus-operandi Shift

Perusahaan kini mulai bertransisi sepenuhnya ke model Holding Company – Operating Company (HoldCo–OpCo) dengan sistem pelaporan berbasis segmen untuk menggenjot aspek transparansi serta akuntabilitas kinerja di mata publik.

"Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global," tutup Dian.

#dividen telkom 2026 #buyback saham tlkm #susunan komisaris telkom baru #strategi transformasi tlkm 30