RAKYATKU.COM – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyambut kedatangan perdana jemaah haji Debarkasi Makassar tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang tiba dari Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (1/6).
Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 1401 mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 22.30 WITA, menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji melalui Debarkasi Makassar.
Kedatangan kloter perdana tersebut menjadi awal pelaksanaan operasional debarkasi haji tahun 2026 yang akan berlangsung hingga 1 Juli 2026.
Baca Juga : Posko Nataru 2025/2026 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Mulai Operasikan Hari Ini
Setibanya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, para jemaah akan melalui serangkaian proses kedatangan, termasuk pemeriksaan oleh Bea Cukai, sebelum selanjutnya diberangkatkan menuju Asrama Haji untuk mengikuti tahapan penerimaan dan penyambutan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Dalam mendukung operasional debarkasi, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin telah menyiapkan personel operasional serta fasilitas pendukung guna memastikan seluruh proses kedatangan jemaah berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kesiapan tersebut juga didukung melalui koordinasi dan sinergi bersama Kementerian Agama, maskapai penerbangan, instansi pemerintah, serta stakeholder terkait lainnya.
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga memberikan perhatian terhadap aspek pelayanan bagi jemaah, khususnya lansia dan jemaah yang membutuhkan bantuan khusus. Berbagai fasilitas pendukung serta pendampingan petugas disiapkan untuk membantu mobilitas jemaah sejak tiba di bandara hingga melanjutkan perjalanan menuju Asrama Haji.
Baca Juga : Posko Angkutan Udara Lebaran 2025 di Bandara Sultan Hasanuddin Resmi Beroperasi
General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyampaikan bahwa seluruh personel dan fasilitas telah disiapkan untuk mendukung kelancaran proses debarkasi haji tahun ini.
“Kami menyambut kedatangan jemaah haji dengan memastikan seluruh proses operasional berjalan aman, tertib, dan lancar melalui sinergi bersama seluruh stakeholder yang terlibat. Kesiapan personel, fasilitas, serta koordinasi yang baik menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah,” ujarnya.
Ruly Artha menegaskan bahwa pelayanan kepada jemaah tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga kenyamanan selama proses kedatangan berlangsung. “Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang ramah dan responsif bagi seluruh jemaah, termasuk
Baca Juga : Bandara Sultan Hasanuddin Siap Hadapi Puncak Arus Mudik Lebaran 2025
bagi lansia dan jemaah yang membutuhkan perhatian khusus. Harapannya, proses kepulangan ke Tanah Air dapat berjalan dengan nyaman hingga seluruh rangkaian debarkasi selesai dilaksanakan,” tambahnya.
