Senin, 11 Mei 2026 18:16

OJK Sulselbar Perkuat Akses Keuangan Nelayan di Sinjai Lewat Program EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
OJK Sulselbar Perkuat Akses Keuangan Nelayan di Sinjai Lewat Program EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih

OJK Sulselbar bersama TPAKD Sinjai memperkuat literasi dan akses keuangan masyarakat nelayan melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif di Desa Tongke-Tongke.

RAKYATKU.COM, SINJAI Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus memperkuat pengembangan ekosistem keuangan inklusif bagi masyarakat pesisir melalui sinergi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan formal bagi masyarakat nelayan sekaligus meningkatkan literasi keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi antara OJK Sulselbar, industri jasa keuangan, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Kabupaten Sinjai (TPAKD) sebagai bagian dari percepatan inklusi keuangan di daerah.

Baca Juga : Sambut HUT ke-14, Aston Makassar Edukasi Puluhan Siswa SD Lewat “Kid’s Hotel Adventure”

Desa Tongke-Tongke dipilih sebagai lokasi program karena memiliki potensi ekonomi pesisir dan aktivitas nelayan yang cukup besar. Kehadiran Program EKI di wilayah tersebut diharapkan mampu membuka akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan produktif.

Selain memperluas akses layanan keuangan formal, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga dan mengembangkan usaha berbasis sektor kelautan dan perikanan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, akses pembiayaan usaha, pemanfaatan produk tabungan dan asuransi, hingga penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.

Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Perkuat Pendidikan Al-Qur’an di Pelosok Pinrang, Puluhan Guru Mengaji Ikuti Standardisasi Metode Tilawati

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat nelayan diharapkan tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Kegiatan ini dibuka oleh Arif Machfoed selaku Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Perizinan LJK Kantor OJK Sulselbar.

Dalam sambutannya, Arif menegaskan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki potensi ekonomi besar namun masih menghadapi keterbatasan akses keuangan formal.

Baca Juga : Pertamina Tambah 392 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulawesi, Antisipasi Lonjakan Konsumsi Saat Long Weekend

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan OJK menjadi faktor utama dalam membangun ekosistem keuangan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke desa-desa.

“Program ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam memperkuat ekonomi masyarakat nelayan melalui akses keuangan yang lebih luas, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujarnya.

OJK Sulselbar menegaskan akan terus mendorong implementasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif di berbagai daerah sebagai bagian dari komitmen memperluas akses keuangan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berdaya saing.

#OJK sulselbar #sinjai #Desa Tongke-Tongke #nelayan #Inklusi keuangan #literasi keuangan #Program EKI #Kampung Nelayan Merah Putih #TPAKD #Sulawesi Selatan