Kamis, 23 April 2026 17:15

DPRD Makassar Minta Pemkot Sanksi Sekolah yang Gelar Perpisahan di Luar

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
DPRD Makassar Minta Pemkot Sanksi Sekolah yang Gelar Perpisahan di Luar

“Sekolah seharusnya lebih peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Kami akan memanggil Dinas Pendidikan untuk meminta sanksi tegas bagi sekolah mana pun yang terbukti mengabaikan aturan tersebut agar ada efek jera,”

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menindak tegas sekolah yang masih nekat menggelar acara perpisahan di luar lingkungan sekolah.

“Belajar dari tahun sebelumnya, meskipun surat edaran telah disampaikan secara tegas, masih banyak pelanggaran yang terjadi tanpa diikuti pemberian sanksi. Aturan yang ada belum dijalankan secara maksimal,” kata Ari pada Kamis (23/4/2026).

Ari menyebut DPRD Makassar telah berulang kali merekomendasikan penghentian kegiatan perpisahan di luar sekolah yang membebani orang tua. Untuk itu, ia menyebut pihaknya akan segera memanggil resmi Dinas Pendidikan Kota Makassar terkait hal itu 

Baca Juga : Anggota DPRD Makassar Minta Pemkot Atensi Munculnya Pamflet Loker Manusia Silver

“Sekolah seharusnya lebih peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Kami akan memanggil Dinas Pendidikan untuk meminta sanksi tegas bagi sekolah mana pun yang terbukti mengabaikan aturan tersebut agar ada efek jera,” ungkap politisi Partai Nasdem tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memberikan ultimatum keras kepada seluruh guru dan kepala sekolah negeri yang masih nekat menggelar acara penamatan di luar sekolah jika membebani orang tua siswa secara finansial.

"Tidak ada pembiaran, sanksi menanti kepala sekolah dan guru jika melanggar. Kalau sekolah tidak punya anggaran, tidak punya biaya, jangan paksakan menggelar kegiatan penamatan. Jangan memberatkan orang tua siswa," tegas Munafri, Selasa (21/4/2026). 

Baca Juga : 1377 Siswa SMP Makassar Tak Terdaftar di DAPODIK, DPRD Gelar RDP

Appi mengingatkan bahwa saat ini tengah berlangsung proses rotasi dan pergantian kepala sekolah. Ia menegaskan, jabatan kepala sekolah bisa menjadi taruhan jika tetap membandel dan melanggar kebijakan yang telah ditetapkan.

"Jangan sampai karena kegiatan seperti ini, justru berdampak pada posisi kepala sekolah. Bisa saja dicopot kalau tidak patuh," tegasnya lagi.

#Ari Ashari Ilham