RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Kalla Institute kembali menunjukkan daya saing akademiknya di tingkat nasional setelah delapan dosennya lolos pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi indikator meningkatnya kualitas riset di lingkungan kampus vokasi berbasis bisnis dan teknologi tersebut. Dari proses seleksi nasional yang berlangsung sejak akhir 2025, hanya proposal dengan kualitas substansi, relevansi, dan potensi dampak yang dinyatakan layak didanai.
Delapan dosen yang berhasil memperoleh hibah tersebut adalah Furqan Zakiyabarsi, Rezty Amalia Aras, Mardiatul Jannah, Muh. Taufan Gunawan, Syarief Dienan Yahya, Kiki Resky Ramdhani S., Mulyana Sari, dan Rahmat Syarif.
Baca Juga : Kalla Imbau Hentikan Aksi Dukungan ke Jusuf Kalla, Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas
Rektor Kalla Institute, Syamril, menilai keberhasilan ini sebagai bukti bahwa kualitas akademik dosen tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi mampu menghasilkan riset yang relevan dan berdampak.
“Harapannya, penelitian dan pengabdian ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi pada pembangunan,” ujarnya.
Di balik capaian tersebut, peran sistem pendukung riset di internal kampus turut menjadi faktor penting. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kalla Institute, dosen mendapatkan pendampingan mulai dari penyusunan proposal hingga peningkatan kualitas riset melalui workshop rutin.
Baca Juga : Bugis Waterpark Genjot Kunjungan Akhir Pekan Lewat Promo Tiket Hemat “Funventure”
Kepala LPPM, Habib Muhammad Shahib, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil konsistensi dan kerja kolektif dalam membangun budaya riset yang lebih adaptif dan kompetitif.
Ke depan, Kalla Institute menargetkan penguatan riset terapan yang tidak hanya berorientasi publikasi, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang bisnis dan teknologi. Langkah ini sekaligus menjadi strategi kampus dalam meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan sosial.
Dengan semakin banyaknya dosen yang mampu menembus pendanaan nasional, Kalla Institute berupaya memperluas kolaborasi riset dan mendorong lahirnya inovasi yang berdampak luas, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri.
