Rabu, 15 April 2026 10:08

Kapal Antar Pulau Makassar Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kapal Antar Pulau Makassar Segera Beroperasi, Gratis Layani Warga Kepulauan

"Kalau Kodingareng memang masih kami pikirkan, karena posisinya lebih keluar. Tapi kalau nanti ada tambahan kapal, bisa saja dibuat rute khusus Barrang Lompo ke Kodingareng,"

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menghadirkan layanan transportasi laut yang terintegrasi bagi masyarakat kepulauan. Upaya tersebut kini memasuki tahap konkret setelah adanya sinyal dukungan penambahan armada kapal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengungkapkan bahwa rencana penambahan armada tersebut telah mulai masuk tahap teralokasi. Pemerintah Kota Makassar diproyeksikan akan menerima kapal untuk memperkuat konektivitas antar pulau di wilayahnya.

"Nanti kita minta tambahan armada dari Direktur Perhubungan Laut. Nah, itu sudah dialokasikan, mudah-mudahan ada kapal yang dialokasikan. Satu dalam waktu dekat akan masuk proses penyerahan," ujar Munafri.

Baca Juga : Prioritas Kebutuhan Masyarakat, Appi Pastikan Tak Ada Pengadaan Kendaraan Dinas Baru di Makassar

Upaya tersebut menunjukkan titik terang, itu saat pertemuan strategis bersama jajaran Kementerian Perhubungan Laut yang turut disaksikan oleh Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Capt. Rudi Susanto, digelar di ruang rapat direktur kampus tersebut, Jalan Salodong, Makassar, Selasa (14/4/2026). 

Upaya ini difokuskan pada penguatan layanan transportasi laut antar pulau, khususnya bagi masyarakat di wilayah kecamatan kepulauan yang selama ini sangat bergantung pada moda transportasi laut tradisional, yang akrab dikenal sebagai "pete-pete laut". 

Kehadiran layanan yang lebih terintegrasi dan memadai dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna menunjang aktivitas ekonomi, sosial, hingga akses terhadap layanan dasar masyarakat kepulauan.

Baca Juga : Munafri Arifuddin buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat di kampus PIP Makassar

Apalagi, bentang geografis kepulauan yang menjadi ciri khas Kota Makassar, kebutuhan akan konektivitas transportasi laut bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan urat nadi utama mobilitas masyarakat. 

"Meski saat ini Pemerintah Kota Makassar telah memiliki satu unit kapal untuk operasional, tapi butuh tambahan kapal sebelum beroperasi," katanya. 

Pertemuan di kampus PIP ini, menjadi momentum penting dalam mendorong realisasi dukungan pusat terhadap penguatan konektivitas laut Makassar yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga : Pemkot Makassar Genjot Pembenahan TPA Antang Menuju Sanitary Landfill

Menurutnya, kehadiran armada kapal baru nantinya akan menjadi solusi strategis dalam menjawab kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini masih terbatas. 

Kapal tersebut nantinya akan difungsikan sebagai moda transportasi reguler yang menghubungkan pulau satu dengan pulau lainnya, yang memiliki trayek tetap.

"Kita pastikan bahwa kapal itu akan menjadi alat transportasi masyarakat di pulau-pulau untuk menghubungkan antar pulau. Jadi seperti pete-pete yang memutari trayek yang ada," jelasnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Komitmen Dukung MBG, Gerakkan Pasar Tradisional dan Ekonomi Lokal

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Makassar sejatinya telah lebih dulu menyiapkan satu unit kapal percontohan. Hanya saja, masih butuh survei jalur pajak layaran. 

Armada ini akan segera diluncurkan sebagai tahap uji coba operasional sebelum sistem transportasi laut tersebut diterapkan secara lebih luas.

"Kita sudah punya satu percobaan, nanti kita akan launching untuk percontohan itu," tambahnya.

Baca Juga : APPI Tekankan Akselerasi digitalisasi untuk Tingkatkan PAD

Selain itu, satu unit kapal lainnya juga direncanakan akan dihadirkan melalui skema kerja sama dengan pihak terkait Kementerian Perhubungan, sebagai bagian dari strategi kolaboratif dalam memperkuat layanan transportasi laut di Makassar.

Munafri menegaskan, seluruh langkah ini merupakan bagian dari visi Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan konektivitas wilayah yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. 

"Apa yang kami lakukan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan Kepulauan," tutup Appi.

Baca Juga : APPI Tekankan Akselerasi digitalisasi untuk Tingkatkan PAD

Sedangkan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei rute pelayaran sekaligus menghitung kebutuhan operasional kapal, termasuk estimasi penggunaan BBM dan waktu tempuh.

"Jadi, kami mulai dari daratan menuju Barrang Lompo, kemudian kami hitung kebutuhan BBM dan waktu tempuhnya. Dari pulau Barrang Lompo, rutenya ke Lumu-Lumu, Langkai, lalu ke Lanjukang, kemudian kembali lagi melalui Barrang Lompo ke Bonetambung, Lumu-Lumu, Lanjukang, turun ke Langkai, dan kembali ke Barrang Lompo. Itu rute yang sudah kami survei," kata Rheza.

Untuk wilayah Pulau Kodingareng, masih dalam tahap kajian karena letaknya yang lebih jauh ke arah laut lepas. 

Baca Juga : APPI Tekankan Akselerasi digitalisasi untuk Tingkatkan PAD

Namun, tidak menutup kemungkinan rute tersebut akan dilayani apabila terdapat tambahan armada di masa mendatang.

"Kalau Kodingareng memang masih kami pikirkan, karena posisinya lebih keluar. Tapi kalau nanti ada tambahan kapal, bisa saja dibuat rute khusus Barrang Lompo ke Kodingareng," ujarnya.

#Munafri Arifuddin