Senin, 09 Maret 2026 11:56

KPPU Sidak Pasar Terong Makassar, Harga Ayam, Telur, dan Cabai Mulai Naik Jelang Lebaran

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Dari hasil pemantauan di lapangan, tim KPPU menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas utama seperti daging ayam, telur, dan cabai. Meski demikian, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas harga di pasar.
Dari hasil pemantauan di lapangan, tim KPPU menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas utama seperti daging ayam, telur, dan cabai. Meski demikian, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas harga di pasar.

KPPU Makassar melakukan sidak di Pasar Terong untuk memantau harga pangan jelang Idulfitri. Harga ayam, telur, dan cabai mengalami kenaikan ringan, sementara stok beras Bulog dipastikan aman.

RAKYATKU. COM, MAKASSAR — Menjelang perayaan Idulfitri, pengawasan terhadap stabilitas harga bahan pangan mulai diperketat. Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar melakukan inspeksi mendadak di Pasar Terong Makassar, Senin (9/3), untuk memantau perkembangan harga dan distribusi komoditas pangan di pasar tradisional.

Dari hasil pemantauan di lapangan, tim KPPU menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas utama seperti daging ayam, telur, dan cabai. Meski demikian, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas harga di pasar.

Plt Kepala Kanwil VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu, mengatakan pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali menjelang hari raya.

Baca Juga : IM3 Perkenalkan Satspam+ di Makassar, Perkuat Perlindungan Pelanggan dari Ancaman Penipuan Digital

“Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar atau gangguan distribusi komoditas pangan,” ujarnya.

Menurut Hasiholan, kenaikan harga yang terjadi saat ini berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram, atau secara persentase masih berada di bawah dua persen.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada produksi dan pasokan di tingkat petani.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Hadirkan Mudik Gratis MyPertamina, Sediakan 6 Bus untuk Tiga Rute di Sulsel–Sulbar

“Untuk komoditas cabai, kondisi cuaca mempengaruhi pasokan sehingga berdampak pada harga di pasar,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, KPPU juga mencermati kemungkinan peningkatan permintaan akibat program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di sejumlah daerah.

Berdasarkan informasi dari pedagang, program tersebut turut mendorong peningkatan permintaan terhadap komoditas seperti telur dan daging ayam, meskipun ketersediaan pasokan hingga kini masih dinilai mencukupi.

Baca Juga : Pasar Hybrid Tumbuh, Kalla Toyota Resmi Pasarkan Veloz Hybrid EV

“Permintaan memang sedikit meningkat, khususnya untuk telur dan ayam, namun dari sisi pasokan masih relatif aman,” kata Hasiholan.

KPPU menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan perdagangan komoditas pangan untuk mengantisipasi potensi praktik penahanan pasokan maupun permainan harga oleh pelaku usaha.

“Jika ditemukan indikasi pelanggaran dalam proses niaga, kami akan memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan,” tegasnya.

Baca Juga : Kawasan Summarecon Mutiara Makassar Kian Berkembang, Dari Pendidikan Hingga Event Internasional

Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Karmila Hasmin Marunta, memastikan ketersediaan beras di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.

Ia menyebutkan bahwa saat ini stok beras Bulog di wilayah Sulsel dan Sulbar mencapai sekitar 526 ribu ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga setelah Idulfitri.

“Kami bersama KPPU, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga beras medium, premium, serta minyak goreng di pasar,” ujarnya.

Baca Juga : KPPU Jadwalkan Sidang NTT Docomo 9 Maret, Diduga Terlambat Lapor Akuisisi Intage

Menurut Karmila, sejak awal Ramadan hingga menjelang Idulfitri, harga beras dan minyak goreng masih relatif stabil di pasar tradisional maupun ritel.

“Pasokan dan harga sejauh ini masih terkendali. Kami secara rutin melakukan pemantauan di sejumlah pasar di Makassar,” katanya.

Melalui pemantauan ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Idulfitri tanpa tekanan kenaikan harga yang signifikan.

#KPPU #KPPU Makassar #Pasar Terong Makassar #harga pangan #harga ayam #harga telur #harga cabai #Sidak Pasar #Bulog Sulawesi Selatan #Stok Beras #Ramadan 2026 #Idulfitri 1447 H #ekonomi Makassar #harga bahan pokok #pasar tradisional Makassar