Rabu, 04 Maret 2026 20:25

Tak Hanya Nilai Rapor, Siswa SD Islam Athirah Makassar Diuji Bacaan dan Hafalan Al-Qur’an

Lisa Emilda
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ASTS yang berlangsung pada 2–6 Maret 2026 tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga perkembangan spiritual siswa. Ujian Al-Qur’an dibagi dalam dua tahap, yakni tahsin pada 2–3 Maret dan tahfidz pada 5–6 Maret, sehingga siswa dapat mempersiapkan diri secara lebih fokus.
ASTS yang berlangsung pada 2–6 Maret 2026 tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga perkembangan spiritual siswa. Ujian Al-Qur’an dibagi dalam dua tahap, yakni tahsin pada 2–3 Maret dan tahfidz pada 5–6 Maret, sehingga siswa dapat mempersiapkan diri secara lebih fokus.

SD Islam Athirah Makassar integrasikan ujian tahsin dan tahfidz dalam ASTS 2026. Siswa tak hanya diuji akademik, tapi juga bacaan dan hafalan Al-Qur’an.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR Di tengah pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS), suasana berbeda terlihat di SD Islam Athirah Makassar. Selain mengerjakan soal mata pelajaran umum, para siswa juga diuji kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an sebagai bagian integral dari sistem pendidikan sekolah tersebut.

ASTS yang berlangsung pada 2–6 Maret 2026 tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga perkembangan spiritual siswa. Ujian Al-Qur’an dibagi dalam dua tahap, yakni tahsin pada 2–3 Maret dan tahfidz pada 5–6 Maret, sehingga siswa dapat mempersiapkan diri secara lebih fokus.

Ujian Berjenjang, Dari Huruf Hingga Tajwid Lanjutan

Baca Juga : Cap Go Meh Makassar 2026,Wali Kota: Bukti Nyata Toleransi yang Harus Hidup Setiap Hari

Pembinaan Al-Qur’an di sekolah ini dilakukan secara bertahap. Siswa memulai dari penguasaan huruf hijaiyyah, harakat, hingga memahami hukum mad, sukun, tasydid, dan waqaf. Setelah itu, mereka diarahkan pada pembenahan makhraj huruf, fashohah, serta kelancaran membaca.

Pada tahap hafalan, aspek yang dinilai tidak hanya kelancaran ayat, tetapi juga ketepatan tajwid, adab saat menyetorkan hafalan, serta ketenangan membaca di hadapan penguji. Materi lanjutan seperti ghorib dan murojaah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hafalan.

Koordinator Guru Al-Qur’an, Ustadzah Nurhidayah, menyebut pendekatan ini dirancang agar setiap siswa berkembang sesuai kapasitasnya.

Baca Juga : Adira Expo Berkah Ramadan Hadir di Sulawesi, Dorong Pembiayaan Sehat Jelang Lebaran

“Perkembangan anak berbeda-beda. Yang terpenting adalah konsistensi dan pendampingan,” ujarnya.

Sekolah juga menyiapkan bimbingan tambahan bagi siswa yang masih membutuhkan penguatan bacaan maupun hafalan.

Konsistensi Jadi Kunci

Baca Juga : Cap Go Meh Makassar 2026, Kolaborasi Lintas Budaya dan Agama

Salah satu capaian membanggakan datang dari siswa kelas 6, Abyaz Fidi Ramadhan, yang telah merampungkan hafalan 8 juz. Baginya, menjaga hafalan jauh lebih menantang dibanding sekadar menambah ayat baru.

“Hafalan harus diulang terus setiap hari. Saya biasanya murojaah bersama ibu dan kakak di rumah,” tuturnya.

Kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana peran keluarga turut memperkuat pembinaan yang dilakukan di sekolah.

Baca Juga : Kopdes Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa, Bukan Dibangun Lewat Pembatasan Ritel Modern

Pendidikan Holistik Sejak Sekolah Dasar

Model pendidikan yang diterapkan SD Islam Athirah Makassar menekankan keseimbangan antara intelektual dan spiritual. Evaluasi akademik berjalan beriringan dengan evaluasi bacaan serta hafalan Al-Qur’an.

Sekolah memandang keberhasilan siswa tidak hanya diukur dari angka di rapor, tetapi juga dari kedisiplinan, adab, dan kedekatan mereka terhadap Al-Qur’an.

Baca Juga : Unismuh Makassar Perkuat Reputasi Global Lewat Infrastruktur Hijau, Tembus 20 Besar Dunia UI GreenMetric 2025

Dengan pendekatan ini, SD Islam Athirah Makassar berupaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi karakter dan spiritualitas yang kuat sejak usia dini.

#makassar #SD Islam Athirah #ASTS 2026 #Tahsin #Tahfidz #Pendidikan Karakter #Sekolah Islam