RAKYATKU.COM, PANGKEP - Markas Besar TNI mengirimkan ransum tempur seberat 5 ton untuk mendukung pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Kabupaten Pangkep.
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengatakan pengiriman ransum mengingat kondisi daerah operasi yang dinilai sangat menyulitkan pergerakan personel maupun distribusi logistik secara normal.
Bangun menyebutkan, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak. Atas laporan tersebut, dukungan logistik langsung diberikan untuk menjamin kebutuhan dasar tim SAR gabungan di lapangan.
Baca Juga : Evakuasi Korban Pertama Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Dilakukan 30 Jam
"Setelah saya analisa, kondisi medan dan cuaca di daerah operasi sangat ekstrem. Relawan dan aparat bahkan bisa berhari-hari tertahan di lokasi karena jalur yang terjal dan berbahaya," kata Mayjen Bangun pada Selasa (20/1/2025).
Adapun bantuan yang dikirim berupa ransum tempur seberat 5 ton menggunakan pesawat CN-235 milik TNI AU. Ransum tempur tersebut terdiri dari beberapa jenis, yakni Eprocal, Naraga, serta perlengkapan pemanas makanan.
Eprocal merupakan asupan nutrisi tambahan berupa minuman dan makanan ringan seperti kopi, susu, dan sereal. Sementara Naraga adalah ransum utama siap saji yang biasa digunakan dalam operasi militer dengan daya tahan lama dan dapat dikonsumsi langsung di lapangan.
Baca Juga : Tim DVI Ambil Sampel DNA Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
"Hari ini sudah terkirim lima ton ransum tempur dan sudah tiba di lokasi. Ransum ini dirancang untuk kondisi operasi. Bisa langsung dimakan atau disiapkan secara sederhana, sehingga sangat membantu personel yang bertugas di medan sulit," tambahnya.
Pihaknya juga akan penempatan ransum di sejumlah titik penimbunan logistik di sekitar area operasi. Skema ini disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila tim SAR tidak dapat turun akibat cuaca buruk atau harus bermalam di medan pegunungan.
"Kita siapkan titik-titik penimbunan logistik. Jadi kalau tim harus bermalam atau tidak bisa turun, mereka tetap aman dan tidak kekurangan bahan makanan," jelasnya.
Baca Juga : Korban Kedua Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan
Dengan dukungan ransum tempur tersebut, diharapkan operasi pencarian dan evakuasi dapat berjalan lebih optimal.
"Kami pastikan kebutuhan dasar personel terpenuhi agar operasi kemanusiaan ini bisa berjalan maksimal," pungkas Mayjen Bangun.
