RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Irma, korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Barukang VI, Makassar, Sulawesi Selatan, kini menghadapi trauma psikis dan kesulitan finansial usai menjalani operasi patah kaki. Irma mengaku cemas memikirkan kelanjutan biaya penyembuhan dan biaya hidup keluarga sehari-hari.
Irma mengatakan dirinya sering merasa khawatir terhadap apa yang akan terjadi ke depannya. Kecemasan utamanya terkhusus soal biaya untuk penyembuhan pasca operasi, termasuk biaya pengeluaran antar jemput anak.
"Saya beberapa hari ini tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan dimana ambil uang untuk biaya pasca kecelakaan," kata Irma kepada wartawan, Minggu (14/12/2025).
Baca Juga : Korban Tabrakan di Makassar Desak Polisi Bertindak, Pelaku Sulit Dihubungi
Dia juga menjelaskan kondisinya saat ini dan mengapa kecemasan itu muncul. Dirinya bahkan sejak kejadian mengaku takut lagi mengemudikan motor akibat kecelakaan yang dialaminya.
"Dokter minta untuk melakukan check up karena masih ingin dilihat bagaimana perkembangan setelah operasi," ucapnya.
Danil, anak korban, menambahkan ibunya harus beristirahat lebih lama untuk proses penyembuhan setelah operasi kaki akibat kecelakaan itu. Pihak keluarga juga menyarankan untuk membeli obat herbal agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat setelah obat dari rumah sakit habis.
Baca Juga : Pejalan Kaki Meninggal Ditabrak Pemotor saat Menyeberang di Jalan Budi Utomo Wajo
Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Makassar ini mengaku ibunya juga tidak bisa lagi mengantar adiknya yang pelajar SMA setiap hari ke sekolah karena kondisinya. Sementara suami korban tidak bisa mengendarai motor.
Akibatnya, mereka harus rela mengeluarkan dana tambahan untuk biaya ojek online setiap harinya. Selain itu, korban selama ini rutin membantu ekonomi keluarga dengan menjual kebutuhan pokok nelayan serta kadang-kadang menjual nasi kuning dan kue.
Namun, kondisinya saat ini tidak memungkinkan karena berjalan ke kamar mandi saja harus dibantu. Begitupun suami korban bernama Basri yang merupakan seorang nelayan, terpaksa tidak bisa melaut dalam waktu dekat.
Baca Juga : Gadis 17 Tahun Tewas Tergilas Truk Dekat Waduk Nipa-Nipa, Sempat Dituntun Ucapkan Syahadat
Danil menjelaskan meskipun biaya rumah sakit selama beberapa hari termasuk biaya operasi kaki telah ter-cover oleh Jasa Raharja, tetapi dirinya harus membeli kebutuhan lain. Kebutuhan lain itu termasuk popok, perbaikan motor, dan kebutuhan lainnya.
Dari pelaku, kata dia, hanya bersedia memberikan uang Rp500 ribu sebagai biaya ganti rugi. Hal itu oleh keluarga korban justru dianggap yang bersangkutan tidak serius sehingga mereka meminta kepolisian menindaklanjuti laporannya.
