RAKYATKU.COM,BITUNG — Komitmen terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas kembali ditegaskan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui pelaksanaan Sosialisasi dan Technical Meeting Program PADU (Pusat Ajar Disabilitas Unggul) yang digelar di Sekretariat KALEB Community. Program ini menjadi langkah awal sebelum penyelenggaraan pelatihan keterampilan inklusif yang akan berlangsung sepanjang tahun di Kota Bitung.
Kegiatan tersebut dihadiri calon peserta beserta orang tua atau wali, tutor profesional, relawan komunitas, serta perwakilan dari Sekolah Luar Biasa (SLB). Pertemuan ini sekaligus menjawab keresahan banyak SLB di Bitung terkait keterbatasan ruang transisi bagi lulusan penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan praktis dan memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Menjawab Keresahan SLB: Dari Pelatihan Menuju Kemandirian
Program PADU tahun ini dirancang sebagai ekosistem pembelajaran komprehensif yang tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga memastikan keberlanjutan lewat pendampingan, peluang magang, hingga akses kerja. Pertamina Patra Niaga menilai bahwa lulusan SLB membutuhkan dukungan transisi yang lebih terarah untuk dapat berdaya secara ekonomi.
Untuk itu, PADU membuka lima kelas vokasional, yakni:
Membatik
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi hingga 125 Persen Hadapi Ramadan
Produksi Kriya
Barista
Menjahit
Dasar Komputer
Setiap kelas difasilitasi oleh tutor profesional yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membuka peluang magang serta memperluas jaringan kerja bagi para peserta. Keterlibatan komunitas lokal juga menjadi elemen penting agar proses belajar berlangsung inklusif, adaptif, dan penuh dukungan sosial.
Pertamina: PADU adalah Ekosistem Inklusi, Bukan Sekadar Pelatihan
Integrated Terminal Manager Bitung, Muhammad Dody Iswanto, menegaskan bahwa PADU merupakan komitmen berkelanjutan Pertamina dalam membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.
“PADU bukan sekadar program pelatihan, tetapi sebuah ekosistem inklusi yang memberi ruang bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas untuk belajar, berkembang, dan berdiri mandiri. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, sekaligus menjawab kekhawatiran SLB tentang masa depan lulusan mereka,” ujarnya.
Pemahaman Teknis dan Sinergi Multipihak
Baca Juga : Direktur Manajemen Risiko Pertamina Tinjau Fuel Terminal Luwuk, Pastikan Keandalan Distribusi BBM Sulawesi
Sesi inti kegiatan diisi dengan penjelasan mendalam mengenai kurikulum PADU, mekanisme pembelajaran, peran masing-masing tutor, serta pola koordinasi antar pemangku kepentingan. Orang tua dan calon peserta berkesempatan berdiskusi mengenai jadwal pelatihan, fasilitas yang disiapkan, hingga proses evaluasi peserta.
Keterlibatan SLB, komunitas, serta relawan mempertegas bahwa program ini dirancang untuk memastikan peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga dukungan sosial yang memadai.
Sejalan dengan SDGs: Pendidikan Inklusif dan Peluang Ekonomi Setara
Baca Juga : Direktur Manajemen Risiko Pertamina Tinjau Fuel Terminal Luwuk, Pastikan Keandalan Distribusi BBM Sulawesi
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menjelaskan bahwa PADU menjadi bagian penting dalam mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas
SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Baca Juga : Direktur Manajemen Risiko Pertamina Tinjau Fuel Terminal Luwuk, Pastikan Keandalan Distribusi BBM Sulawesi
SDG 10 – Mengurangi Kesenjangan
“Melalui PADU, kami ingin memastikan penyandang disabilitas memiliki peluang ekonomi yang setara dan ruang berkembang yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Pertamina Patra Niaga berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan inklusif yang bisa direplikasi di kota-kota lain, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat rentan di wilayah Sulawesi.
