RAKYATKU. COM, GORONTALO — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulampua menggelar rangkaian Media Gathering dan Workshop Literasi Ekonomi selama tiga hari, 28–30 November 2025, di Hotel Aston Gorontalo. Kegiatan ini diikuti puluhan wartawan dari berbagai daerah, sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pemberitaan ekonomi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Workshop ini bukan hanya membekali peserta dengan pemahaman ekonomi makro dan mikro, tetapi juga memberikan pelatihan teknis penulisan berita ekonomi yang kredibel, sederhana, dan berdampak bagi masyarakat luas.
Ekonomi Menyentuh Kehidupan Sehari-hari
Baca Juga : Pegadaian Raih Dua Penghargaan Internasional di Singapura, Sukuk dan Obligasi Sosial Diakui Asia
Dalam materi pembukaan, peserta mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya berita ekonomi dalam kehidupan publik. Ekonomi memengaruhi harga kebutuhan pokok, cicilan rumah, pekerjaan, keputusan investasi, hingga kebijakan pemerintah.
Para wartawan dibekali pemahaman mengenai unsur news value dalam berita ekonomi, mulai dari dampak, kebaruan, signifikansi angka, tokoh penting, konflik, kedekatan isu, hingga unsur human interest. Peserta juga diajak meninjau indikator-indikator ekonomi dasar seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi (PDB), BI Rate, nilai tukar, neraca perdagangan, hingga IHSG.
Iwan Ardiansyah: Berita Ekonomi Harus Mudah Dipahami Publik
Baca Juga : LPS Warna Dari Timur Dorong Literasi Keuangan Lewat Festival Kreatif di Makassar
Salah satu sesi yang paling menarik adalah pemaparan dari Iwan Ardiansyah, penyiar Indosiar, yang memberikan materi terkait teknik komunikasi media dan penyajian berita yang ramah publik.
Menurut Iwan, tantangan jurnalis ekonomi hari ini bukan hanya soal akurasi data, tetapi juga bagaimana menyajikannya agar bisa dipahami masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Jurnalis harus mampu menyampaikan isu ekonomi yang rumit menjadi cerita yang sederhana dan relevan. Ekonomi itu memengaruhi dapur rumah tangga masyarakat, jadi bahasanya jangan kaku, jangan terlalu teknis,” ujar Iwan.
Ia menekankan pentingnya memilih diksi yang tepat—menghindari kata “anjlok”, “kolaps”, atau metafora berlebihan kecuali dalam kondisi ekstrem—dan menggantinya dengan istilah yang lebih presisi seperti “melemah”, “tertekan”, atau “mengalami penurunan”.
Iwan juga membahas cara membangun human interest dalam berita ekonomi serta teknik vokal dan intonasi yang membantu jurnalis televisi menyampaikan informasi dengan kuat tanpa menimbulkan kepanikan publik.
Materi Pasar Modal dan Piramida Terbalik
Para wartawan juga mendapatkan materi mendalam terkait penulisan berita pasar modal, seperti:
Penyusunan prediksi IHSG sebelum market open
Rekomendasi saham dari analis sekuritas
Baca Juga : LPS Paparkan Kinerja Dua Dekade: Penguatan Penjaminan Simpanan dan Strategi Baru Minimalkan Risiko Perbankan
Teknik membaca grafik candlestick
Analisis fundamental dan teknikal saham
Penyusunan berita setelah market close (IHSG, sentimen, top gainers & losers, sektor teraktif)
Baca Juga : LPS Paparkan Kinerja Dua Dekade: Penguatan Penjaminan Simpanan dan Strategi Baru Minimalkan Risiko Perbankan
Materi disajikan dengan pendekatan piramida terbalik agar peserta memahami bagaimana menyusun berita ekonomi yang padat, tajam, dan langsung pada inti informasi.
Selain Workshop, Wartawan Diajak Eksplor Wisata Gorontalo
Tidak hanya pelatihan, LPS juga mengajak peserta menikmati keindahan Gorontalo, mulai dari wisata melihat hiu paus (whale shark) yang terkenal hingga mencicipi kuliner khas daerah.
Baca Juga : LPS Paparkan Kinerja Dua Dekade: Penguatan Penjaminan Simpanan dan Strategi Baru Minimalkan Risiko Perbankan
Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulampua, Fuad Zaen, menyampaikan bahwa dipilihnya Gorontalo bukan tanpa alasan.
“Gorontalo adalah provinsi yang berkembang pesat dan menjadi tujuan banyak pihak. Kehadiran kami di sini sekaligus untuk menyemarakkan daerah ini—karena ketika kita datang, kita ikut menggerakkan UMKM lokal,” ujar Fuad.
Ia menambahkan bahwa media gathering ini merupakan momentum memperkuat hubungan baik antara LPS dan insan pers.
Baca Juga : LPS Paparkan Kinerja Dua Dekade: Penguatan Penjaminan Simpanan dan Strategi Baru Minimalkan Risiko Perbankan
Penguatan Literasi Ekonomi Lewat Kolaborasi
Selama kegiatan, puluhan wartawan terlihat antusias berdiskusi, terutama dalam sesi tanya jawab mengenai isu industri keuangan, stabilitas perbankan, dan peran LPS dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan nasional.
Workshop ini mempertegas komitmen LPS Wilayah III Sulampua untuk memperkuat ekosistem informasi ekonomi yang kredibel, serta mendorong jurnalis menjadi mitra strategis dalam meningkatkan literasi finansial masyarakat.
