Kamis, 16 Mei 2024 15:55

Penjabat Bupati Wajo Terima Penghargaan Kontribusi Teraktif dalam Penyelenggaraan Reforma Agraria Tahun 2023

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Penjabat Bupati Wajo Terima Penghargaan Kontribusi Teraktif dalam Penyelenggaraan Reforma Agraria Tahun 2023

Kegiatan Rakor ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada 5 (lima) Kabupaten / Kota yaitu Kabupaten Wajo, Kabupaten Bone, Kabupaten Maros, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Gowa.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pejabat Bupati Wajo Andi Bataralifu menerima penghargaan sebagai Pemerintah Kabupaten dengan Kontribusi Teraktif Dalam Penyelenggaraan Reforma Agraria Tahun 2023 pada Rapat Koordinasi tentang Penyelenggaraan Reforma Agraria Provinsi Sulawesi Selatan di Sandeq Ballroom Lantai 1, Hotel Claro Makassar Kamis, (16/5 /2024). 

Baca Juga : DLH Wajo Wajibkan Pegawai Gunakan Tumbler, Tekan Sampah Plastik

Baca Juga : Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Nasional pada Ajang National Governance Awards

Baca Juga : Sulsel Dapat 25 Sapi Kurban dari Presiden, Berasal dari Peternak Lokal

 

Rapat Koordinasi ini di buka secara resmi oleh Pj.Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin dan dilanjutkan pemukulan gong tanda dimulainya Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria.

Baca Juga : DLH Wajo Wajibkan Pegawai Gunakan Tumbler, Tekan Sampah Plastik

Baca Juga : Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Nasional pada Ajang National Governance Awards

Baca Juga : Sulsel Dapat 25 Sapi Kurban dari Presiden, Berasal dari Peternak Lokal

 

Kepala Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sulawesi Selatan, Tri Wibisono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Reforma agraria merupakan tugas pemerintah yang harus dilaksanakan oleh kementerian dan lembaga terkait. Sehingga harus ada sinergi antara badan pertanahan nasional dan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam proses pelaksanaannya.

Baca Juga : DLH Wajo Wajibkan Pegawai Gunakan Tumbler, Tekan Sampah Plastik

Baca Juga : Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Nasional pada Ajang National Governance Awards

Baca Juga : Sulsel Dapat 25 Sapi Kurban dari Presiden, Berasal dari Peternak Lokal

 

Baca Juga : Momentum Otonomi Daerah, Sekda Wajo Ajak Perkuat Sinergi dan Inovasi Pelayanan Publik

“Sesuai dengan tujuannya, reforma agraria ini, dapat mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah untuk dapat menciptakan keadilan dalam setiap penegakan agraria berdasarkan Kepres Nomor 62 Tahun 2023,” katanya.

Baca Juga : DLH Wajo Wajibkan Pegawai Gunakan Tumbler, Tekan Sampah Plastik

Baca Juga : Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Nasional pada Ajang National Governance Awards

Baca Juga : Sulsel Dapat 25 Sapi Kurban dari Presiden, Berasal dari Peternak Lokal

 

Kegiatan Rakor ini dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada 5 (lima) Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Wajo, Kabupaten Bone, Kabupaten Maros, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Gowa.

Baca Juga : DLH Wajo Wajibkan Pegawai Gunakan Tumbler, Tekan Sampah Plastik

Baca Juga : Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Nasional pada Ajang National Governance Awards

Baca Juga : Sulsel Dapat 25 Sapi Kurban dari Presiden, Berasal dari Peternak Lokal

 

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin selaku Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Kontribusi Teraktif dalam Penyelenggaraan Reforma Agraria Tahun 2023.

Baca Juga : DLH Wajo Wajibkan Pegawai Gunakan Tumbler, Tekan Sampah Plastik

Baca Juga : Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Nasional pada Ajang National Governance Awards

Baca Juga : Sulsel Dapat 25 Sapi Kurban dari Presiden, Berasal dari Peternak Lokal

 

Baca Juga : Kasus Pelecehan di Lingkungan Kampus Mencuat, Pemprov Sulsel Tegaskan Komitmen Perlindungan

Bahtiar menyampaikan salah satu poin penting bahwa jika ada lahan yang memang bermasalah untuk segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, mulai dari pembebasan lahannya sampai dengan penerbitan sertifikatnya. Termasuk daerah yang terkena dampak bencana alam seperti di Kabupaten Wajo, rumah dan aset pemerintah lainnya yang terkena dampak banjir dan tanah longsor.

Baca Juga : DLH Wajo Wajibkan Pegawai Gunakan Tumbler, Tekan Sampah Plastik

Baca Juga : Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Nasional pada Ajang National Governance Awards

Baca Juga : Sulsel Dapat 25 Sapi Kurban dari Presiden, Berasal dari Peternak Lokal

 

“Kita harus memiliki kemampuan eksekusi dan GTRA (Gugus Tugas Reforma Agraria) harus membuat atau menciptakan sesuatu yang bisa di tiru secara nasional,” katanya.

Baca Juga : DLH Wajo Wajibkan Pegawai Gunakan Tumbler, Tekan Sampah Plastik

Baca Juga : Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Nasional pada Ajang National Governance Awards

Baca Juga : Sulsel Dapat 25 Sapi Kurban dari Presiden, Berasal dari Peternak Lokal

 

Hal senada disampaikan Penjabat Bupati Wajo, Andi Bataralifu bahwa penyelesaian penyelesaian atau konflik lahan di Wajo bisa menjadi contoh untuk penyelesaian di kabupaten lainnya.

Penulis : Abd Rasyid. MS
#pemkab wajo #Pemprov Sulsel #Bahtiar Baharuddin