RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bahtiar Baharuddin terus melakukan terobosan di masa kepemimpinannya sebagai Penjabat Gubernur Sulsel. Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi pelabuhan yang dimiliki kabupaten kota.
Baca Juga : Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Baharuddin Dianggap Tak Sah, Termohon Absen Sidang Praperadilan Ditunda
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
Setelah sukses menjadikan Pelabuhan Parepare sebagai lokasi bongkar muat peti kemas/kontainer, hal yang sama juga akan bisa dilakukan di Pelabuhan Bone.
Baca Juga : Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Baharuddin Dianggap Tak Sah, Termohon Absen Sidang Praperadilan Ditunda
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
"Kalau tidak ada aral melintang, Pak Gubernur Bahtiar programkan tahun ini Pelabuhan Bone bisa bongkar muat peti kemas/kontainer. Bulan lalu sebelum Ramadan, Pelabuhan Parepare sudah sukses bongkar muat peti kemas," kata Anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle.
Baca Juga : Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Baharuddin Dianggap Tak Sah, Termohon Absen Sidang Praperadilan Ditunda
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
Baca Juga : Resmi Dibuka! FIN Expo 2026 di TSM Makassar Jadi Solusi Akses Modal UMKM dan Edukasi Finansial
Ia mengungkapkan, dengan maksimalnya fungsi Pelabuhan Parepare dengan fasilitas bongkar muat peti kemas, harga-harga barang sudah terasa penurunannya di wilayah Ajatappareng dan Enrekang.
Baca Juga : Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Baharuddin Dianggap Tak Sah, Termohon Absen Sidang Praperadilan Ditunda
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
"Setelah Bone, menyusul Wajo dan Palopo akan dilakukan hal yang sama. Dua hal yang paling nyata terasa jika ini sukses direalisasikan, Pak Gubernur Bahtiar sukses menekan harga distribusi barang kebutuhan sehari-hari warga Sulsel," ungkapnya.
Baca Juga : Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Baharuddin Dianggap Tak Sah, Termohon Absen Sidang Praperadilan Ditunda
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
"Dan yang tidak kalah pentingnya juga akan menekan persentase kerusakan jalan akibat sejumlah truk yang melebihi tonase," sambung Selle.
Baca Juga : Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Baharuddin Dianggap Tak Sah, Termohon Absen Sidang Praperadilan Ditunda
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
Baca Juga : Sinergi Kebijakan dan Akses Modal Mendorong UMKM Sulsel Naik Kelas melalui KKSS dan DigiFest 2026
Lebih jauh Selle mengatakan, setelah uji coba di Parepare kurang lebih dua bulan terakhir, yang menjadi keluhan pengusaha kontainer dan sekaligus tantangan bagi pengusaha lokal adalah ketersediaan barang yang akan dimuat atau mengisi kontainer untuk ke luar Pulau Sulawesi Selatan. Hal ini tentunya butuh kreatifitas pengusaha lokal dan support full dari para kepala daerah per wilayah, mulai dari Ajatappareng, Bosowasi, Luwu Raya, dan Toraja.
Baca Juga : Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Baharuddin Dianggap Tak Sah, Termohon Absen Sidang Praperadilan Ditunda
Baca Juga : Pertama di Indonesia, LPS Launching Program Pelajar Sulsel Menabung Sasar 1.000 Siswa SMA
"Tahun 2024 ini, Pak Gubernur Bahtiar berhasil melobi Presiden Jokowi dan Menko Perekonomian untuk menaikkan kuota Kredit Usaha Rakyat atau KUR Sulsel dari Rp15 triliun menjadi Rp30 triliun. Fasilitas ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pengusaha lokal kita," terang Selle.
