RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bahtiar Baharuddin terus melakukan terobosan di masa kepemimpinannya sebagai Penjabat Gubernur Sulsel. Salah satunya dengan memaksimalkan fungsi pelabuhan yang dimiliki kabupaten kota.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Setelah sukses menjadikan Pelabuhan Parepare sebagai lokasi bongkar muat peti kemas/kontainer, hal yang sama juga akan bisa dilakukan di Pelabuhan Bone.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
"Kalau tidak ada aral melintang, Pak Gubernur Bahtiar programkan tahun ini Pelabuhan Bone bisa bongkar muat peti kemas/kontainer. Bulan lalu sebelum Ramadan, Pelabuhan Parepare sudah sukses bongkar muat peti kemas," kata Anggota DPRD Sulsel, Selle KS Dalle.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Jampue Pinrang
Ia mengungkapkan, dengan maksimalnya fungsi Pelabuhan Parepare dengan fasilitas bongkar muat peti kemas, harga-harga barang sudah terasa penurunannya di wilayah Ajatappareng dan Enrekang.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
"Setelah Bone, menyusul Wajo dan Palopo akan dilakukan hal yang sama. Dua hal yang paling nyata terasa jika ini sukses direalisasikan, Pak Gubernur Bahtiar sukses menekan harga distribusi barang kebutuhan sehari-hari warga Sulsel," ungkapnya.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
"Dan yang tidak kalah pentingnya juga akan menekan persentase kerusakan jalan akibat sejumlah truk yang melebihi tonase," sambung Selle.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
Baca Juga : Gubernur Sulsel Resmi Bangun Jalan Paket 1 MYC 2025-2027
Lebih jauh Selle mengatakan, setelah uji coba di Parepare kurang lebih dua bulan terakhir, yang menjadi keluhan pengusaha kontainer dan sekaligus tantangan bagi pengusaha lokal adalah ketersediaan barang yang akan dimuat atau mengisi kontainer untuk ke luar Pulau Sulawesi Selatan. Hal ini tentunya butuh kreatifitas pengusaha lokal dan support full dari para kepala daerah per wilayah, mulai dari Ajatappareng, Bosowasi, Luwu Raya, dan Toraja.
Baca Juga : Karantina Sulsel Berhasil Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Baca Juga : Selama Tanggap Darurat, Tim Medis Sulsel Telah Layani Lebih 2.000 Pasien di Aceh Tamiang
"Tahun 2024 ini, Pak Gubernur Bahtiar berhasil melobi Presiden Jokowi dan Menko Perekonomian untuk menaikkan kuota Kredit Usaha Rakyat atau KUR Sulsel dari Rp15 triliun menjadi Rp30 triliun. Fasilitas ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pengusaha lokal kita," terang Selle.
