Kamis, 22 Februari 2024 11:05

Didampingi Pj Gubernur Sulsel, Presiden Jokowi Resmikan IPAL Senilai Rp1,2 Triliun di Makassar

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Peresmian Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Losari, di Kawasan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Kamis (22/2/2024). (Foto: Pemprov Sulsel)
Peresmian Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Losari, di Kawasan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Kamis (22/2/2024). (Foto: Pemprov Sulsel)

Presiden Jokowi, bersama Pj Gubernur Sulsel, meresmikan IPAL Losari senilai Rp1,2 Triliun di Makassar, didampingi para menteri terkait, dengan harapan meningkatkan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kesadaran akan isu pencemaran di Makassar.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar Baharuddin, mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Losari, di Kawasan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Kamis (22/2/2024).

Turut hadir mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Peresmian dilakukan dengan menekan tombol sirene ditandai pembukaan saluran air dan penandatanganan prasasti.

Baca Juga : Sulsel Masuk 5 Besar Provinsi Terbaik dalam Penerapan SPM

Adapun Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengembangkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik-Terpusat (SPALD-T) di Makassar.

Pembangunan SPALD-T Makassar merupakan bagian dari program Metropolitan Sanitation Managemen Investment Project (MSMIP) untuk meningkatkan pelayanan air limbah terpadu pada kawasan perkotaan.

Dikembangkannya Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) skala perkotaan, pencemaran air akibat air limbah domestik dapat diminimalkan, serta memberikan nilai tambah berupa air bersih untuk penyiraman taman-taman dan ruang publik kota.

Baca Juga : Terobosan Penjabat Gubernur Tekan Biaya Distribusi Barang di Sulsel

Presiden Jokowi mengatakan SPALD-T Losari ini sangat penting untuk mengelola air limbah cair. Hal ini agar ramah lingkungan dan meningkatkan kualitas air tanah dan air baku serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

"Sistem pengelolaan air limbah ini kita butuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memiliki perhatian dan kepedulian bersama-sama mengatasi masalah pencemaran lingkungan di Kota Makassar," ujarnya.

Dia mengungkapkan IPAL Losari ini dibangun antara 2019--2023 dengan biaya Rp1,2 triliun. Berkapasitas 16.000 meter kubik/hari, panjang perpipaan air limbah 96 kilometer, dan bisa melayani 41.000 kepala keluarga.

Baca Juga : Pj Gubernur Bahtiar Lantik Pejabat Administrasi dan Pengawas Lingkup Pemprov Sulsel

"Saya berpesan agar dengan beroperasinya sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat ini, penanganan air limbah semakin terintegrasi dan Makassar semakin bersih dan kualitas lingkungan, kualitas air tanah, kualitas air baku semakin baik dan masyarakat semakin sehat dan produktif," harapnya.

Pembangunan SPAL Domestik di Makassar dinilai efektif karena menggunakan sistem Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dengan mereduksi Biological Oxygen Demand, denitrifikasi, dan mengurangi nitrogen.

SPALD-T Makassar dibangun di atas lahan seluas 2,37 hektare yang berlokasi di kawasan Losari, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate.

Baca Juga : Serah Terima Jabatan Komandan Lantamal VI Makassar Dihadiri Penjabat Gubernur Sulsel

Diharapkan dengan terbangunnya IPAL ini untuk menjaga kualitas air tanah dan air baku, menciptakan lingkungan bersih dan sehat, serta sebagai sarana edukasi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu pencemaran lingkungan.

#Pemprov Sulsel