RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel menggelar Latihan Pra (Latpra) Operasi Mandiri Kewilayahan di Aula Biru Ditlantas Polda Sulsel, Rabu (5/7/23). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan operasi Patuh yang akan diselenggarakan pada tanggal 10 s/d 23 Juli 2023.
Latpra ini diikuti 25 polres jajaran Polda Sulsel yang diwakili para Kasatlantas dan Kabag Ops bertujuan agar pelaksanaan operasi yang akan berjalan 13 hari berjalan lancar sesuai tujuan operasi Patuh 2023 ini.
Kegiatan ini dibuka oleh Kabag Ops Roops Polda Sulsel, AKBP Sabil Umar dengan menghadirkan sejumlah perwira Polda Sulsel yang memaparkan materi Operasi Patuh Pallawa 2023.
Baca Juga : Ditlantas Polda Sulsel Tingkatkan Patroli dan Koordinasi Hadapi Libur Nataru dan Hujan
Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Sulsel, AKBP DR. H. Masaluddin dalam kegiatan Latpra Operasi Patuh Pallawa-2023 tersebut menjelaskan, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Pallawa 2023 personel kepolisian membentuk Satuan Tugas Daerah (Satgasda) dan Satuan Tugas Polres didukung instansi terkait.
“Seluruh peserta Latpra Operasi Patih Pallawa 2023 mengingatkan bahwa kegiatan operasi yang akan digelar tersebut tertunda edukatif, persuasif, serta humanis, namun didukung penegakan hukum secara elektronik (status/mobile) serta teguran,” ucap Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Sulsel.
Perwira pangkat dua bunga melati tersebut menyebutkan, Operasi Patuh 2023 yang digelar serentak tersebut bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas dan angka fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas.
Baca Juga : ‎Operasi Zebra Pallawa-2025 Dimulai, Kapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan
"Untuk target operasi kali ini masing-masing polres orang, lokasi, barang/benda dan kegiatan secara tematik sesuai karakteristik kerawanan daerah wilayah masing-masing," tulisnya.
Ia mengingatkan, dalam operasi ini terdapat 8 target target pelanggaran diantaranya:
1.menggunakan ponsel saat mengemudi maupun mengemudi.
Baca Juga : Jelang Natal dan Tahun Baru Tak Ada Kompromi Bagi Pelaku Balapan Liar
2. Pengemudi di bawah umur
3. Berboncengan lebih dari satu
4. Mengemudi tidak menggunakan sabuk pengaman dan pengendara sepeda motor tidak menggunakan helem standar.
Baca Juga : Dirgakkum Korlantas Polri: Kami Ingin Tumbuhkan Budaya Tertib di Jalan Karena Kesadaran Bukan Takut
5. Pengendara dalam pengaruh alkohol
6. Melawan arus
7. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tak sesuai spesifikasi
Baca Juga : Deretan Nama-nama Kapolres di Jajaran Polda Sulsel yang Diganti
8. Pengendara melebihi batas kecepatan.
