Senin, 08 Mei 2023 08:54
Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny (kiri) saat hadir pada halalbihalal dan silaturahmi Kedatuan Pammana Pilla Wajo dan Masyarakat Adat Pammana di Kelurahan Pammana, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Ahad (7/5/2023).
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, WAJO - Bupati Wajo, Amran Mahmud, secara khusus mendoakan sosok Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny) agar dapat membangun Sulawesi Selatan (Sulsel) dan menjadi sosok yang baik untuk daerah ini.

 

Doa itu Amran panjatkan pada sela-sela halalbihalal dan silaturahmi Danny Pomanto dengan Kedatuan Pammana Pilla Wajo dan Masyarakat Adat Pammana di Kelurahan Pammana, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Ahad (7/5/2023).

Selain mendapatkan harapan positif, Danny Pomanto juga diberi gelar baru kedatuan atau tokoh adat setempat dengan nama Daeng Manrapi.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Curhat soal Marwah Wartawan: Jangan Jadikan Profesi Pers Alat Tekan

Amran mengaku kepemimpinan Danny Pomanto menjadi inspirasi bagi para pemimpin daerah, termasuk dirinya.

 

"Sosok Danny Pomanto ini penuh dengan ide, luar biasa visioner. Jika melihat sesuatu terus jadi positif dan bermanfaat bagi kita semua. Kita doakan beliau sehat walafiat dan insyaallah akan meraih kesuksesan dan bisa membangun Sulsel, dan baik untuk Sulsel," harap Amran.

Amran menuturkan, dengan potensi sumber daya alam (SDA) di Wajo, dirinya berharap ada sosok yang dapat mengolaborasikan itu semua melalui provinsi.

Baca Juga : GMTD Serahkan PSU Rp455 Miliar ke Pemkot Makassar, Dorong Tata Kota Modern dan Berkelanjutan

"Nah, ketika menemukan tangan-tangan orang provinsi yang tepat dan hebat, maka manfaatnya bisa dirasakan semua masyarakat. Karena kita juga sangat menantikan gebrakan besar agar bisa mengakselerasi seluruh potensi pembangunan di Kabupaten Wajo," ucapnya.

"Dan saya kira orang yang berada di tengah-tengah kita ini memiliki ide dan gagasan yang sudah terbukti nyata. Dari tangan beliau sudah menjadikan Makassar Kota Dunia," tambahnya.

Danny Pomanto yang juga Wali Kota Makassar pun bersyukur dan membayangkan mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat Wajo, khususnya di Pammana.

Baca Juga : Sahruddin Said: Pengusaha Jangan Untung Besar, Pemkot Makassar Justru Menanggung Dampaknya

Dalam pandangannya, Pammana merupakan wilayah yang bersejarah dan memegang teguh adat dan kebudayaan Wajo.

"Tanah Pammana adalah tanah bersejarah. Bukan hanya dikenal di Sulsel, nasional bahkan internasional karena di sinilah naskah I La Galigo yang mana menjadi sosok datu di Pammana," kata Danny Pomanto.

Danny Pomanto mengungkapkan, jika masyarakat Wajo secara bersama-sama mendalami naskah itu, dirinya yakin dapat melampaui naskah Mahabarata.

Baca Juga : MHM Jadi Catatan Pansus LKPJ, DPRD Dorong Tata Kelola Anggaran Lebih Efisien

"Jika doa-ta' sama-sama dikabulkan, maka mari kita sama-sama besarkan adat ini," ajaknya.

Danny Pomanto yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) Wilayah Sulsel menjelaskan, dalam kepemimpinannya sebagai Ketua IKA juga Wali Kota Makassar, dirinya sangat memperhatikan dan menjaga adat budaya.

Hal itu terlihat dari adanya penetapan hari kebudayaan, rencana pembangunan Balla Lompoa Kerajaan Tallo, dan kebijakan yang baru-baru ini diresmikan, yakni penggunaan baju adat bagi siswa tiap tanggal 1 tiap bulannya.

Baca Juga : Buka Raker KORMI 2026, Wali Kota Makassar: Jangan Seremonial, Harus Ada Program Nyata!

Maka dari itu, Danny Pomanto begitu ingin menjaga kebudayaan Sulsel. Sebelum mendapatkan gelar adat kali ini, di dua tempat lainnya, Danny Pomanto juga digelari Karaeng Salama dan Daeang Manaba.

Diketahui masing-masing bermakna mendapatkan keselamatan; keberuntungan; juga kesuksesan untuk Daeng Manrapi.

Di samping itu dengan kemajuan Wajo, ia memuji leadership Bupati Wajo dengan kepemimpinan luar biasa yang menjadikan tanah adat ini sangat terkenal.

Pemberian gelar kehormatan dilakukan Datu Pammana ke-44, Andi Syahrazad Datu Pallawarukka, bersama permaisuri. Peresmian ditandai dengan pengalungan sarung sutra atau lipa kepada Danny Pomanto.

BERITA TERKAIT