Rabu, 12 April 2023 15:15

Angka Kematian Tertinggi Jemaah Haji Terjadi Saat Masa Armuzna, Kemenkes Beri Imbauan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo. (Foto: Kemenag)
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo. (Foto: Kemenag)

Kemenkes mengimbau para calon jemaah haji untuk mempersiapkan fisiknya jelang dan selama menunaikan ibadah haji di tanah suci. Angka kematian tertinggi jemaah haji terjadi pada masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) akibat kelelahan jemaah menjelang dan pasca kegiatan di Armuzna.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau para calon jemaah haji untuk dapat mempersiapkan fisiknya jelang dan selama menunaikan ibadah di tanah suci. Hal ini perlu dilakukan agar jemaah dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan meraih kemabruran.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, meminta para jemaah untuk mengatur ritme ibadahnya saat berhaji. Misalnya, dengan membatasi aktivitas ibadah sunah menjelang puncak haji atau yang dikenal dengan masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Liliek menerangkan, berdasarkan data, angka kematian tertinggi jemaah haji terjadi pada masa Armuzna sampai dengan lima hari pasca Armuzna. “Angka kematian ini disebabkan oleh kelelahan jemaah menjelang dan pasca kegiatan di Armuzna,” ujar Liliek saat memberikan materi terkait Kesehatan Haji dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (11/4/2023).

Baca Juga : Hasil Sidang Isbat: Pemerintah Tetapkan Iduladha 1445 H Jatuh pada 17 Juni 2024

Liliek berharap hal ini semestinya tidak terjadi. "Periode Armuzna ini seharusnya menjadi puncak kebugaran jemaah bukan puncak kelelahan," kata Liliek.

"Jemaah hendaknya mengurangi aktivitas sunah sebelum perjalanan Masyair agar kondisi fisik saat di Armuzna dalam kondisi baik," lanjutnya.

Liliek juga menyebutkan dalam beberapa tahun terkahir pelaksanaan ibadah haji ada beberapa penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi jemaah. Di antaranya, penyakit jantung, paru, dan stroke. Kebanyakan jemaah haji teridentifikasi mengalami penyakit tersebut di pemondokan pasca Armuzna.

Baca Juga : Kemenag Minta Jemaah Umrah Tinggalkan Arab Saudi Sebelum 29 Zulkaidah

Sebelumnya, Direktur Bina Haji, Arsad Hidayat, mengingatkan ada lima titik kritis yang harus menjadi perhatian para PPIH. Lima titik tersebut, yaitu titik kedatangan jemaah di bandara Madinah dan Jeddah, titik ketibaan jemaah di Makkah dan Madinah, titik di Makkah gelombang I, titik di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta titik saat tawaf Ifadah.

"Saya minta diatur betul semua supaya kondisi jemaah tetap fit bisa menjalankan semua rukun ibadah haji," tegas Arsyad.

#kementerian agama #Kementerian Kesehatan #Haji 2023