Rabu, 30 November 2022 18:11

Bupati Indah: Ingat, Luwu Utara Belum Menjadi Kabupaten Layak Anak

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bupati Indah: Ingat, Luwu Utara Belum Menjadi Kabupaten Layak Anak

“Ingat, Luwu Utara belum menjadi Kabupaten Layak Anak, meski kita telah mendapatkan beberapa kali apresiasi,” ucap Indah mengingatkan.

RAKYATKU.COM -- Bupati Indah Putri Indriani kembali mengingatkan kepada seluruh pihak bahwa Luwu Utara belum menjadi sebuah kabupaten yang layak anak. Meskipun kenyataannya Luwu Utara acap kali mendapatkan apresiasi pada setiap penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA).

Hal itu dibuktikan dengan diraihnya apresiasi pada setiap pelaksanaan KLA untuk kategori Madya. Kategori Madya adalah kategori keempat dari lima kategori penghargaan KLA. Kategori pertama adalah KLA, kedua Utama, ketiga Nindya, keempat Madya, dan kelima Pratama.

 

Untuk mencapai apresiasi tertinggi kategori Kabupaten Layak Anak (KLA), maka Luwu Utara harus menaiki tiga tingkatan untuk mencapai level tertinggi sebagai Kabupaten Layak Anak. Tentu ini bukan perkara mudah, mengingat masih banyak hal yang mesti dibenahi.

Baca Juga : Pemda Luwu Utara Salurkan Bantuan Dana Siap Pakai bagi Korban Banjir

Salah duanya adalah bagaimana mengidentifikasi berbagai permasalahan yang timbul, serta bagaimana merumuskan solusi atas permasalahan tersebut.

“Ingat, Luwu Utara belum menjadi Kabupaten Layak Anak, meski kita telah mendapatkan beberapa kali apresiasi,” ucap Indah mengingatkan saat membuka Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas bagi Pemda dan Gugus Tugas tentang Konvensi Hak Anak (KHA) dan KLA, Selasa (29/11/2022), di Hotel Elegant, Masamba.

Indah mengatakan, KLA bukanlah hal yang baru bagi Luwu Utara. Mengingat sepanjang tahun sejak KLA diluncurkan pada 2017 lalu, Luwu Utara sudah sangat akrab dengan semua kriteria dan indikator pelaksanaan KLA yang berujung pada penghargaan KLA kategori Pratama, kemudian naik menjadi Madya.

Baca Juga : Inovasi Simodis Milik Luwu Utara Akan Direplikasi Kabupaten/Kota di Sulsel

“Saya mendorong dan memotivasi teman-teman, siapa bertanggung jawab atas apa, kalau kita fokus, kita identifikasi masalahnya, apa yang menjadi tantangannya, kemudian kita rumuskan solusinya,” jelas Bupati Luwu Utara dua periode ini.

Sponsored by MGID

“Harusnya kita sudah mampu mengidentifikasi masalah, bahkan merumuskan solusi apa yang mesti kita buat di dalam memenuhi semua kriteria yang telah ditetapkan,” sambungnya.

Indah menjelaskan bahwa KLA adalah daerah yang memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui kebijakan, program dan kegiatan yang menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Baca Juga : Perkuat Kelembagaan Gugus Tugas, Pemkab Lutra dan USAID ERAT Gelar Lakokarya Revitalisasi Pokja PPA

“Ketika kita berbicara Kabupaten Layak Anak, maka modelnya itu kan mengintegrasikan komitmen, bukan hanya pemerintah saja, tetapi juga masyarakat dan dunia usaha, karena tanggung jawab untuk melahirkan KLA adalah tanggung jawab bersama,” terangnya.

Sebelumnya, Project Manager Perkumpulan Wallacea, Asrul, menyebutkan bahwa kegiatan pelatihan ini adalah kegiatan peningkatan kapasitas SDM dalam rangka peningkatan gugus tugas tentang KHA dan KLA.

#pemkab luwu utara #Indah Putri Indriani