Rabu, 02 November 2022 17:09

Prihatin Terhadap Stunting, Dosen Farmasi UMI Ajarkan Masyarakat Cara Mencegahnya

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Prihatin Terhadap Stunting, Dosen Farmasi UMI Ajarkan Masyarakat Cara Mencegahnya

Konsumsi susu setiap hari menjadi salah satu alternatif dalam memerangi kasus stunting.

RAKYATKU.COM -- Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya, hal ini diakibatkan oleh masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama.

Stunting bukan hanya masalah gangguan pertumbuhan fisik saja, tetapi juga mengakibatkan anak menjadi mudah sakit, terjadi gangguan perkembangan otak dan kecerdasan, sehingga stunting saat ini merupakan ancaman besar terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Oleh karena itu, balita stunting saat ini diperkirakan masih memiliki angka prevalensi tertinggi di masa pandemi akibat COVID-19.

Baca Juga : Fakultas Farmasi UMI Lakukan Penelitian Tanaman Bunga Kersen, Ini Hasilnya

Banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi, tingginya kasus PHK dan akses untuk mendapatkan makanan yang bergizi serta kurang terjangkaunya akses ke pelayanan kesehatan sehingga kejadian stunting masih menjadi masalah akibat gizi di Indonesia.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kejadian stunting, dosen Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan sejumlah mahasiswa tergerak untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Rabu (2/11/2022).

 

Hal itu untuk membantu meningkatkan kualitas hasil perkebunan melalui pengolahan menjadi suatu produk yang tepat guna dalam mengatasi kejadian stunting, salah satunya adalah produk susu.

Baca Juga : Tim PkM Farmasi UMI Gelar Pelatihan Pembuatan Produk Nano Spray Facemist Berbahan Dasar Lemon di Takalar

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini di koordinir oleh Apt. Zainal Abidin sebagai ketua dan Apt. St Maryam, serta Apt. Rahmawati masing-masing sebagai anggota.

Sponsored by MGID

Konsumsi susu setiap hari menjadi salah satu alternatif dalam memerangi kasus stunting. Namun, faktanya konsumsi susu di Indonesia masih rendah, padahal susu memiliki banyak manfaat.

Salah satu alasan orang tidak mengonsumsi susu adalah karena intoleransi laktosa (tidak tahan terhadap gula susu atau laktosa), dimana lambung tidak bisa mencerna gula susu.

Baca Juga : PkM Dosen Farmasi UMI, Berikan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu

Kacang tanah merupakan salah satu hasil alam terbesar di Desa Borisallo dan dapat diolah menjadi susu sebagai suatu sumber pangan dengan kualitas yang optimal.

Kacang tanah merupakan bahan makanan yang sehat karena mengandung protein, minyak nabati dan sebagai sumber vitamin (antioksidan) yang dibutuhkan manusia.

Pengolahan kacang tanah menjadi berbagai produk industri pangan seperti susu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan memenuhi kecukupan gizi.

Baca Juga : Sambut Mahasiswa Baru, Fakultas Farmasi UMI Gelar Studium General

Pengabdian masyarakat di desa Borisallo, kegiatan yang pertama, yaitu Penyuluhan tentang pengolahan kacang tanah dengan pemberian materi tentang nutrisi dan manfaat susu kacang kurma dalam pencegahan stunting.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kandungan nutrisi yang ada didalam kacang tanah dan kurma sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan tambahan untuk melengkapi gizi dan nutrisi bagi anaka-anak yang mengalami stunting.

Kegiatan pengabdian yang kedua adalah pembuatan SUKAKU bagi peserta kegiatan pengabdian masyarakat.

Baca Juga : Momentum Ramadan, BEM Farmasi UMI Sukses Gelar Lomba MTQ

Dalam kegiatan ini masyarakat diberikan pelatihan bagaimana memanfaatkan kacang tanah menjadi suatu minuman olahan yang berfungsi dalam mencegah terjadinya stunting.

Bentuk minuman kesehatannya berupa minuman susu kacang kurma yang rasanya enak dan dapat dinikmati oleh semua kalangan usia terutama bagi anak-anak dan ibu menyusui.

#Fakultas Farmasi UMI #Pengabdian Masyarakat