Senin, 10 Oktober 2022 17:41

Ketua DPRD Rudianto Lallo: Mahasiswa Jangan Hanya Hebat Teori Politik, Praktekkan !

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua DPRD Rudianto Lallo: Mahasiswa Jangan Hanya Hebat Teori Politik, Praktekkan !

"Rakyat terkadang kurang memahami, bahwa seluruh aspek dalam bernegara ditentukan dalam pokitik. Jangan disaat resah, harga bahan bakar minyak, sembako melambung tinggi baru diprotes, itu sudah terlambat," tambahnya

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo memberikan kuliah umum mahasiswa S1 dan S2 Fakultas Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin Makassar pada Senin 10/10/2022, di Kampus Unhas Makassar.

Dalam kesempatan ini, Politisi NasDem itu mengajak kepada seluruh Mahasiswa Fisip Unhas turut serta dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak anti politik. Tidak memilih diam ataupun golongan putih (golput) saat pemilihan dilaksanakan baik legislatif atau eksekutif.

"Saat ini masih banyak masyarakat di sekeliling kita anti politik. Tidak ingin menyalurkan hak suaranya karena dianggapnya tak berpengaruh terhadapan kehidupannya,"kata Rudianto Lallo.

Baca Juga : Anggota DPRD Kota Makassar Tanggapi Sinyal Appi Akan Rombak Perusda

Olehnya itu politisi asal Pulau Lakkang tersebut mendorong mahasiswa mengedukasi, menyadarkan mereka agar jangan disaat terdapat kebijakan pemerintah yang dianggap menyengsarakan rakyat, memberatkan, barulah bersuara, padahal seyogyanga saat pemilihan berlangsung disitulah hak politik disalurkan memilih pemimpin yang benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat.

"Rakyat terkadang kurang memahami, bahwa seluruh aspek dalam bernegara ditentukan dalam pokitik. Jangan disaat resah, harga bahan bakar minyak, sembako melambung tinggi baru diprotes, itu sudah terlambat," tambah nya.

Anak Rakyat, tagline Rudianto Lallo menantang seluruh mahasiswa agar tidak hanya hebat dalam memahami terori politik. Menurut dia, semua teori yang didaptakan tidak ada artinya jika tidak bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Legislator Makassar Berinisial AM Tempuh Jalur Hukum Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

"Paling tidak Mahasiswa menjadi contoh yang baik, menyalurkan hak pilihnya, dan mengajak sekiling untuk memilih pemimpin," ujarnya.

Legislator dua periode itu juga menyampaikan problematika politik uang yang menjadi budaya dan mengakar pada setiap pemilihan. Saat ini, masyarakat cenderung memilik kandidat yang memiliki materi alias uang dibandingkan prestasinya, atau jejak pengabdiannya dimasyarakat.

"ini yang miris, mau jadi Wali Kota, Gubernur, yang di pertanyakan ada ji kah uangnya. Bukan dimana pengabdian sebelumnya, apa prestasinya apa kebijakannya yang menguntungkan rakyat. Problem uang ini sangat mencederai proses demokrasi, Disinilah peran adek-adek mahasiswa Sospol unhas mengedukasi. Memilih pemimpin yang dapat mengawal aspirasi rakyat,"ujar Rudianto Lallo.

Baca Juga : Diduga Fitnah Anggota DPRD Makassar, Guru Honorer Terancam Dilapor ke Polisi

Tak hanya itu, Alumni Fakultas Hukum Unhas itu juga menyampaikan perkembangan politik uang di masyarakat khusus di Pileg. Pada 2014 disebut siri na pacce, dalam artian tanpa uang tetap dipilih. Hal itu berubah drastis di pileg 2019, yaitu sibi napacce artinya ada uang kamu dipilih.

"Ini di 2024 mendatang pacemi punna sibi (Tidak bisa dipilih kalau cuma uang 100 ribu. Ini sangat membahayakan demokrasi, lagi-lagi mahasiswa harus mengedukasi masyarakat," ajak Rudianto Lallo.

Ketua Dewan Pendidikan Makassar itu juga kawatir lembaga pemerintahan kedepannya diisi oleh yang tidak punya disiplin ilmu pemerintahan dan politik yang matang, karena dampak dari politik uang. Hal itu disebut dapat mengganggu stabilitas pemerintahan dan dapat mempengaruhi pendidikan. Sebab baik sebagai legislatif ataupun eksekutif diberikan amanah sebagai penyelenggara pemerintah.

Baca Juga : Kepedulian Hj Umiyati Terhadap Warga Manggala Terungkap Saat Reses

"Mereka yang mengambil keputusan, jadi kalau keputusannya asal-asalan, maka semuanya bisa berdampak buruk, jadi jika adek-asek cuek, tidak mau terjun langsung ke dunia politik, siapa lagi yang mau diharapkan," ucap Rudianto Lallo.

Sementara itu dekan Fisip Unhas, Dr Phil Sukri mengataka untuk menjadi pemilih yang cerdas, tidak boleh berdiri sendiri, harus disertai dengan adanya lembaga / instutusi yang berintegritas.

"Adanya pemilih cerdas tidak lepas dari integritasnya lembaga pemilu. penyelenggara yang baik maka demokrasi yang kita nanntikan, aman, adil, makmur terwujud," ujarnya.

#dprd makassar #Rudianto Lallo #Partai NasDem