Rabu, 10 Agustus 2022 17:02

Satgas PMK Kabupaten Enrekang Sasar Kecamatan Buntu Batu Lakukan Edukasi

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Satgas PMK Kabupaten Enrekang Sasar Kecamatan Buntu Batu Lakukan Edukasi

Data Tim Satgas PMK, sudah ada 40 ekor sapi ternak yang terjangkit di Kecamatan Buntu Batu yang sudah menyebar di Lima desa diantaranya Desa Langda, Desa Potokullin, Desa Lunjen, Pasui dan Eran Batu yang telah terjangkit PMK.

RAKYATKU.COM, ENREKANG - Satuan Tugas (Satgas) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Enrekang melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para Peternak Sapi dan Kerbau di Kecamatan Buntu Batu pada Rabu (10/08/2022).

Bertempat di Aula Kecamatan Buntu Batu dan kantor Desa Langda, Tim Satgas PMK Kab Enrekang melakukan komunikasi, informasi dan Edukasi. Hadir dalam acara ini, Kadis Kominfo dan Statistik kabupaten Enrekang sekaligus Koordinator TIM Komunikasi, informasi dan Edukasi, Kadis Perternakan dan Perikanan, Camat Buntu Batu, Kepala Desa serta Peternak.

Kadis Kominfo dan Statistik, Hasbar mengatakan, Kecamatan Buntu Batu saat ini sudah masuk dalam Zona merah penyebaran PMK.

Baca Juga : Bupati Enrekang Buka SMADA Futsal Cup IV 2022

Data Tim Satgas PMK, sudah ada 40 ekor sapi ternak yang terjangkit di Kecamatan Buntu Batu yang sudah menyebar di Lima desa diantaranya Desa Langda, Desa Potokullin, Desa Lunjen, Pasui dan Eran Batu yang telah terjangkit PMK. Terkhusus Desa Langda, tingkat penularan paling tinggi di kecematan Buntu Bantu.

Terkait dengan hal itu, Ka Ops Polsek Buntu Batu, Aiptu Muhajir mengharapkan kesadaran dan keiklasan masyarakat untuk jujur terhadap kondisi hewan ternaknya demi memutus mata rantai penyakit PMK ini.

 

Sejalan dengan itu, Kadis Peternakan dan Perikanan, Muh Alwi mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi menyebaran PMK di Kabupaten Enrekang  terhadap ternak sapi, kerbau dan kambing dan babi.

Baca Juga : Gerak Cepat Pemkab Enrekang Tangani Longsor di Tiga Desa

Muh Alwi mengakui, penyebaran penyakit PMK ini sangat cepat. Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Desa Langda. Awal cuma 1 ekor yang terjangkit PMK, kini telah menyebar luas dan sangat pesat tercatat. Hingga hari ini, Desa Langda sudah mencapai 30 ekor sapi dan kerbau yang terjangkit PMK.

Sponsored by MGID

Olehnya itu, Tim Satgas menjadikan PMK ini adalah penyakit yang harus cepat ditanggulangi agar tidak menyebar lagi atau bahkan nantinya tidak ada lagi PMK di Kabupaten Enrekang.

Dalam kesempatan itu, Muh Alwi juga memberikan solusi bagi masyarakat Kecamatan Buntu Batu yang ternaknya sudah terlanjur tertular PMK untuk melakukan pemotongan bersyarat bagi hewan ternaknya. Ia juga telah melakukan komunikasi dengan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) tingkat provinsi untuk memfasilitasi agar daging hewan yang terdampak dapat dijual dengan harapan tidak merugikan pemilik ternak.

Baca Juga : Bupati Enrekang Ajak Stakeholder Duduk Bersama Susun Konsep IAD Perhutanan Sosial

Muh Awi menjelaskan, ternak yang terdampak harus segera di potong, melakukan vaksinasi 1,2, 3 untuk hewan, baik yang terjangkit maupun yang tidak. Lalu lintas ternak dijaga dan Bio security diterapkan.

"Aturan PMK, 1 ekor ditemukan terdampak pada satu wilayah masuk kategori zona merah (0 s/d 3km) kemudian 4 S/d 10 km dari titik ditemukan masuk zona kuning, zona Hijau 10 km keatas," lanjutnya.

"PMK akibat dari virus dan masa inkubasi 1 sampai 14 hari adapun ciri ternak di tandai dengan hewan ternak demam, melepuh gusi, lidah selanjutnya di kaki ada luka dan di sela-sela sekitar kuku luka," tutupnya.

Baca Juga : Ribuan Orang Ikuti Gerak Jalan Santai dan Karnaval Pekan Merdeka Toleransi 2022 di Enrekang

Selanjut pergantian hewan ternak yang terpotong akan mendapatkan dispensasi dari pemerintah dengan syarat dan ketentuan berlaku.

(Humas Enrekang)

#Penyakit Mulut dan Kuku #Kabupaten Enrekang #satgas #edukasi