Senin, 04 Juli 2022 09:10

Guru Besar UINAM Harap LKA MPM Bina Mahasiswa Membaca Al-Qur'an

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Prof. St. Azizah.
Prof. St. Azizah.

"Saya kira jika mahasiswa aktif di masjid dan mencintai masjid maka dia juga akan aktif salat dan membaca Al-Qur’an," kata Prof. St. Azizah.

RAKYATKU.COM, GOWA - Departemen Kemuslimahan Lembaga Kajian Al-Qur'an Mahasiswa Pencinta Masjid (LKA MPM) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) sukses menggelar Talk Show Muslimah, Ahad (3/7/2022).

Acara yang berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINAM ini mengambil tema Ketika Media Menggenggam Kendali Dunia dan dihadiri 70 peserta.

Pada kesempatan tersebut turut hadir membuka kegiatan secara resmi Prof. St. Azizah, dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINAM yang menyampaikan harapannya kepada LKA MPM.

Baca Juga : Muktamar X LKA MPM UINAM Tetapkan Dafid sebagai Ketua Umum Periode 2022-2023

"Saya sangat berharap LKA dapat membantu mahasiswa memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan hafalannya," ucapnya.

St. Azizah menambahkan agar LKA MPM dapat melakukan pembinaan generasi muda dan mahasiswa melalui Al-Qur'an.

"Saya kira jika mahasiswa aktif di masjid dan mencintai masjid maka dia juga akan aktif salat dan membaca Al-Qur’an," ungkapnya.

Baca Juga : Muktamar X LKA MPM UINAM Tetapkan Dafid sebagai Ketua Umum Periode 2022-2023

Dosen yang juga merupakan Ketua jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tersebut melanjutkan bahwa muslimah menggenggam dunia dengan media maka dunia akan terkendali.

Sponsored by MGID

"Media sangat penting untuk kita gunakan. Kita gunakan untuk syiar dan dakwah. Jika muslimah menggenggam dunia Insya Allah selamat," tuturnya.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Ustazah Eti Sumarni, pendakwah, serta pembina mahasiswi muslimah Makassar yang mengajak agar peserta bijak menggunakan media sosial.

Baca Juga : Muktamar X LKA MPM UINAM Tetapkan Dafid sebagai Ketua Umum Periode 2022-2023

"Akan ada tiga fenomena yang akan terjadi jika kita tidak bijak bermedia sosial, yaitu Fomo dari singkatan Fear of Missing Out. Fomo adalah salah satu penyakit gangguan mental bagi mereka yang tidak bijak menggunakan social media. Di mana dia memiliki kecemasan luar biasa ketika dia ketinggalan berita. Dia gelisah, cemas jika tidak membuka sosial media," ucapnya.

Ustazah Eti melanjutkan fenomena kedua yaitu catfishing, yakni seseorang menggunakan identitas palsu dalam berinteraksi di media sosial serta terjadinya cyber bullying.

Ketua Departemen Kemuslimahan LKA MPM, Mila Yuliana, menuturkan bahwa talk show ini merupakan sebuah event akbar yang diselenggarakan dengan melihat bagaimana realita bermedia sosial di kalangan masyarakat khususnya mahasiswa.

Baca Juga : Muktamar X LKA MPM UINAM Tetapkan Dafid sebagai Ketua Umum Periode 2022-2023

"Yang kita lihat media hari ini bagai pisau bermata dua, apakah berpengaruh positif atau negatif, sehingga kita sangat butuh ilmu ini dan talk show juga ini membahas tentang bagaimana pandangan Islam bermedia sosial yang bijak," ungkapnya. (*)

Penulis: Sinta Kasim

#LKA MPM UINAM