Sabtu, 19 Februari 2022 10:08

CEO Moderna Sebut Virus Corona Kian Melemah dan Pandemi Hampir Berakhir

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Namun, ia memperingatkan masih ada peluang 20 persen bahwa mutasi berikutnya dapat membuat virus lebih ganas dibandingkan varian Omicron.

RAKYATKU.COM - CEO Moderna, Stephane Bancel, menyebut bahwa masuk akal pandemi virus Corona hampir berakhir dan kemungkinan 80 persen virus yang menyebabkan COVID-19 akan menjadi kurang ganas.

Bancel menyampaikan hal itu saat diwawancara tentang apakah dia percaya bahwa pandemi itu dalam tahap akhir. "Saya pikir itu adalah skenario yang masuk akal," kata dia kepada CNBC's Squawk Box Asia dikutip, Sabtu (19/2/2022).

Bancel berpikir ada sekitar 80 persen kemungkinan ketika virus berevolusi menjadi makin kurang ganas. Jika virus Corona menjadi kurang ganas, ia berharap orang-orang yang berusia di atas lima puluh tahun dan mereka yang berisiko tinggi sakit parah, bakal kuat melawan COVID-19 setiap tahun.

Baca Juga : Berlaku 17 Juli 2022, Kemenhub Terbitkan Surat Edaran Perjalanan Dalam dan Luar Negeri

"Virus ini akan tinggal bersama manusia selamanya, seperti flu, dan kita harus hidup dengannya," ucapnya.

Namun, ia memperingatkan masih ada peluang 20 persen bahwa mutasi berikutnya dapat membuat virus lebih ganas dibandingkan varian Omicron.

 

"Saya pikir kita beruntung bahwa Omicron tidak terlalu ganas, tetapi kita masih kehilangan ribuan orang yang sekarat tiap hari di planet ini. Virusnya tidak dapat diprediksi," tuturnya.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid-19 Jelang Pembelajaran Tatap Muka Pemkot Makassar Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Para ahli mungkin setuju tentang ketidakpastian virus, tetapi prediksi Bancel dinilai terlalu optimistis.

Sponsored by MGID

Francois Balloux, direktur di University College London Genetics Institute, mengatakan di Twitter bahwa tidak ada teori yang berarti bahwa virus yang menyebabkan COVID-19 bermutasi menjadi kurang ganas.

Sumber: Business Insider

#Moderna #Covid-19