Sabtu, 05 Februari 2022 10:51

Warga Suriah Heran dan Kaget Ternyata Bertetangga dengan Pemimpin ISIS

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bangunan runtuh akibat ledakan bom bunuh diri pemimpin ISIS, Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi. (Foto: Reuters/Mohamed Al-Daher)
Bangunan runtuh akibat ledakan bom bunuh diri pemimpin ISIS, Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi. (Foto: Reuters/Mohamed Al-Daher)

Tetangga itu kemudian diketahui merupakan pemimpin ISIS, Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurashi.

RAKYATKU.COM - Saat pasukan Amerika Serikat (AS) terbang di atas Kota Atme di Suriah, tempat pemimpin kelompok ISIS bersembunyi, seorang warga bernama Mahmoud Shehadeh mengira suara helikopter tersebut adalah badai.

Saat memeriksa cuaca ke luar, ia heran dan kaget beberapa helikopter telah mengepung rumah tetangganya dan membunyikan pesan lewat pengeras suara.

Tetangga itu kemudian diketahui merupakan pemimpin ISIS, Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurashi.

Baca Juga : Aruna Kembali Ekspor Tuna, Kali Ini Tujuan Amerika

"Kami melihat pesawat terbang di atas kepala kami dan setelah sepuluh menit kami mendengar mereka berteriak, 'Serahkan dirimu, rumah sudah dikepung'," kata Mahmoud kepada AFP, tak lama setelah operasi pasukan khusus AS di mana pemimpin ISIS tersebut tewas.

"Saya tidak tahu apakah dia menyerah atau tidak."

Penduduk Atme, sebuah kota Suriah di wilayah barat laut Idlib yang berbatasan dengan Turki, mendengar suara tembakan dan ledakan dari kapal perang.

Baca Juga : Rusia Tuduh AS Terlibat Langsung dalam Perang di Ukraina

Serangan ini berlangsung selama sekitar dua jam sebelum pasukan elite pimpinan AS menyerbu rumah Qurashi.

Sponsored by MGID

Pemantau perang Syrian Observatory for Human Rights mengatakan, warga sipil termasuk di antara setidaknya 13 orang yang tewas dalam operasi itu.

Pasukan khusus AS telah melakukan beberapa operasi bernilai tinggi terhadap target jihadis di daerah Idlib dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga : Danny Pomanto Bertemu Diaspora Muslim Indonesia di Washington DC

Daerah itu, merupakan rumah bagi lebih dari tiga juta orang dan didominasi oleh para jihadis yang menentang pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Abu Ali, seorang pengungsi Suriah yang tinggal di dekatnya, mengatakan AS juga menyampaikan pesan untuk meyakinkan warga.

Dia mendengar bahwa pasukan AS berkata, "Jangan khawatir. Kami hanya datang ke rumah ini ... untuk membebaskanmu dari teroris."

#ISIS #Amerika Serikat #suriah