Sabtu, 08 Januari 2022 14:24

Ke Jeneponto, Mentan SYL Pastikan Pertanaman Jagung dalam Kondisi Bagus

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam kunjungan ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/1/2022).
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dalam kunjungan ke Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (8/1/2022).

Secara umum jagung di Kabupaten Jeneponto sudah 30.000 lebih, di mana tahap pertama 3.000 lalu menjadi 10.000 dan kita akan coba main terus agar menjadi lumbung jagung nasional.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), memastikan bahwa perkembangan lahan pertanaman Jagung di Kecamatan Binamo, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam kondisi yang sangat bagus. Itu artinya produktivitas di sana sudah tidak ada masalah serius, meski sebagian areal tanam masih dipenuhi bebatuan.

"Secara umum jagung di sini sudah 30.000 lebih, di mana tahap pertama 3.000 lalu menjadi 10.000 dan kita akan coba terus agar menjadi lumbung jagung nasional. Tentu kita tidak mau lahan yang ada walaupun batunya banyak tidak menghasilkan apa-apa. Apalagi irigasi sudah diperbaiki oleh Bapak Presiden (Joko Widodo) dan embung untuk penyimpanan air juga ada," ujar Mentan SYL, Sabtu (8/1/2022).

Mentan SYL mengatakan, secara umum kondisi harga jagung di Sulsel juga dalam keadaan bagus. Harga saat ini mencapai Rp4.600 per kilogram. Maka dari itu, ke depan, ia bersama pemimpin daerah akan meningkatkan indeks pertanaman (IP) menjadi 300 yang diselingi komoditas palawija seperti kacang-kacangan.

Baca Juga : Beras Surplus 5 Tahun Terakhir, Pengamat: Ini Hasil Rintisan Andi Amran Sulaiman

"Jeneponto itu adalah bagian-bagian dari daerah yang mendapatkan perhatian khusus dari negara oleh Bapak Presiden karena income per kapita rakyat dan produktivitasnya menjadi ukuran. Oleh karena itu, tentu ini bagian dari booster yang harus diangkat," katanya.

Perlu diketahui, Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) di Kecamatan Binamo sudah mencapai 1.000 hektare dan varietas yang ditanam adalah NK dan BISI dengan provitas mencapai 5--6 ton per hektare. Adapun biaya produksi yang dikeluarkan petani hanya Rp6.500.000 per hektare dengan harga jagung yang dihasilkan mencapai Rp23.000.000 per hektar. Income petani mencapai Rp16,5 juta.

Baca Juga : Dekan FKH Unair Apresiasi Penanganan PMK di Jawa Timur

"Saya yakin banyak hal yang bisa kita benahi di sini. Apalagi setelah Bapak Presiden turun banyak hal yang membuat kita harus meningkatkan kehidupan rakyat melalui pertanian yang tersedia. Bupati sudah punya perencanaan, tetapi kita berharap hasil jagung kita menjadi bagian bagian dari kontribusi Jeneponto kepada kepentingan jagung nasional," katanya.

Sponsored by MGID

Mentan SYL menambahkan, Jeneponto masih memiliki potensi pertanaman yang jauh lebih besar lagi, jika semua pengerjaannya dilakukan bersama-sama. Apalagi sektor pertanian adalah sektor penting, terutama dalam menjaga kekuatan ekonomi nasional.

"Yang pasti perlu kerja sama yang erat antara bupati dengan muspida yang ada di sini. Kita akan menjadi sesuatu yang menentukan untuk mengenergi rakyat mengambil bagian di dalamnya. Dan itu juga perintah Bapak Presiden pada saya, juga perintah Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI," tutupnya. (*)

#Kementerian Pertanian #Syahrul Yasin Limpo