RAKYATKU.COM,PAREPARE—Pemerintah Kota Parepare melalui Sekretaris Daerah, Amarun Agung Hamka, memberikan klarifikasi terkait polemik pembangunan toilet baru di 21 sekolah tingkat SD dan SMP yang dinilai memiliki nilai proyek cukup besar.
Baca Juga : Perdana dan Berkelanjutan, Safari Da’wah Parepare Jadi Program Wajib ASN
Baca Juga : Kemendagri Ganjar Parepare Sebagai Kota Sangat Inovatif pada IGA 2025
Baca Juga : Pemkot Parepare Kirimkan Tim Medis Jalankan Misi Kemanusiaan Banjir Sumatera
Hamka menjelaskan bahwa angka yang tercantum dalam kontrak, yakni berkisar Rp160 juta hingga Rp168 juta, bukan merupakan nilai pembayaran final. Nilai tersebut adalah batas maksimal, sementara pembayaran aktual tetap mengacu pada volume nyata pekerjaan yang diselesaikan di lapangan.
Baca Juga : Perdana dan Berkelanjutan, Safari Da’wah Parepare Jadi Program Wajib ASN
Baca Juga : Kemendagri Ganjar Parepare Sebagai Kota Sangat Inovatif pada IGA 2025
Baca Juga : Pemkot Parepare Kirimkan Tim Medis Jalankan Misi Kemanusiaan Banjir Sumatera
“Angka itu adalah nilai batas akhir. Jika dalam proses review oleh PPTK maupun APIP ternyata volume pekerjaan tidak mencapai nilai kontrak, misalnya hanya Rp120 juta, maka yang dibayarkan adalah sebesar volume riil yang dikerjakan rekanan,” jelasnya, Jumat (15/11/2025).
Baca Juga : Perdana dan Berkelanjutan, Safari Da’wah Parepare Jadi Program Wajib ASN
Baca Juga : Kemendagri Ganjar Parepare Sebagai Kota Sangat Inovatif pada IGA 2025
Baca Juga : Pemkot Parepare Kirimkan Tim Medis Jalankan Misi Kemanusiaan Banjir Sumatera
Baca Juga : Rakor Forkopimda Parepare, Tasming Hamid Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor
Ia menegaskan bahwa selisih anggaran yang tidak terpakai tidak hilang, melainkan tetap menjadi bagian dari keuangan daerah.
“Setelah perhitungan volume selesai, sisa anggaran tetap berada di kas daerah dan akan menjadi SILPA pada akhir tahun,” tegasnya.
Baca Juga : Perdana dan Berkelanjutan, Safari Da’wah Parepare Jadi Program Wajib ASN
Baca Juga : Kemendagri Ganjar Parepare Sebagai Kota Sangat Inovatif pada IGA 2025
Baca Juga : Pemkot Parepare Kirimkan Tim Medis Jalankan Misi Kemanusiaan Banjir Sumatera
Baca Juga : Tingkatkan Inovasi Daerah, Parepare Gandeng BRIN Lewat Penandatanganan Nota Kesepakatan Sinergi
Lebih lanjut, Hamka mengungkapkan bahwa pembangunan toilet baru ini merupakan hasil efisiensi anggaran yang dilakukan Pemkot Parepare sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah diminta mengalihkan kegiatan yang kurang berdampak langsung kepada masyarakat menuju sektor yang manfaatnya bisa dirasakan secara nyata, khususnya infrastruktur dasar.
Baca Juga : Perdana dan Berkelanjutan, Safari Da’wah Parepare Jadi Program Wajib ASN
Baca Juga : Kemendagri Ganjar Parepare Sebagai Kota Sangat Inovatif pada IGA 2025
Baca Juga : Pemkot Parepare Kirimkan Tim Medis Jalankan Misi Kemanusiaan Banjir Sumatera
“Pemerintah kota mengalihkan efisiensi dari perjalanan dinas, konsumsi, serta beberapa kegiatan seminar dan tatap muka untuk memperkuat pembangunan infrastruktur yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, bahwa pemda harus memperhatikan fasilitas pendidikan, termasuk ketersediaan toilet yang layak di sekolah,” tuturnya.
Baca Juga : Perdana dan Berkelanjutan, Safari Da’wah Parepare Jadi Program Wajib ASN
Baca Juga : Kemendagri Ganjar Parepare Sebagai Kota Sangat Inovatif pada IGA 2025
Baca Juga : Pemkot Parepare Kirimkan Tim Medis Jalankan Misi Kemanusiaan Banjir Sumatera
Ia menambahkan bahwa keberadaan toilet yang bersih dan layak sangat penting untuk mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga : Perdana dan Berkelanjutan, Safari Da’wah Parepare Jadi Program Wajib ASN
Baca Juga : Kemendagri Ganjar Parepare Sebagai Kota Sangat Inovatif pada IGA 2025
Baca Juga : Pemkot Parepare Kirimkan Tim Medis Jalankan Misi Kemanusiaan Banjir Sumatera
Baca Juga : Pemkot Parepare Kirimkan Tim Medis Jalankan Misi Kemanusiaan Banjir Sumatera
“MBG dapat berjalan optimal apabila sekolah memiliki sanitasi yang aman. Toilet yang baik memastikan anak-anak kita terlindungi dari risiko penyakit, sehingga manfaat gizi dari program MBG bisa dirasakan sepenuhnya,” lanjutnya.
Baca Juga : Perdana dan Berkelanjutan, Safari Da’wah Parepare Jadi Program Wajib ASN
Baca Juga : Kemendagri Ganjar Parepare Sebagai Kota Sangat Inovatif pada IGA 2025
Baca Juga : Pemkot Parepare Kirimkan Tim Medis Jalankan Misi Kemanusiaan Banjir Sumatera
Di akhir penjelasannya, Hamka menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian masyarakat dalam mengawasi pembangunan daerah.
Baca Juga : Perdana dan Berkelanjutan, Safari Da’wah Parepare Jadi Program Wajib ASN
Baca Juga : Kemendagri Ganjar Parepare Sebagai Kota Sangat Inovatif pada IGA 2025
Baca Juga : Pemkot Parepare Kirimkan Tim Medis Jalankan Misi Kemanusiaan Banjir Sumatera
“Terima kasih atas perhatian dan pantauan masyarakat. Pengawasan bersama menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program berjalan transparan dan tepat sasaran,” tutupnya.(*)
