RAKYATKU.COM,PAREPARE—Pemerintah Kota Parepare melalui Sekretaris Daerah, Amarun Agung Hamka, memberikan klarifikasi terkait polemik pembangunan toilet baru di 21 sekolah tingkat SD dan SMP yang dinilai memiliki nilai proyek cukup besar.
Baca Juga : Mahasiswa Umpar Berpeluang Kolaborasi dengan PSM Makassar Lewat Program iLeague
Baca Juga : Kampanye Bahaya Kabut Asap, Pemkot Parepare Bagi-bagi Masker di 11 Titik
Baca Juga : Kabut Asap Parepare Makin Pekat, Pemkot Terapkan Sekolah Daring untuk TK-SMP
Hamka menjelaskan bahwa angka yang tercantum dalam kontrak, yakni berkisar Rp160 juta hingga Rp168 juta, bukan merupakan nilai pembayaran final. Nilai tersebut adalah batas maksimal, sementara pembayaran aktual tetap mengacu pada volume nyata pekerjaan yang diselesaikan di lapangan.
Baca Juga : Mahasiswa Umpar Berpeluang Kolaborasi dengan PSM Makassar Lewat Program iLeague
Baca Juga : Kampanye Bahaya Kabut Asap, Pemkot Parepare Bagi-bagi Masker di 11 Titik
Baca Juga : Kabut Asap Parepare Makin Pekat, Pemkot Terapkan Sekolah Daring untuk TK-SMP
“Angka itu adalah nilai batas akhir. Jika dalam proses review oleh PPTK maupun APIP ternyata volume pekerjaan tidak mencapai nilai kontrak, misalnya hanya Rp120 juta, maka yang dibayarkan adalah sebesar volume riil yang dikerjakan rekanan,” jelasnya, Jumat (15/11/2025).
Baca Juga : Mahasiswa Umpar Berpeluang Kolaborasi dengan PSM Makassar Lewat Program iLeague
Baca Juga : Kampanye Bahaya Kabut Asap, Pemkot Parepare Bagi-bagi Masker di 11 Titik
Baca Juga : Kabut Asap Parepare Makin Pekat, Pemkot Terapkan Sekolah Daring untuk TK-SMP
Baca Juga : Pemkot Parepare Tampil Semarak di Jalan Sehat Anti Mager dan Karnaval HUT ke-357 Sulsel
Ia menegaskan bahwa selisih anggaran yang tidak terpakai tidak hilang, melainkan tetap menjadi bagian dari keuangan daerah.
“Setelah perhitungan volume selesai, sisa anggaran tetap berada di kas daerah dan akan menjadi SILPA pada akhir tahun,” tegasnya.
Baca Juga : Mahasiswa Umpar Berpeluang Kolaborasi dengan PSM Makassar Lewat Program iLeague
Baca Juga : Kampanye Bahaya Kabut Asap, Pemkot Parepare Bagi-bagi Masker di 11 Titik
Baca Juga : Kabut Asap Parepare Makin Pekat, Pemkot Terapkan Sekolah Daring untuk TK-SMP
Baca Juga : Tasming Hamid Dorong Lulusan ITH Habibie Berinovasi dan Berkontribusi untuk Pembangunan Parepare
Lebih lanjut, Hamka mengungkapkan bahwa pembangunan toilet baru ini merupakan hasil efisiensi anggaran yang dilakukan Pemkot Parepare sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah diminta mengalihkan kegiatan yang kurang berdampak langsung kepada masyarakat menuju sektor yang manfaatnya bisa dirasakan secara nyata, khususnya infrastruktur dasar.
Baca Juga : Mahasiswa Umpar Berpeluang Kolaborasi dengan PSM Makassar Lewat Program iLeague
Baca Juga : Kampanye Bahaya Kabut Asap, Pemkot Parepare Bagi-bagi Masker di 11 Titik
Baca Juga : Kabut Asap Parepare Makin Pekat, Pemkot Terapkan Sekolah Daring untuk TK-SMP
“Pemerintah kota mengalihkan efisiensi dari perjalanan dinas, konsumsi, serta beberapa kegiatan seminar dan tatap muka untuk memperkuat pembangunan infrastruktur yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, bahwa pemda harus memperhatikan fasilitas pendidikan, termasuk ketersediaan toilet yang layak di sekolah,” tuturnya.
Baca Juga : Mahasiswa Umpar Berpeluang Kolaborasi dengan PSM Makassar Lewat Program iLeague
Baca Juga : Kampanye Bahaya Kabut Asap, Pemkot Parepare Bagi-bagi Masker di 11 Titik
Baca Juga : Kabut Asap Parepare Makin Pekat, Pemkot Terapkan Sekolah Daring untuk TK-SMP
Ia menambahkan bahwa keberadaan toilet yang bersih dan layak sangat penting untuk mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga : Mahasiswa Umpar Berpeluang Kolaborasi dengan PSM Makassar Lewat Program iLeague
Baca Juga : Kampanye Bahaya Kabut Asap, Pemkot Parepare Bagi-bagi Masker di 11 Titik
Baca Juga : Kabut Asap Parepare Makin Pekat, Pemkot Terapkan Sekolah Daring untuk TK-SMP
Baca Juga : Kabut Asap Parepare Makin Pekat, Pemkot Terapkan Sekolah Daring untuk TK-SMP
“MBG dapat berjalan optimal apabila sekolah memiliki sanitasi yang aman. Toilet yang baik memastikan anak-anak kita terlindungi dari risiko penyakit, sehingga manfaat gizi dari program MBG bisa dirasakan sepenuhnya,” lanjutnya.
Baca Juga : Mahasiswa Umpar Berpeluang Kolaborasi dengan PSM Makassar Lewat Program iLeague
Baca Juga : Kampanye Bahaya Kabut Asap, Pemkot Parepare Bagi-bagi Masker di 11 Titik
Baca Juga : Kabut Asap Parepare Makin Pekat, Pemkot Terapkan Sekolah Daring untuk TK-SMP
Di akhir penjelasannya, Hamka menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian masyarakat dalam mengawasi pembangunan daerah.
Baca Juga : Mahasiswa Umpar Berpeluang Kolaborasi dengan PSM Makassar Lewat Program iLeague
Baca Juga : Kampanye Bahaya Kabut Asap, Pemkot Parepare Bagi-bagi Masker di 11 Titik
Baca Juga : Kabut Asap Parepare Makin Pekat, Pemkot Terapkan Sekolah Daring untuk TK-SMP
“Terima kasih atas perhatian dan pantauan masyarakat. Pengawasan bersama menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program berjalan transparan dan tepat sasaran,” tutupnya.(*)
