Sabtu, 18 Desember 2021 22:02

Warga Korea Utara Dilarang Tertawa dan Belanja 11 Hari, Pelanggar Dibawa Pergi dan Takkan Kembali Lagi

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Poster besar Kim Jong Il diarak keliling kota.
Poster besar Kim Jong Il diarak keliling kota.

Kim Jong Il memerintah Korea Utara dari tahun 1994 hingga kematiannya pada tahun 2011.

RAKYATKU.COM -- Negara Asia Timur biasanya memberlakukan masa berkabung 10 hari. Di Korea Utara ditambah menjadi 11 hari.

Selama masa berkabung, Korea Utara melarang warganya tertawa, berbelanja, atau minum alkohol. Larangan ini dalam rangka memperingati 10 tahun kematian mantan pemimpin, Kim Jong-il.

Kim Jong Il memerintah Korea Utara dari tahun 1994 hingga kematiannya pada tahun 2011. Kemudian digantikan putra bungsunya, Kim Jong Un.

Baca Juga : Korsel-AS Tembakan 8 Rudal sebagai Tanggapan Uji Coba Rudal Korut

“Selama masa berkabung, kita tidak boleh minum alkohol, tertawa, atau melakukan kegiatan santai,” seorang penduduk kota perbatasan timur laut Sinuiju seperti dikutip dari Radio Free Asia.

Mereka menjelaskan bahwa banyak kegiatan yang dilarang, bahkan belanja bahan makanan pun dilarang.

"Dulu banyak orang yang tertangkap minum atau mabuk selama masa berkabung ditangkap dan diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi," kata sumber itu kepada RFA.

Baca Juga : Korut Tembakkan 8 Rudal Usai Korsel dan AS Latihan Bersama di Laut Filipina

"Bahkan jika anggota keluarga Anda meninggal selama masa berkabung, Anda tidak boleh menangis dengan keras dan tubuh harus dibawa keluar setelah selesai. Orang-orang bahkan tidak bisa merayakan ulang tahun mereka sendiri jika bertepatan dalam masa berkabung,” tambah mereka.

Sponsored by MGID

Sumber kedua, seorang penduduk dari provinsi barat Hwanghae Selatan, mengungkapkan bahwa polisi telah diperingatkan sebelumnya untuk mengawasi orang-orang yang tampaknya tidak berduka.

"Sejak hari pertama Desember, mereka akan memiliki tugas khusus untuk menindak mereka yang merusak suasana berkabung kolektif. Ini tugas khusus selama sebulan untuk polisi. Saya mendengar bahwa aparat penegak hukum tidak bisa tidur sama sekali," katanya.

Baca Juga : Korut Tembakkan Rudal Balistik Beberapa Jam Setelah Biden Tinggalkan Korsel dan Jepang

Korea Utara telah merencanakan beberapa acara untuk memperingati kematian Kim Jong Il. Ini termasuk tampilan publik dari fotografi dan seninya, konser, dan pameran 'Kimjongilia', bunga yang dinamai menurut namanya.

#Kim Jong Il #Korea Utara