RAKYATKU.COM, MAKASSAR — Transformasi tata kelola ruang kampus berbasis keberlanjutan membawa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menembus jajaran elit dunia. Dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings 2025, Unismuh menempati peringkat ke-20 dunia dan posisi keempat nasional pada kategori Setting and Infrastructure, indikator yang menilai kualitas tata ruang, proporsi ruang terbuka hijau, serta dukungan infrastruktur ramah lingkungan.
Skor 1.425 yang diraih pada kategori tersebut menegaskan bahwa pembangunan fisik kampus tidak lagi semata berorientasi pada ekspansi, tetapi diarahkan pada integrasi ekologi, efisiensi ruang, dan keberlanjutan jangka panjang.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, menyebut capaian itu sebagai hasil dari proses konsolidasi yang berlangsung bertahun-tahun, terutama dalam pembenahan tata ruang dan penguatan sistem data berbasis indikator internasional.
Baca Juga : GMTD Gelar Donor Darah Jelang Ramadan, Kumpulkan 95 Kantong dan Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat
Menurutnya, arah pengembangan kampus yang mengusung konsep Integrated Green Islamic Futuristic (I-Gift) menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya modern, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Ekspansi Lahan Hijau sebagai Basis Kinerja Lingkungan
Kekuatan utama Unismuh pada indikator ini terletak pada luasan kawasan yang dikelola secara produktif dan berorientasi lingkungan. Selain kampus utama di Jalan Sultan Alauddin, pengembangan unit pendidikan di sejumlah titik memperlihatkan model tata kelola ruang yang terdistribusi.
Rumah Sakit Pendidikan Unismuh bersama Fakultas Kedokteran yang berdiri di lahan sekitar tiga hektare dirancang dalam satu sistem kawasan terintegrasi. Sementara itu, Pusdiklat Bollangi dengan luasan sekitar 12 hektare menjadi representasi ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai pusat pelatihan sekaligus kawasan konservasi.
Pada skala yang lebih luas, kampus ini mengelola laboratorium lapangan Fakultas Pertanian di Bissoloro seluas kurang lebih 72 hektare yang terhubung dengan aktivitas pendidikan berbasis masyarakat melalui Pesantren Darul Fallaah.
Kontribusi terbesar terhadap indikator ruang terbuka hijau datang dari pengelolaan Hutan Pendidikan di Kabupaten Barru seluas sekitar 229 hektare yang diserahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2022. Kawasan ini tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga bagian dari strategi konservasi.
Baca Juga : Mercure Nexa Pettarani Tawarkan Paket Buka Puasa dengan 100an Menu setiap Hari
Ketua Unismuh Global Excellence Center, Prof Hartono Bancong, menekankan bahwa pengakuan internasional tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas, tetapi oleh konsistensi kebijakan dan validitas data yang terdokumentasi secara sistematis.
Standar Global dan Tata Kelola Berbasis Bukti
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr Burhanuddin, menjelaskan bahwa pemeringkatan global mensyaratkan pendekatan berbasis kinerja terukur. Seluruh indikator, mulai dari luas ruang hijau, kebijakan lingkungan, hingga integrasi isu keberlanjutan dalam pendidikan dan riset, harus diverifikasi melalui sistem pelaporan yang ketat.
Baca Juga : Wisuda ke-87 Unismuh Makassar Kukuhkan 692 Lulusan, Perkuat Langkah Menuju Kampus Bereputasi Global
Ia menilai kategori infrastruktur menjadi fondasi bagi pengembangan indikator lain seperti energi, pengelolaan limbah, transportasi, dan konservasi air.
“Dari tata ruang yang kuat, seluruh program keberlanjutan dapat diukur dampaknya,” ujarnya.
Posisi Nasional dan Agenda Keberlanjutan
Baca Juga : Sambut Ramadan, Phinisi Hospitality Indonesia Group Gelar Aksi Bersih Masjid di Somba Opu
Secara keseluruhan, dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2025, Unismuh berada pada posisi ke-62 nasional dan peringkat 624 dunia. Rektor Unismuh Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda, melihat capaian tersebut sebagai refleksi dari kerja kolektif sivitas akademika dalam membangun kampus yang bertanggung jawab secara akademik dan ekologis.
Ia menegaskan bahwa tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi serta memperluas dampak program agar berkontribusi langsung pada agenda pembangunan berkelanjutan.
Selain UI GreenMetric, Unismuh juga tercatat dalam Times Higher Education Impact Rankings 2025, Times Higher Education World University Rankings 2026, serta QS Asia University Rankings 2026.
Baca Juga : Sambut Ramadan, Phinisi Hospitality Indonesia Group Gelar Aksi Bersih Masjid di Somba Opu
Serangkaian capaian tersebut menempatkan Unismuh sebagai salah satu perguruan tinggi dengan pertumbuhan reputasi internasional paling progresif di Indonesia Timur, sekaligus memperlihatkan bahwa investasi pada infrastruktur hijau telah menjadi strategi akademik untuk meningkatkan daya saing global.
