Rabu, 15 Desember 2021 09:49
Pertemuan berlangsung di ruang rapat Bappedalitbangda Enrekang, Selasa (14/12/2021).
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, ENREKANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan pertemuan advokasi pengembangan kebijakan publik berwawasan kesehatan dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

 

Pertemuan yang digelar Selasa (14/12/2021) tersebut berlangsung di ruang rapat Bappedalitbangda Enrekang dan dihadiri sejumlah kepala perangkat daerag hingga Pimpinan Cabang Bank Sulselbar.

Kadis Kesehatan Enrekang, Sutrisno, dalam sambutannya menyampaikan Germas harus menjadi kebiasaan hidup masyarakat. "Dalam menerapkan Germas, susah-susah gampang, karena itu sebenarnya bagian dari pola hidup masyarakat," ucapnya.

Baca Juga : Bupati Enrekang dan Wakilnya Apresiasi Antusiasme Masyarakat Saat Pembukaan Mafest 2023

Sutrisno juga menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk menyusun langkah-langkah dan penguatan inti agar kebijakan berkelanjutan.

 

"Melalui pertemuan advokasi ini dapat kita susun langkah ke depannya, rancangannya sudah ada, tinggal penguatan kebijakan yang kita harus laksanakan," harapnya.

Penyuluh kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel, Sri Wahyuni, dalam pemaparannya menyebutkan Germas sangat berkaitan dengan penanganan pandemi dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Baca Juga : Sofha Cicipi Pangan Berbahan Pisang, Bupati Perkenalkan Enrekang Sebagai Penghasil Sayur

"Pengembangan kasawan sehat di masa pandemi sangat penting. Alhamdulilah Enrekang dapat penghargaan untuk itu," ucapnya.

Ia berharap melalui forum pertemuan yang dipelopori Dinkes Sulsel dan dilaksanakan pada 24 kabupaten/kota se-Sulsel ini dapat menjamin sustainability dari pembudidayaan Germas.

"Tantangan Germas yang dihadapi semakin meningkat ke depannya sehingga butuh kebijakan yang berkelanjutan. Untuk itu kita akan susun rencana aksi," tuturnya.

Baca Juga : Optimalkan Penerimaan Pajak, Bupati Enrekang Teken Perjanjian Kerjasama dengan DJP-DJPK

Sementara itu, Kabid Sosial Budaya Pemerintahan Bappedalitbangda Enrekang, Muhammad Aris Yasin, dalam pemaparannya menyebutkan untuk Enrekang kegiatan berwawasan kesehatan sudah banyak dilakukan.

"Kita punya perbup tentang Germas dan kegiatan Germas tiap tahun dilaksanakan," ungkapnya.

Dia mengatakan, pandemi COVID-19 dapat menjadi kajian untuk dipertimbangkan dalam bidang kesehatan.

Baca Juga : Bupati Enrekang Apresiasi Swadaya Warga Perbaikan Jalan Provinsi Poros Kotu-Masalle

"Kajian tersebut untuk melihat dampak atas fenomena yang terjadi untuk mendesain Germas ke depannya," ujarnya.

Penulis : Hasrul Nawir