Selasa, 07 Desember 2021 21:31

Curah Hujan Tinggi dan Air Sungai Meluap Rendam Perkampungan di Jeneponto

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kondisi salah satu titik yang terendam banjir di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (7/12/2021).
Kondisi salah satu titik yang terendam banjir di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (7/12/2021).

Penyebab banjir diduga adanya tanggul yang menjadi penghalang sehingga di hulu sungai airnya terpencar ke sawah-sawah warga setempat.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Sejumlah wilayah di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), terendam banjir akibat tingginya curah hujan, Selasa (7/12/2021).

Terdapat beberapa titik genangan air yang merendam perkampungan warga, salah satunya di Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea. Banjir yang diperkirakan setinggi paha orang dewasa akibat luapan Sungai Tamanroya dan Sungai Kanawaya Sarroangin.

Bhabinkamtibas Bontotanganga Polsek Tamalatea, Aipda Andi Pangeran, yang berada di lokasi banjir mengatakan tahun ini intensitas banjir memang sedikit lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Baca Juga : Peduli Banjir, Relawan Yayasan Peduli Berbagi Buka Dapur Umum dan Bagikan Makanan

"Kalau dari pengalaman saya, ya, biasanya kalau ada banjir di sini paling setinggi betis ji. Tapi, tahun ini ketigiannya hampir satu meter," kata Pangeran.

Menurut Pangeran, penyebab banjir diduga adanya tanggul yang menjadi penghalang sehingga di hulu sungai airnya terpencar ke sawah-sawah warga setempat.

 

"Nah, dari sawah sawah inilah air mengalir ke permukiman warga sampai melintas ke bahu jalan raya trans Sulawesi Jeneponto-Bantaeng," sebutnya.

Baca Juga : Banjir Lumpuhkan Jalan Poros Trans Sulawesi di Pangkep, Ketinggian Air 1,5 Meter

Pangeran mengungkapkan, luapan air dari Sungai Kanawaya Sarroangin hingga ke jalan trans Sulawesi membuat kemacetan panjang. Pengendara dari Kota Makassar menuju Kabupaten Bantaeng maupun sebaliknya harus antre empat jam.

Sponsored by MGID

Dandim 1425 Jeneponto, Letkol Inf Gustiawan Ferdianto, menyampaikan banjir ini sudah menjadi rutinitas tahunan. "Banjir ini memang alam yang menyebabkan. Namun, bukan berarti menyalahkan alam sepenuhnya. Itu tentu tidak lepas dari ulah tangan-tangan manusia itu sendiri. Kenapa banjir ini berulang terus setiap tahun, harusnya kita belajar kenapa ini berulang, berarti kita sendiri yang tidak mau berupaya, tidak lepas dari bencana ini," terangnya.

Gustiawan juga mengajak dan mengimbau kepada masyarakat untuk bersama sama menjaga alam agar tidak terjadi lagi banjir.

Penulis : Samsul Lallo
#Banjir Sulsel #Banjir Jeneponto