Kamis, 14 Oktober 2021 19:26

Hakim Ketua Sebut Ada Saksi Bohong di Sidang Kasus Nurdin Abdullah

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (14/10/2021).
Persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (14/10/2021).

"Hj. Andi Indar mengatakan tidak pernah memberikan (uang dari PT Makassar Indah). Ibu Sari Pujiastuti mengatakan menerima uang berarti ada yang bohong ini salah satunya," tegas Ibrahim Palino, Hakim Ketua.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan saksi untuk dugaan kasus suap dan gratifikasi Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA), di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (14/10/2021).

Pada saat Penasihat Hukum NA, Arman Hanis, bertanya kepada eks Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Pemprov Sulsel, Sari Pujiastuti, soal jumlah uang yang diserahkan kepada saudara saksi eks Ajudan NA Salman Natsir, Hakim Ketua, Ibrahim Palino, memperjelas soal alur kesaksian antara Sari Pujiastuti dan Salman Natsir.

"Hj. Andi Indar mengatakan tidak pernah memberikan (uang dari PT Makassar Indah). Ibu Sari Pujiastuti mengatakan menerima uang berarti ada yang bohong ini salah satunya," tegas Ibrahim Palino.

Baca Juga : Tiga Belas Tahun Ikut, Eks Ajudan Tegaskan Nurdin Abdullah Tidak Pernah Terima Uang Hadiah dari Pengusaha

Sementara itu, Sari Pujiastuti mengaku memang pernah menerima sejumlah uang dari beberapa kontraktor yang mengikuti tender di BPBJ Pemprov Sulsel.

"Iya benar saya menerima uang, tapi saya sudah kembalikan semua ke rekening penampungan KPK. Saya juga menerima uang dari HJ. Indar (marketing PT Makassar Indah)," ungkap Sari Pujiastuti dalam kesaksiannya.

 

Sari Pujiastuti juga mengaku menerima uang dari kontraktor atas nama H. Momo sebesar Rp1 miliar dan uang Rp1 miliar dari Hj. Indar. Uang tersebut kata Sari Pujiastuti diserahkan ke Salman Natsir dalam bentuk koper warna abu-abu kuning kemudian Salman menyampaikan kembali soal jumlah uang tersebut kepada Sari Pujiastuti.

Baca Juga : Keterangan Kepala Cabang Bank Mandiri Panakkukang, Terungkap Aliran Dana Suap Rp2 Miliar Nurdin Abdullah

Kesaksian dari H. Momo maupun Hj. Indar pun dibantah oleh Salman Natsir terkait jumlah dan asal usul uang tersebut.

Sponsored by MGID

"Tidak. Saya tidak sampaikan hal itu (soal jumlah kekurangan jumlah uang Rp1,6 juta). Seingat saya tidak pernah saya mengatakan demikian. Bahkan saya tidak pernah saya tahu bahwa uang itu dari H. Momo," tegas Salman Natsir dalam kesaksiannya.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Usman Pala
#Sidang Nurdin Abdullah