Sabtu, 04 September 2021 10:22

Ratusan Hakim Perempuan di Afghanistan Terancam, Diburu Napi yang Dahulu Dipenjarakan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi (Foto: Pixabay/ArmyAmber)
Ilustrasi (Foto: Pixabay/ArmyAmber)

"Di Kabul, empat atau lima anggota Taliban datang dan bertanya kepada orang-orang di rumah saya, di mana hakim perempuan ini? Mereka adalah orang-orang yang saya masukkan ke penjara," kata seorang hakim perempuan.

RAKYATKU.COM - Ratusan hakim perempuan Afghanistan" href="https://rakyatku.com/tag/afghanistan">Afghanistan khawatir akan diburu anggota Taliban" href="https://rakyatku.com/tag/taliban">Taliban yang dahulu mereka penjarakan.

Sejumlah hakim perempuan melarikan diri dalam beberapa pekan terakhir, tetapi banyak juga yang masih tertinggal di Afghanistan.

Militan Taliban yang kini menguasai Afghanistan melarang perempuan bekerja kembali.

Baca Juga : Korban Tewas Akibat Gempa di Afghanistan Capai 1.000 Orang

Perempuan yang bekerja di bidang hukum telah menjadi target prioritas. Dua hakim agung perempuan ditembak mati pada Januari lalu.

Taliban kini telah membebaskan tahanan di seluruh negeri sehingga benar-benar membahayakan nyawa hakim perempuan, menurut seorang hakim perempuan tingkat tinggi Afghanistan yang melarikan diri ke Eropa.

"Di Kabul, empat atau lima anggota Taliban datang dan bertanya kepada orang-orang di rumah saya, di mana hakim perempuan ini? Mereka adalah orang-orang yang saya masukkan ke penjara," kata seorang hakim perempuan yang meminta namanya dirahasiakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

Baca Juga : Gempa 6,1 SR Guncang Afghanistan, 280 Orang Tewas

Selain hakim, ada sekitar 1.000 perempuan pembela hak asasi manusia yang bisa menjadi sasaran Taliban, menurut Horia Mosadiq, seorang aktivis hak asasi manusia Afghanistan.

Sponsored by MGID

"Tahanan yang dibebaskan menelepon dengan ancaman pembunuhan kepada hakim perempuan, jaksa perempuan, dan polisi perempuan. Mereka mengatakan kami akan mengejar Anda," ujar Mosadiq.

Sumber: Reuters

#Afghanistan #Taliban