RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Menandai perjalanan sepuluh tahun kiprahnya di industri perhotelan ragawi Kota Daeng, Swiss-Belhotel secara resmi melakukan penyegaran identitas (rebranding) menjadi Swiss-Belhotel Waterfront Makassar. Langkah strategis ini diambil tidak hanya sebagai penegasan posisi geografisnya yang unggul, tetapi juga sebagai refleksi komitmen mendalam terhadap nilai budaya lokal.
General Manager Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Azrule Aziz, menjelaskan bahwa perubahan nama ini telah melalui proses persetujuan resmi dari pihak owner dan manajemen Swiss-Belinternational. Langkah ini krusial dilakukan untuk membedakan identitas dari dua properti Swiss-Belhotel lainnya yang telah eksis di Makassar, yakni Swiss-Belinn Panakkukang dan Swiss-Belcourt.
"Selama sepuluh tahun ini, hotel ini dikenal dengan berbagai nama tidak resmi di masyarakat, seperti Swiss-Belhotel Losari atau Swiss-Belhotel Pantai. Melalui rebranding resmi ini, kami ingin memberikan kejelasan posisi (positioning) yang kuat bahwa hotel ini berada tepat di bibir pantai dan menjadi destinasi utama yang terintegrasi dengan seluruh kawasan wisata Makassar," ujar Azrule Aziz.
Mengangkat Budaya Lokal Lewat "Soul of Makassar"
Melengkapi momentum dekade ini, manajemen memilih tema besar "Soul of Makassar" sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah tempat hotel ini tumbuh. Pihak manajemen menegaskan bahwa status sebagai hotel jaringan internasional tidak akan membuat mereka berjarak dengan kebudayaan lokal.
Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui integrasi kuliner tradisional ke dalam lini pelayanan hotel. Salah satunya dengan memperkenalkan kembali panganan khas seperti Songkolo, Jalangkote, Pallubasa, hingga Es Pisang Ijo dengan standar presentasi dan keahlian kuliner kelas hotel berbintang tanpa mengubah otentisitas rasanya.
"Kami ingin para tamu, kolega, dan owner merasakan bahwa meski kami mengusung standar internasional, roh dan budaya Makassar tetap menjadi fondasi utama pelayanan kami. Tamu tidak perlu lagi keluar hotel untuk mencari kebudayaan dan kuliner otentik," ungkap perwakilan manajemen.
Rencana Peremajaan Fasilitas hingga 2027
Menyikapi refleksi perjalanan sepuluh tahun yang dinilai penuh dinamika, manajemen Swiss-Belhotel Waterfront Makassar kini menatap fase baru dengan fokus pada peningkatan mutu pelayanan. Pihak hotel mengonfirmasi tidak ada penambahan fasilitas baru, melainkan program peremajaan (revitalisasi) menyeluruh.
Proyek peremajaan skala besar ini mencakup pembaruan estetika dan fungsional pada area kamar, kolam renang, lobi, hingga restoran. Seluruh rangkaian renovasi fisik ini ditargetkan rampung secara bertahap hingga tahun 2027, yang nantinya akan diikuti dengan peluncuran variasi menu restoran yang baru.
Sinergi CSR dan Dukungan Penuh Terhadap UMKM
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bulan perayaan ini, Swiss-Belhotel Waterfront Makassar menggelar aksi donor darah dan menggandeng komunitas lokal melalui penyediaan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berorientasi pada kepedulian sosial yang selama ini konsisten ditunjukkan oleh owner hotel, Bapak Jentang, yang rutin berbagi bersama anak yatim di Vihara, manajemen kini melembagakan kepedulian tersebut lewat program resmi. Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan setempat, hotel memfasilitasi 10 pelaku UMKM terpilih untuk memasarkan produknya di area hotel secara gratis selama satu bulan penuh.
Menatap dekade kedua, Azrule Aziz optimis dengan struktur tim yang baru, nama baru, dan semangat yang diperbarui, Swiss-Belhotel Waterfront Makassar mampu merebut kembali masa-masa kejayaan legendarisnya seperti pada periode beberapa tahun lalu.
