Kamis, 02 September 2021 16:44

Korea Utara Tolak Vaksin COVID-19, Ternyata Tujuannya Mulia

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF, mengatakan Korea Utara telah meminta sekitar 3 juta dosis vaksin COVID-19 buatan Tiongkok yang dialokasikan untuk negara itu dikirim ke negara-negara yang mengalami wabah parah.

RAKYATKU.COM - Korea Utara telah menolak vaksin COVID-19 buatan Tiongkok. Negara yang dipimpin Kim Jong-un ini ternyata punya niat mulia dengan memilih menyalurkannya kepada negara-negara yang lebih membutuhkan.

Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF, mengatakan Korea Utara telah meminta sekitar 3 juta dosis vaksin COVID-19 buatan Tiongkok yang dialokasikan untuk negara itu dikirim ke negara-negara yang mengalami wabah parah.

“Kementerian Kesehatan Masyarakat Korea Utara meminta agar 2,97 juta dosis yang ditawarkan COVAX kepada negara itu bisa dialihkan ke negara-negara yang terimbas parah mengingat pasokan global vaksin COVID-19 yang terbatas dan lonjakan kasus yang berulang di beberapa negara,” kata juru bicara UNICEF dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga : Kedapatan Nonton Film Korsel 5 Menit, Remaja Korea Utara Dihukum 14 Tahun Kerja Paksa

COVID-19 Vaccine Global Access (COVAX) adalah program distribusi vaksin internasional yang menarget negara-negara berpenghasilan rendah. UNICEF menerima dan mendistribusi vaksin untuk program tersebut.

Korea Utara belum melaporkan kasus COVID-19 sejak pandemi dimulai pada akhir Desember 2019. Dalam laporan terbarunya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Korea Utara mengatakan telah melakukan tes COVID-19 pada 37.291 orang pada 19 Agustus. Hasilnya, semua negatif.

 

Meskipun ada skeptisisme yang luas atas angka itu, Korea Utara telah menerapkan langkah-langkah penanganan antivirus yang ketat seperti pembatasan perjalanan domestik dan penutupan perbatasan.

Baca Juga : Atraksi Brutal Tentara Korea Utara yang Bikin Cemas Kim Jong-un lalu Bertepuk Tangan

Sumber: VOA Indonesia

Sponsored by advertnative
 
#Korea Utara #vaksin covid haram